
Albern pagi ini terlihat sangat tampan, bohong jika Wileen tidak terpesona. Namun wanita itu tetap bersikap biasa saja walau hatinya sedang memuji orang di sampingnya.
Pandangan Albern fokus ke depan, mobil masih melaju menuju ke kantor Wileen. Tidak ada obrolan sama sekali di antara mereka. Wileen pun bosan, akhirnya dialah yang membuka obrolan.
"Ehm, thanks semalam sudah nganterin gue sampai kamar!!" ucapnya memandang Albern. Albern menoleh dan menaikan salah satu alisnya.
"Gue? Nganter elo sampai kamar? Enggak, tuh!!" jawabnya lalu kembali fokus pada kemudi.
"Jadi bukan elo? Terus siapa, dong?"
Albern mengedikkan bahunya, meskipun sebenarnya memang Albernlah yang mengantar Wileen sampai ke kamarnya. Entah, mungkin hal yang mengasikan bagi Albern jika membuat Wileen penasaran ataupun kesal.
Seperti saat ini, sesekali Albern melirik Wileen yang terlihat mengingat ingat sesuatu. Wajahnya Wileen terlihat lucu di mata Albern.
Saking gemasnya, Albern mengacak rambul Wileen yang telah di sisirnya rapi. Tentu saja Wileen kaget bercampur kesal.
"Apa'an sih, Al! Resek banget sih, tuh lihat rambut gue berantakan."
"Aduh maaf, nanti gue bantu rapi'in, ya!!" jawab Albern tersenyum usil.
"Enggak usah, terimakasih!!" ucap Wileen sewot.
Perjalanan masih cukup lama, Wileen membuka account instagram milihnya. Hal pertama yang dia lihat adalah rumor kedekatanya dengan Albern.
Di account gosip yang Wileen lihat, di sana Wileen di rumorkan menjalin hubungan dengan Albern. Namun ada mantan Albern dan Sain di antara mereka. Bahkan sebelum ada gosip tentang Wileen dan Albern, ada juga gosip Albern dengan mantan pacarnya dulu.
"Benar benar kurang kerja'an ini account gosip. Mungkin kalau tidak gosipin artis, enggak makan kali mereka."
Albern mendengar omelan Wileen, dia menoleh lalu bertanya kepada Wileen. "Ada apa lagi, sih?" tanyanya sambil tetap fokus pada kemudi.
__ADS_1
"Elo balikan lagi sama mantan elo ya, Al? Di sini ada kabar elo lagi dekat lagi dengan mantan elo itu. Terus setelah itu photo kita kemarin tersebar dan mereka gosipin kita pacaran."
Albern yang sudah tahu hanya bersikap santai sambil tersenyum. Dia memang tidak peduli dengan rumor itu. Karena rumor tentangnya dengan Wileen, baginya memang benar kecuali rumornya dengan mantan pacarnya itu.
"Sudahlah, abaikan saja! Bagus dong, kita di gosipin pacaran!!" ucap Albern santai.
"Dih, gue sudah punya tunangan asal elo tahu dan dia lebih baik dari pada elo. Dia ganteng, baik, penyayang, tidak suka bohong seperti elo," ucap Wileen menyindir Albern.
"Bagus dong! Lagian gue juga sudah punya cewek," jawab Albern membut Wileen mendadak bungkam. Seperti ada rasa nyeri di sudut hatinya setelah mendengar ucapan Albern.
"Kenapa sakit banget, ternyata gosip itu benar adanya. Albern balikan lagi denganya? Atau memang ada wanita baru di hidupnya," gumam Wileen menunduk merasa sedih. Perubahan ekspresi Wileen tak luput dari pengawasan Albern.
"Mari kita bermain Wil, elo yang mulai bermain, maka gue akan ikut permainan elo. Elo yang awalnya mau manas manasin gue, ternyata elo sendiri yang terbakar. Kita main main sampai pernikahan kita tiba, ya. Nanti kamu akan semakin terkejut melihat suami elo siapa," gumam Albern tersenyum tipis.
Tiba tiba mobil berhenti di sebuah mini market, Albern turun sebentar sekedar membeli rokok. Wileen menunggunya di dalam mobil karena di luar cuaca cukup panas.
