Jodohku Teman Kecilku

Jodohku Teman Kecilku
Perlombaan


__ADS_3

Akhirnya lomba pun dimulai sejak 3 Jam yang lalu.


Dan kini kelompok nya Fauzan tengah menghadapi soal terakhir yang menentukan apakah mereka akan masuk ke babak final? Karena kelompoknya dan kelompok lain poinnya sama-sama besar saat ini, jadi pertanyaan terakhir ini yang menentukan siapa yang akan masuk ke babak final.


"Soal selanjutnya itu bisa perhatikan di layar infocus!" ucap juri.


Dan di layar infocus ada soal yang bertuliskan Jika diketahui P(x) \= 2x^3+4x^2-3x+2, maka nilai dari P(5) adalah ...


Fauzan yang melihat soal itupun bergegas menghitungnya dan diberi waktu 20 detik.


"5 ... 4 ...." Juri menghitung mundur waktunya.


"3 ... 2 ... 1 ..., ya silahkan di jawab!" perintah juri.


"Isinya 337," jawab Fauzan.


"Dan hasilnya ...." Juri menggantungkan hasilnya bikin semua orang deg-degan.


"Ah! Lama amat deh," keluh Angga dengan nada pelan sehingga hanya Angga dan Nayla yang mendengar.


"Diem deh, Ga," tegur Nayla.


"... Benar," sambung juri lain.


"Alhamdulillah," ucap Fauzan, Nayla, dan Angga.


"Dan hasilnya yang masuk ke babak final nanti besok yaitu perwakilan Grup A dari SMAN Angkasa, perwakilan Grup B dari SMAN Garuda, dan terakhir perwakilan Grup C dari SMAN Bangsa," ucap Juri.


Dan itu artinya kelompok Fauzan masuk ke babak final, karena mereka termasuk Grup C.


🌈🌈🌈


Setelah selesai lomba, mereka pun pergi ke UKS untuk menjemput Hanna, setelah itu mereka akan pergi ke hotel terdekat.


"Han, lo sudah baikan?" tanya Fauzan yang datang terlebih dahulu.


"Heem, lumayan. Tadi udah minum obat dikasih sama kakak-kakak," jawab Hanna.


"Syukur deh."


Tak lama yang lain pun datang.


"Hanna kamu sudah sehat?" tanya Pak Joko.


"Alhamdulillah, Pak. Lumayan," jawab Hanna.


"Ya udah kalau gitu, kita langsung ke hotel yang sudah bapak pesan," ucap Pak Joko.


"Kita masuk babak final, Pak?" tanya Hanna dengan mata penuh harap.


"Iya, alhamdulillah," jawab Pak Johan sambil tersenyum.


"Alhamdulillah," ucap Hanna sambil tersenyum lebar dan itu membuat Fauzan terpana melihat senyum Hanna yang terkesan sangat manis.


"Ya udah yuk keburu magrib!" ajak Pak Johan.


Hanna pun bangun dengan di bantu Fauzan.


Mereka pun pergi ke hotel.


                                  🌈🌈🌈


Sesampainya di hotel, pembagian kamar dibagi menjadi 3. Fauzan dan Angga sekamar dengan nomor 124, Hanna dan Nayla sekamar nomor 125, Pak Johan dan Pak Joko sekamar dengan nomor 126.


Di kamar Hanna dan Nayla

__ADS_1


"Han, tadi kamu di temenin sama siapa di UKS?" tanya Nayla saat mereka sudah duduk kasur.


"Gue ditemenin sama dua sejoli," jawab Hanna dengan nada malas.


"Maksudnya?" tanya Nayla lagi karena masih bingung.


"Ck! Gue ditemenin sama orang pacaran. Mereka emang penjaga UKS, tapi mereka itu sepasang kekasih," jawab Hanna nada kesal.


"Terus kenapa Hanna kayak kesal gitu?" tanya Nayla.


"Sabar-sabar," batin Hanna.


"Karena mereka itu mesra-mesraan di depan gue. Ya, gimana gue gak kesel lah," jawab Hanna.


"Pasti selama ini Hanna gak pernah pacaran, yah?" tebak Nayla.


"Tau aja gue gak pernah pacaran. Emang lo pernah, Nay?" tanya Hanna balik.


"Gak pernah sih, hehe," jawab Nayla dengan cengengesan diakhir.


"Tapi, kayaknya Angga suka sama lo deh, Nay," ucap Hanna.


