
Setelah perlombaan selesai.
Merekapun bergegas pulang dengan membawa hadiah juara pertama hasil jerih payah mereka.
Di tengah perjalanan ...
"Anak-anak, makasih yah atas jerih payah kalian untuk mengikuti lomba ini mewakili sekolah," ucap Pak Joko.
"Iya, Pak. Kami juga sangat berterima kasih karena sudah percaya sama kami untuk mewakili lomba ini," ucap Angga mewakilkan yang lain.
"Ya, yang artinya kita bersimbiosis mutualisme," sahut Pak Johan menyangkutkan nya dengan biologi.
"Hahahaha." Semuanya pun tertawa tanpa beban.
"Dan jangan lupa dua minggu lagi kalian akan ujian kenaikan kelas." Perkataan Pak Joko seketika membuat tawa mereka berempat berhenti.
"Hehe iya, Pak," sahut Angga dengan tertawa hambar.
Lalu Angga pun berinisiatif membuat grup yang berisikan ia, Hanna, Fauzan, dan Nayla.
Via Grup OP
AnggaRa
Bagaimana kalau kita pergi untuk rayain kemenangan kita?
Tak lama yang lain pun ikut menimbrung.
FauzanMA
Ayo, kemana?
HannaPRora
Apaan tuh grup OP?
NaylaPutri
Ayo-ayo. Tapi Angga traktir aku ya🤭
AnggaRa
Nanti kita omongin secara langsung kemananya. @FauzanMA @HannaPRora @NaylaPutri
AnggaRa
OP : Orang Pinter. @HannaPRora
AnggaRa
Iya. Apa sih yang enggak buat NayNay. @NaylaPutri
FauzanMA
Bucin. @AnggaRa
HannaPRora
Bucin.
FauzanMA
Copas lo dasar. @HannaPRora
HannaPRora
Gue gak copas. Kita itu barengan ngirimnya.
FauzanMA
Masa? Alasan.
HannaPRora
Ya udah kalau gak percaya. Bodo amat!
AnggaRa
Mulai deh debatnya. Debat aja sana di chatan berdua, jangan disini.
HannaPRora
Nah! Berarti lo harus traktir gue makan di cafe, hahaha, yes. @FauzanMA
FauzanMA
Enak aja traktir.
HannaPRora
Lupa ya lo. Lo kan yang mulai debatnya. Siapa sih yang buat taruhan itu?🙄
FauzanMA
__ADS_1
Lupa gue.
HannaPRora
Senjata makan tuan kan😝
FauzanMA
Ya, nanti gue traktir.
HannaPRora
🤭🤗
AnggaRa meninggalkan grup
NaylaPutri meninggalkan grup
FauzanMA
Yang buat grup siapa, yang keluar duluan siapa🙄
HannaPRora
Yang buat grup siapa, yang keluar duluan siapa🙄
FauzanMA
Lo copas mulu ya😡
HannaPRora
Gue udah bilang itu kita ngetiknya barengan. Lo gak liat?🙄
FauzanMA
Udah terbukti gue duluan yang ngirim.
HannaPRora
PMS lo? Sensian mulu perasaan😝🤭
FauzanMA
Gak tau.
HannaPRora
Ya udah terserah. Yang penting lo traktir gue, ya. Yes😝😝
FauzanMA
HannaPRora meninggalkan grup
FauzanMA meninggalkan grup
🌈🌈🌈
Keesokan harinya ...
Kebetulan hari ini minggu. Jadi, sesuai permintaan Hanna, kini Fauzan sedang berada di cafenya sekalian ia akan mentraktir Hanna. Kenapa di cafe miliknya? Ya, itu karena supaya ia tidak bayar, pikirnya. Bukan tanpa alasan juga Fauzan mengajak debat Hanna. Tapi ia ingin berduaan sama Hanna sesekali di cafe. Makanya dia ngajak ribut duluan sama Hanna.
"Tuh anak kemana sih, gak jadi di kesini atau nyasar?" heran Fauzan.
"Syukurlah kalau gak jadi," gumam Fauzan dengan nada senang.
"Enak aja gak jadi," sahut Hanna yang sudah berada di belakang Fauzan.
"Ck! Datang juga Lo?"
"Iyalah. Siapa sih yang gak mau di traktir?" Hanna duduk di depan Fauzan.
"Ya, tapi gak boleh 100.000 ribu lebih, ya, bisa tekor gue," ucap Fauzan dengan nada memohon. Ya meskipun cafe itu miliknya, tapi ia gak mau rugi banyak.
"Pelit amat lo. Gimana mau punya pacar kalo lo nya aja pelit gini," sinis Hanna.
"Gue gak minat punya pacar. Ada seseorang yang gue tunggu," ucap Fauzan dengan menatap intens Hanna.
Melihat Fauzan yang menatap dirinya dengan intens, ia langsung gugup.