Matanya menangkap sosok wanita yang tidak begitu asing, ternyata wanita itu adalah mantan kekasih Albern.
"Al, elo di sini juga?" sapa Lily.
"Ly, kok kebetulan banget kita ketemu di sini, elo mau belanja juga?" tanya Albern.
Mereka berdua mengobrol, sedangkan Wileen terbakar api cemburu di dalam mobil. Karena rasa cemburunya dan di tambah Albern mengulur ulur waktunya.
Wileen melihat jam tanganya, dia kesal karena Albern membuang buang waktunya. Dari balik kaca mobil, Wileen melihat mereka dengan pandangan sinis. Kali ini dia akan membuat pelajaran pada Albern dan Lily. Dia keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Albern dan Lily.
"Sayang, aku telat ngantor nih, ayuk kita berangkat sekarang!!" ucap Wileen manja sembari mencebikan bibirnya.
Albern kaget dengan kehadiran Wileen secara tiba tiba. Sedangkan Lily menatap tidak suka pada sosok Wileen.
__ADS_1
"Al, bukanya dia Wileen, ya?" tanya Lily, Albern mengangguk.
"Jadi rumor yang beredar tentang kalian berdua benar adanya?" tanya Lily sekali lagi.
"Tentu saja benar! iya kan, Sayang?" sahut Wileen memeluk bahu Albern, membuat Lily bertambah kesal dengan sikap Wileen.
Wileen menggandeng lengan Albern dengan erat. Dia sengaja menempelkan tubuhnya, agar Lily percaya kalau mereka berdua memang sepasang kekasih. Lagi pula dulu Wileen tahu saat saat Lily dan Albern pacaran. Wileen tidak menyukai sosok Lily dari dulu. Baginya, kehadiran Lily telah merebut Albern darinya.
Albern tidak menanggapi obrolan berduamereka dari tadi. Bukan obrolan yang wajar, tetapi sudah seperti merebutkan dirinya. Ingin sekali Albern pergi meninggalkan Wileen dan Lily. Tetapi cengraman tangan Wileen, membuat Albern terpaksa mengikuti permainan mereka.
"Sayang, beritahu padanya kalau aku ini kekasihmu," ucap Wileen manja sembari sudut matanya melirik Lily yang terlihat kesal terhadapnya.
"Jadi elo main main sama gue? Oke, gue ladenin permainan elo," Bisik Albern tepat di telinga Wileen, membuat Wileen bergidik kegelian.
"Cup," satu ciuman mendarat di kening Wileen, membuat Wileen yang belum siap pun kaget.
"Sudah sayang, yuk kita berangkat! Katanya tadi telat, iya kan?" ucap Albern menatam inten Wileen. Sedangkan Wileen belum selesai dengan keterkejutanya atas ciuman dadakan dari Albern.
Ingin rasanya protes, namun setelah melihat wajah Lily yang memerah menahan marah, membuat Wileen senang. Bukanya protes, Wileen malah meladeni permainan Albern.
Wileen menarik lengan Albern dengan penuh kemanja'an. Sesekali matanya melirik Lily yang masih diam menahan marah.
"Ly, kita duluan!!" ucap Albern mengikuti Wileen yang menarik tanganya. Wileen terus terusan bergelayut manja hingga mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Setelah mereka telah berada di dalam mobil, Albern menarik Wileen hingga netra mereka berdua bertemu. Albern menatap inten Wileen, yang di tatap entahlah, serasa jantungnya akan segera terlepas dari tubuhnya.
Ingin menghindar, namun tangan Albern mengunci tubuhnya. Ingin berteriak, namun tenggorokanya serasa tercekat.
"Ya Tuhan, lindungilah jantung ini! Rasanya jantung ini akan segera lepas dari tubuh ini. Astaga mata lo tajam banget sih Al, please deh, jangan siksa gue seperti ini," gumam Wileen dari hati.
__ADS_1
"Aw, sakit tahu!!" rengek Wileen ketika dahinya kena sentilan Albern.
"Pagi pagi fikiran jangan traveling kemana mana!!" ucap Albern lalu menyalakan dan menjalankan mobilnya. Sedangkan Wileen menggerutu kesal karena Albern merusak moment romantis mereka berdua.