"Ah! Em ... masa sih," ucap Nayla dengan muka memerah.


"Iya, menurut gue sih gitu."


"Tapi kok Angga gak pernah nembak aku?" tanya Nayla.


"Mungkin Angga gak mau ngerusak pertemanan kalian sedari kecil, jadi dia tunda dulu sampai kalian dewasa," jawab Hanna.


Seketika Hanna menutup matanya ketika ia melihat sekelebat bayangan di pikirannya tapi itu gak jelas, mengakibatkan kepalanya merasa pusing.


"Han, kamu gak papa?" tanya Nayla dengan masa khawatir.


"Nggak, kok. Cuman pusing," jawab Hanna mencoba tidak membuat Nayla khawatir.


Hanna hanya menganggukkan kepalanya.


Di kamar Fauzan dan Angga.


"Zan," panggil Angga sambil tiduran.


"Hmm." Fauzan hanya menjawab dengan deheman.


"Menurut lo, Nayla gimana?" tanya Angga.


"Em ... kenapa tiba-tiba nanya Nayla, bukannya lo udah sering bersama dia dari kecil," ucap Fauzan dengan nada heran.


"Ya gue nanya dari sudut pandang lo aja. Gimana?" tanya Angga lagi.


"Dia itu pinter, baik, perhatian, polos. Saking polos dan baiknya, hingga dia kena bully," jawab Fauzan.


"Lo suka sama dia?" tanya Angga curiga karena mendengar jawaban dari Fauzan.


"Heh! Seharusnya gue yang nanya itu ke lo. Lo suka sama Nayla?" tanya Fauzan dengan nada heran.


"Em ... ya, dari dulu perasaan gue aneh gitu sama dia. Tapi saat ini bukan waktunya. Dia itu masih polos, gue akan nunggu sampai lulus SMA, gue bakal ajak dia tunangan," jelas Angga.


"Wah! Gercep juga lo langsung ngajak tunangan," goda Fauzan.


"Daripada pacaran, menurut gue gak jelas," ucap Angga.


"Ya, sih." Fauzan membenarkan ucapan Angga.


"Andai gue bisa ngelakuin itu juga sama Hanna," batin Fauzan.

__ADS_1


🌈🌈🌈


Keesokan harinya pada pukul 9.00.


Mereka sudah berada di tempat lomba untuk melaksanakan babak final.


Dan kini yang ikutan lomba, Hanna, Nayla dan Fauzan, karena panitia memerintahkan untuk mengganti peserta. Untungnya Hanna sudah merasa baikan.


Babak final pun dimulai.


🌈


Sudah satu jam berlalu.


Kini skor SMA Bangsa dan SMA Angkasa sama-sama rata.


Sehingga mengharuskan mereka menjawab satu pertanyaan lagi yang berupa teka-teki.


"Kenapa harus teka-teki sih?" tanya Hanna kesal.


"Iya, kita harus lebih teliti," ucap Fauzan dengan nada serius.


"Tumben nih anak serius," batin Hanna sambil melirik Fauzan.



"... yang bisa menjawab harap menekan tombolnya, waktu dimulai dari sekarang," lanjutnya.


Waktu terus berjalan ...


Hingga ...


Tett!


Suara tombol dari kedua kelompok sama-sama berbunyi.


Kira-kira kelompok manakah yang berbunyi terlebih dahulu?


"Aduh kok bisa barengan?" heran Nayla.


"Ya, nih! Mudah-mudahan kita yang menang," ucap Hanna.


"Kalaupun kita kalah, tapi kita tetep juara 2. Kita harus bersyukur," bijak Fauzan.


"Ya ya, yang bijak," ledek Hanna.


"Silahkan dari SMAN Angkasa menjawab!" perintah Juri.


"Yah!" keluh Hanna dan Nayla.


"Jawabannya, untuk huruf D nilainya adalah 1362, dan huruf E nilanya adalah 2724," ucap salah satu diantara mereka.


"Dan hasilnya ... salah," ucap Juri.


"Huu ...," teriak penonton.


"Silahkan dari SMAN Bangsa bisa menjawabnya!" titah Juri.


"Jawabannya, untuk huruf D nilainya adalah 1345, dan huruf E nilainya adalah 1440.," ucap Fauzan.


1 detik ...


2 detik ...


"Ya ... benar," ucap Juri.

__ADS_1


"Yeee ...," teriak penonton.


__ADS_2