
"Hehe, ya gitu ... tapi aku tetep kesel, ya!" kekeh Hanna.
"Ya, maaf kalau itu bikin kamu kesel. Karena ini kan yang pertama dan sekaligus terakhir buat kamu!" ucap Haikal. Dan itu membuat suasana menjadi hening seketika.
Wajah Hanna seketika murung dan juga Fauzan yang hanya menatap Hanna dengan tatapan sendu.
"Ee ...." Haikal menggaruk tengkuknya merasa bersalah.
Lea dan Firza hanya fokus kepada raut wajah Fauzan yang terlihat sedih.
"Sepertinya Fauzan sayang banget sama Hanna. Apa gue gak usah deketin Fauzan, ya. Kayaknya percuma, karena di hati Fauzan cuma ada Hanna," batin Lea. Sebenarnya dari pertama kali melihat Fauzan, Lea langsung jatuh hati padanya. Tapi melihat tatapan Fauzan ke Hanna, Lea menjadi kasihan dengan mereka.
"Eh! Kenapa jadi sepi gini sih, kan gak seru. Mending kita mulai aja pesta barbeque-an nya di belakang!" ucap Firza memecahkan keheningan dengan nada ceria.
"Nah, bagus tuh. Yuk, kita semua pergi ke halaman belakang!" ajak Dilfa ikut-ikutan meramaikan suasana.
"Ayo-ayo semua!" ajak Nadin juga.
Lalu mereka semua pun pergi ke halaman belakang yang juga sudah di tata rapi untuk pesta barbeque.
Dan hanya menyisakan Haikal dan Fauzan di sana.
"Bang! Kenapa Abang bicara gitu. Kan Hanna jadi kepikiran masalah kuliahnya!" tegur Fauzan.
"Ya, maaf keceplosan. Gue gak sengaja," ucap Haikal menyesal.
"Hah!" Fauzan hanya menghela napas panjang.
"Ya udah. Mending kita ke belakang!" ajak Fauzan sambil berjalan menuju ke belakang rumah diikuti oleh Haikal.
Sesampainya di halaman belakang.
Para laki-laki yang memanggang sedangkan para perempuan menyiapkan bahan-bahannya.
Sudah beberapa menit, akhirnya semuanya sudah selesai di panggang. Tinggal di santap.
"Em ... enak banget. Sama kayak waktu kita nginep di rumah pohon Fauzan itu loh," ucap Nayla.
"Iya, Nay. Akhirnya kita bisa makan ini lagi," sahut Angga.
"Rumah pohon? Kalian pernah ke rumah pohon?" tanya Lea penasaran.
"Iya. Dulu waktu masih kelas sebelas," jawab Angga.
"Kok gak ngajak gue," kesal Lea.
"Karena waktu itu kita belum saling kenal."
"Iya juga, yah."
"Rumah pohon yang ada di dalam kebun hutan itu ya, Zan?" tanya Firza.
"Iya." Fauzan menganggukkan kepalanya.
"Nanti kita semua kapan-kapan kesana lagi, gimana?" tanya Firza.
__ADS_1
"Oke," ucap semuanya.
"Nih! Silahkan di makan kuenya!" seru Nadin yang datang dengan kue yang sudah di potong-potong.
"Wah, asik!" Semuanya bersorak senang karena bisa makan-makan banyak dan juga gratis dari orang tuanya Hanna dan Haikal.
Dan hari itu pun di lalui oleh semuanya dengan mengobrol ria, yang diiringi canda tawa, dan juga terkadang bernyanyi dengan alunan gitar yang di mainkan oleh Fauzan, Dilfa, dan Leo.
๐๐๐
Satu bulan sudah berlalu.
Hari ini adalah hari dimana Fauzan dan Hanna akan melaksanakan tes masuk ke universitas yang ada di Amerika dan Jerman.
