Jodohku Teman Kecilku

Jodohku Teman Kecilku
JTK-46


__ADS_3

“Apa yang kamu dapat?” tanya Haris.


"Ternyata saya sudah salah paham ...." ujar Haikal. "Kalian tidak bersalah," lanjutnya dengan mata mengarah ke bawah lantai.


Haris yang mendengar itu hanya tersenyum lega lalu mendekat ke arah Haikal dan memeluknya.


"Kami tahu. Bahwa kebenaran lah yang akan terkuak. Kami senang kamu mengetahuinya, bahwa kami memang tidak bersalah," ucap Haris sambil terus memeluk Haikal.


Tak lama kemudian Haris melepaskan pelukannya dan menuntun Haikal mendekati Hanna.


Saat Haikal sudah di depan Hanna. Hanna bertanya dengan mata berkaca-kaca. "Kak, ini beneran, kan?"


Haikal hanya mengangguk singkat sebagai jawaban.


Grep!


Tiba-tiba Hanna memeluk Haikal dengan erat. Dan Haikal pun membalas pelukannya.


"Maafin Kakak," bisik Haikal tepat di telinga Hanna.


Dan Hanna menganggukkan kepalanya yang masih berada dalam pelukan.


"Yang penting Kakak sudah kembali," bisik Hanna juga.


Semua orang yang ada disana hanya tersenyum haru melihat itu.


Tak lama kemudian, Haikal pun melepaskan pelukannya.


"Kak Haikal bakal pulang ke rumah kami, kan?" tanya Hanna penuh harap.


“Tidak tahu,” jawab Haikal.


“Kenapa? Kan kamu sudah mengetahui kebenarannya,” ucap Haris.


“Iya, sebaiknya kamu kembali ke keluarga asli kamu!” saran Alex.


“Aku akan melakukan sesuatu dulu sama Tante Gisel,” ujar Haikal.


“Kamu Jangan melakukan aneh-aneh sama Gisel, walaupun dia sudah membohongimu. Tapikan dia yang sudah mengurusmu dengan baik sampai sekarang!” nasihat Haris.


“Tante Gisel tidak sepenuhnya memperlakukan aku dengan baik,” sahut Haikal dengan wajah datar.


“Apa kamu pernah di pukul? Atau apa?” tanya Haris khawatir.


“Tante Gisel tidak pernah bermain fisik kepadaku. Tapi dia hanya mengurungku di kamar dan jarang memberi aku uang jajan,” jelas Haikal.


“Kamu jarang di beri uang?” Haris kaget karena kehidupan Haikal selama ini kurang baik.

__ADS_1


“Iya,” jawab Haikal.


Hanna yang mendengar itu pun merasa kasihan dengan Kakaknya, sampai ia meneteskan air matanya.


Fauzan yang melihat Hanna meneteskan air mata, ia pun berinisiatif untuk menghapus jejak air mata itu dengan jempolnya.


Hanna tersentak dengan perlakuan Fauzan. Sampai-sampai dia terkunci pada tatapan Fauzan yang menyejukkan dan mengingatkan dia pada seseorang.


Sudah beberapa detik mereka bertatapan. Alex pun berdehem dan membuat kedua sejoli itu memalingkan wajahnya karena salah tingkah.


“Terus kapan Kakak akan ke rumah kami?” tanya Hanna pura-pura cemberut untuk menghilangkan kegugupannya.


“Secepatnya,” jawab Haikal.


“Janji, ya?” ujar Hanna.


Dan Haikal menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


“Kalau gitu aku pamit dulu, ada urusan yang harus diselesaikan!” pamit Haikal dan bersiap untuk keluar ruangan.


“Kamu gak mau bertemu dengan Mamamu dulu. Karena dia selalu murung dan diam di kamar. Jarang ngobrol. Setidaknya kamu membujuknya untuk tidak murung lagi!” sahut Haris tiba-tiba saat Haikal akan keluar ruangan.


Spontan Haikal menghentikan gerakannya dan beralih menatap Haris. “Benarkah?”


