Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Kecewa Sesaat


__ADS_3

Hari ini Wileen dan Albern melakukan kembali aktivitas masing masing. Wileen di kantornya sedangkan Albern juga di kantornya sendiri. Mereka disibukkan dengan pekerjaan masing masing.


Hari ini adalah hari peluncuran novel terbaru Wileen yang berjudul "My Future Is You". Novel terbarunya ini sangat di tunggu tunggu para penggemarnya.


Wileen memilih salah satu Mall terbesar di kota Jakarta untuk peluncuran novel barunya. Siapa yang membeli khusus hari ini, maka Wileen akan memberikan tanda tanganya di sampul novelnya.


"My Future Is You" terbitan novel terbaru Wileen kali ini menceritakan tentang dirinya dan jodohnya di masa depan. Bisa jadi novel itu menceritakan tentang dirinya dan juga Albern.


Hari ini Wileen tampil sangat cantik dengan mengenakan pakaian casual yang membuat dirinya tampak sangat muda. Wileen di dampingi Sania dan juga team yang lainya.


Buku itu sudah diselesaikan sebelum dia berangkat ke Jepang. Namun di tunda peluncuran karena menunggu dirinya kembali ke Indonesia.


Suasana Mall saat ini ramai oleh pengunjung yang berdatangan. Kebanyakan dari pengunjung itu adalah fans Wileen. Mereka sangat menyukai karya karya Wileen. Selain itu, mereka juga terpesona dengan paras cantik dan keramahan Wileen.


Dalam waktu kurang dari satu jam, ribuan novel terbaru Wileen telah habis terjual. Bahkan badan Wileen terasa pegal pegal saat ini.


Setelah acara selesai, Wileen ditemani Sania dan juga timnya keluar meninggalkan Mall. Ada yang kurang dari acara Wileen hari ini. Dia mengharapkan kehadiran Albern yang ternyata tidak datang.


Sedih dan kecewa menjadi satu dan sulit untuk diutarakan. Mungkin pertemuan kemarin adalah pertemuan terakhirnya dengan Albern. Hanya buket bunga dan kartu ucapan dari Albern yang datang. Itu pun di titipkan pada Sania, bukan dirinya sendiri yang langsung memberikannya.


Di tempat lain, Albern saat ini telah berada di dalam pesawat. Kemarin setelah pulang dari rumah Wileen, dia langsung dihadapkan oleh Papanya. Sebagai seorang Ceo muda pewaris perusahaan keluarganya. Sikap Albern memang tidak dibenarkan. Papanya menegurnya berkali kali, bahkan papanya menyuruh Albern segera menikahi Wileen agar putranya bisa fokus pada perusahaan.

__ADS_1


Sejak omelan dari papanya kemarin, kini Albern berusaha menjadi pemimpin yang lebih baik. Mulai hari ini dan beberapa hari ke depan, dia akan disibukkan oleh bisnis keluarganya. Seperti saat ini dia melakukan perjalanan bisnis ke singapura. Belum cukup di situ saja, sepulang dari singapura dia langsung terbang ke Thailand. Oleh karena itu hari ini Albern tidak bisa menghadiri acara Wileen.


Tetapi dia sudah mengirim buket bunga dan ucapan selamat sekaligus permohonan maaf karena tidak bisa hadir. Sebenarnya Albern merasa gundah dan bisa menebak kekecewaan Wileen. Tapi situasi mendesak, tidak mungkin Albern mengecewakan papanya untuk kedua kalinya. Dia juga harus profesional dalam bekerja. Apa lagi dialah sekarang satu satunya pemegang tertinggi perusahaan keluarganya.


Setelah tiba di Singapura, tepatnya dia sudah berada di dalam kamar hotel. Albern mencoba melakukan panggilan video call kepada Wileen. Tidak butuh waktu lama Wileen langsung mengangkatnya.