"Kenapa?" tanya Hanna untuk menghilangkan rasa gugup.
"Gak. Kenapa lo telat 20 menit?" tanya Fauzan mengalihkan pembicaraan.
"Oh, tadi gue ketemu anak temen papa itu loh di jalan. Jadi ngobrol dulu sebentar," jawab Hanna.
"Cewek atau cowok?"
"Yang ceweknya sih, namanya Lea."
"Gue gak tanya namanya," ucap Fauzan.
"Ya, gue ngasih tahu aja, siapa tahu suatu saat lo penasaran."
__ADS_1
"Gak akan penasaran dan gak penting juga."
"Ck! Ya udah, pesenin dong, menu yang terenak disini!" pinta Hanna.
"Pesen sendiri, kaki tangan masih berfungsi kan!" tolak Fauzan.
"Ish! Ya udah." Hanna menghentakkan kakinya lalu pergi memesan makanan.
Tak lama kemudian Hanna datang dengan membawa nampan di tangannya.
"Lo gak pesen?" tanya Hanna sambil memakan makanannya karena ia lapar sekali.
"Udah, jauh sebelum lo dateng," jawab Fauzan dengan nada cuek.
Hanna meresponnya hanya menunjukan cengirannya.
"Ya ma----" Ucapan Hanna terpotong karena suara teriakan yang ia kenal.
"HANNA! TERNYATA LO DISINI!" teriak seorang perempuan yang ternyata Lea, dan ia tanpa malu duduk disamping Fauzan.
"Lea ngapain lo disini? Katanya mau ke rumah temen?" tanya Hanna.
"Dibatalin. Malah abang gue ngajak buat makan disini, soalnya cafe ini terkenal enak banget," jawab Lea dengan nada antusias.
Fauzan yang mendengar tuturan Lea, mengulum bibirnya menahan senyum.
"Kenapa lo kayak nahan senyum gitu?" heran Hanna sambil melirik Fauzan.
Lea pun menengok ke arah Fauzan lalu ia berkata, "Eh! Kok gue baru sadar, ada orang ganteng disini."
"Yang ganteng aja lo baikin," sahut seorang laki-laki lalu ia menaruh nampan dan duduk disamping Hanna.
"Ih, Bang! Biarin napa sih, sirik aja," ucap Lea mengerucutkan bibirnya kesal.
"Emang Abang lo ini gak ganteng?" tanya laki-laki itu yang ternyata Leo.
"B aja sih," jawab Lea dengan nada cuek lalu kembali menatap Fauzan.
"Lo temannya Hanna ya? Nama lo siapa?" tanya Lea mengulurkan tangannya.
"Fauzan," jawab Fauzan singkat, padat dan jelas sambil menerima uluran tangan Lea singkat.
"Oh ...," gumam Lea. "Cuek banget si," batinnya.
"Leo lo disini juga?" tanya Hanna.
"Emang Lea gak ngomong sama Lo?" tanya Leo balik.
"Ngomong sih, kan gue cuma basa basi," ucap Hanna dengan nada kesal.
"Basa basi lo basi," ucap Leo.
"Kebiasaan deh ucapan lo gaje, Bang," ejek Lea.
Leo tidak menanggapi ucapan Lea, ia hanya meneruskan memakan makanannya.
Lalu mereka pun fokus pada makanan mereka masing-masing. Kecuali Fauzan, daritadi ia menahan kesal karena momen berduaan sama Hanna harus pupus begitu saja karena kemunculan dua orang yang tidak ia kenal.
"Udah makannya?" tanya Fauzan karena ia melihat Hanna telah selesai menghabiskan makanannya.
Hanna hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya udah ayo kita pulang!" ajak Fauzan sambil beranjak dari duduknya.
Hanna pun mengikuti Fauzan.
"Kita duluan ya!" pamit Hanna ke dua saudara itu.
"Iya-iya, see you," ucap Lea sambil melambaikan tangannya.
Sedangkan Leo hanya menganggukan kepalanya.
Hanna pun pergi menyusul Fauzan yang sudah berada di luar cafe.
"Heh! Lo gak bayar makanannya?" tanya Hanna dengan nada kesal.
"Udah, Kok," jawab Fauzan.
"Masa! Cepet amat, kok gue gak liat?" tanya Hanna dengan nada curiga.
"Tanya aja sana sama kasirnya!" titah Fauzan.
Hanna pun pergi menuju kasir.
"Mba, emang bener ya makanannya sudah dibayar sama laki-laki itu?" tanya Hanna ke penjaga kasir sambil menunjuk Fauzan.
"Emang Mba gak tahu?" tanya penjaga kasir itu.
"Tahu apa?"
"Mas Fauzan kan pemilik cafe ini."
"WHAT!"
__ADS_1
TBC
#bantu_like_coment_komentar_saran_dan_kritikannya.