“Iya, Kak. Aku minta Kakak bujuk Mama supaya tidak sedih!” pinta Hanna.


“Kapan?” tanyanya.


“Baiklah. Tapi aku izin keluar dulu akan bertemu dengan seseorang, dan tenang saja karena bertemunya masih di lingkungan rumah sakit ini,” ujar Haikal.


“Baiklah, silahkan!” ucap Haris.


Setelah izin ke Haris. Haikal pun berlalu meninggalkan ruangan Hanna.


🌈🌈🌈


Nadin masih berada di kamar. Ia tidak tahu bahwa Hanna sekarang ada di rumah sakit. Yang ia tahu hanya Hanna sedang pergi ke rumah Fauzan.


Dan sekarang ia sedang melihat-lihat foto Haikal yang masih kecil di album. Di sana foto Haikal hanya ada sedikit. Karena saat itu kamera masih sangat jarang.


Dia ingin menangis, tapi air matanya sudah habis karena terlalu sering menangis.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara pintu di ketuk tapi tidak ada tanda-tanda Nadin untuk membukakan pintu.


Dan akhirnya pintu di buka oleh Haris.

__ADS_1


“Sayang, lihatlah siapa yang datang!” ucap Haris.


“Hanna sudah datang?” ujar Nadin yang masih menatap foto Haikal.


“Iya, Hanna sudah datang. Tapi lihatlah siapa yang datang bersama Hanna!” pinta Haris.


“Fauzan kan yang datang bersama Hanna,” tebak Nadin dengan nada pelan.


“Iya, ada Fauzan juga. Tapi lihatlah siapa yang datang bersama Fauzan dan Hanna!” pinta Haris lagi sambil menahan geram.


“Pasti orang tuanya Fauzan, kan?”


“Lihat dulu, sayang!”


Dan akhirnya tangan Haris menangkup wajah Nadin dan mengarahkannya ke arah pintu.


Disana ada Haikal yang berdiri tepat di samping pintu, dan ada Hanna di belakangnya.


“Aku pasti mengkhayal lagi!” ucap Nadin sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.


“Kamu tidak sedang mengkhayal. Haikal memang ada disini!”


Perkataan Haris membuat kedua bola mata Nadin membulat dan segera menoleh ke arah pintu yang dimana disana terdapat Haikal.


Perlahan Nadin berdiri dan berjalan mendekati Haikal.


Saat sudah sampai di depan Haikal. Nadin menangkup wajah Haikal dengan kedua tangannya. Karena tidak ada penolakan dari Haikal saat ia menyentuhnya, Nadin segera memeluk Haikal erat dan tangisan bahagianya pecah.


“Haikal, hiks ... Nak, Kamu kembali?” tangis Nadin yang memeluk Haikal erat.


Dan Haikal pun membalas pelukan Mamanya yang sangat ia rindukan. “Iya ... Ma.”


“Mama kangen sama kamu, hiks ....”


“Aku juga,” ucap Haikal pelan.


Hanna yang melihat itu hanya tersenyum haru dan berusaha agar air matanya tidak keluar.


Dan Fauzan bersama kedua orang tuanya pun berdiri tidak jauh dari sana sambil menyaksikan itu semua dengan penuh haru.


Lima menit kemudian. Aksi pelukan antara Nadin dan Haikal belum juga berakhir. Membuat semua orang yang ada disana pegal karena terus berdiri.


Sampai Haris memecahkan keheningan itu. “Ma, udah dong pelukannya. Kita ngobrol aja di ruang keluarga!”


Tak lama Nadin pun melepaskan pelukannya. “Iya, maaf. Aku terlalu bahagia. Karena ... Haikal sudah kembali.” Nadin menatap Haikal dengan penuh rindu.


“Iya, Ma. Aku ngerti. Mending kita ke ruang keluarga, yuk!” ajak Hanna.

__ADS_1


Semua orang pun pergi menuju ruang keluarga.


🌈🌈🌈


__ADS_2