Terlihat muka ditekuk Wileen yang pertama kali Albern lihat. Albern mengulum senyumnya, Wileen sangat lucu dan menggemaskan akan sikapnya itu.


"Hai, kok cemberut sih? Cantiknya hilang tuh!!" godanya.


"Ngapain telpon gue?" jawabnya sewot tanpa memandang ke arah layar handphonenya.


"Maaf, gue tidak tahu ello saat ini berada di negara tetangga. Maafin sikapku yang kekanak kanakan ya, Al!!"


"Nggak papa kok, wajar saja elo marah dan kecewa. Itu tandanya gue memang orang spesial di hidup ello, iya kan?" godanya lagi. Wileen menahan diri agar tidak tertipu. Kalau dia sampai kelihatan tersipu, maka Albern akan semakin besar kepala.


"Dih, percaya diri banget anda! Ada dan tidak adanya elo sama saja tuh."


Albern tertawa melihat sikap Wileen, wanitanya ini benar benar pandai menyangkal. Tapi bukan Albern namanya jika tidak bisa mengimbanginya.


"Oh jadi gue gak penting berarti, ya sudah gak papa sih. Sadar diri kok gue,memang salah juga kalau terlalu percaya diri," ucap Albern. Wileen langsung menyahut, takut Albern tersinggung.

__ADS_1


"Al, gue cuma bercanda dan jangan dibikin serius. Ya deh gue akuin ello yang paling istimewa dan spesial. Gue sebenarnya berharap elo tadi datang ke acara gue. Tetapi karena ello sibuk jadinya gak papa kok."


Albern hanya tersenyum karena pancingnya berhasil. Lalu dia beralih membahas novel terbaru Wileen.


"By the way judul novel terbaru lo bagus juga. "My Future Is You", you-nya siapa Wil?" lagi lagi Albern menggoda Wileen.


"Ada deh! Nanti kalau gue sebutin siapa orangnya, takutnya dia semakin besar kepala."


Lagi lagi Albern tersenyum, karena cukup lelah dan besok harus bangun pagi. Albern Pun menutup panggilan video callnya bersama Wileen. Sedangkan Wileen sebenarnya tidak rela mematikanya. Tetapi dia mencoba memahami, Alvern harus tidur cepat karena ada meeting dengan client di Singapura besok pagi.


Rindu itu kini hadir, padahal baru video call dengan orangnya. Bagi orang yang baru kasmaran, Video call saja tidak cukup. Wileen berharap semoga Albern mempunyai banyak waktu luang di dekatnya.


Candu, itulah yang Wileen rasakan saat ini. Semua yang ada pada diri Albern membuatnya kecanduan.  Sambil memeluk boneka beruang, Wileen membayangkan yang dia peluk adalah Alben.


Kasihan banget boneka beruangnya cuma di jadikan pengganti, hehehe. Wileen mengambil buket bunga di atas nakas. Hidungnya menghirup aroma bunga yang menenangkan hati. Ternyata bunga dan si pengirimnya sama sama mampu menenangkan hati Wileen.


Wileen belum sempat membaca text di dalam selembar kertas yang terselip di bunga itu. Wileen mengambil lalu membukanya serta kemudian membacanya.


"Congratulations! You did it! Great work, I’m so proud of you, Baby! Maaf, gue tidak bisa hadir di acara lo, Wil. Karena gue saat ini berada di Singapura dan ini semua dadakan. Gue janji setelah ini gue akan membayar karena ketidakhadiran gue. Gue siap di hukum, asal hukum nya jangan di tinggalin lagi seperti kemarin. Sekali lagi, I'm sorry, dear. I love u and I’m so proud of you, Baby!"


Setelah membacanya Wileen tersenyum tak henti hentinya. Dunia terasa melayang dan hanya dimilikinya sendiri. Jatuh cinta memang mampu membuat orang seperti orang gila. Harap maklumi saja, karena orang lain tak akan nampak di antara mereka

__ADS_1


__ADS_2