Sekarang Hanna dan Fauzan berada perpustakaan dengan jarak tempat duduk yang sedikit jauh dan dampingi oleh Pak Aril yang berada di tengah- tengah mereka berdua.
"Oke. Tinggal 10 menit lagi kalian akan melakukan tes lisan. Dimana di cara-cara dan peraturannya sudah tertulis di sana. Semoga kalian berdua berhasil! Semangat!" Pak Aril menyemangati Hanna dan Fauzan.
Dan Hanna dan Fauzan pun berusaha untuk terlihat bersemangat di hadapan Pak Aril. Walaupun ada perasaan mengganjalย di hati mereka. Tapi bagaimanapun juga ini adalah cita-cita mereka berdua untuk bisa kuliah di luar negeri, jadi mereka akan berusaha untuk bisa lolos, meskipun harus terpisah dengan orang-orang tersayang yang di batasi oleh samudra dan benua yang luas.
Tinggal dua menit lagi menuju tes lisan sekaligus wawancara untuk masuk ke universitas. Dan Hanna dan Fauzan bersiap dengan memakai eartphone supaya bisa fokus.
Untung waktu tenggat untuk tes lisan dan wawancara ini berlangsung selama lima hari, baik itu di Jerman maupun di Amerika. Jadi mereka memutuskan untuk bareng-bareng aja untuk tesnya.
Dua menit pun sudah habis.
Kini wawancara dan tes lisan pun mulai berlangsung selama satu jam.
๐๐๐
Kini Hanna dan Fauzan sedang berada di kantin berdua. Karena teman-teman yang lain sedang melaksanakan belajar di kelas.
โAda untungnya juga kita gak masuk kelas dari Dzuhur,โ sahut Fauzan.
โHha, iya. Sekarang sudah hampir pukul dua siang. Tadi kita mulai pukul setengah satu ya.โ
โIya. Gue harap kita bisa lolos ya, Han!โ Fauzan mengatakan itu dengan berat hati.
Hanna hanya menatap mata Fauzan beberapa detik. โIya.โ
โLo tes tulisnya, kapan?โ tanya Fauzan.
โGue milihnya mending lusa aja,โ jawab Hanna setelah menyeruput minumannya.
โSama dong,โ ucap Fauzan.
โOh, ya!โ seru Hanna.
โMungkin kita akan barengan lagi?โ tebak Fauzan.
โIya, pasti. Kan waktunya juga bisa kapan aja, jadi bisa aja kita tesnya barengan lagi.โ
โIya. Semoga semuanya lancar!โ harap Fauzan.
โAamiin!โ Hanna mengamininya.
__ADS_1
๐๐๐
Tiga bulan kemudian ...
Hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional bagi seluruh kelas 12.
Ekspresi tiap siswa berbeda-beda, ada yang tegang, ada yang pusing mikirin materi, ada yang bodo amat dengan ujiannya, dan ada juga yang santai seperti Fauzan dan yang lainnya.
โSemangat ya semuanya, semoga semuanya di lancarkan oleh Allah SWT!โ Doโa Angga.
โAamiin!โ Fauzan dan yang lainnya mengamini doa Angga.
Tak lama kemudian bel pun berbunyi yang menandakan bahwa ujian akaj segera dimulai.
Semua siswa kelas 12 memasuki ruangannya masing-masing.
Dan tentunya Fauzan, Hanna, Dilfa, Leo, dan Firza satu ruangan.
Begitu pula dengan Nayla, Angga, dan Lea juga satu ruangan.
๐๐๐
Empat hari sudah berlalu.
Hari ini adalah hari terakhir kelas 12 melaksanakan Ujian Nasional.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul satu siang, itu artinya Ujian Nasional baru saja selesai.
โEh guys. Kita pergi ke cafe Fauzan aja buat have fun, gimana?โ saran Angga.
โLetโs go!โ seru semuanya.
๐๐๐
Sesampainya di Cafe Fauzan.
Mereka semua memilih untuk duduk di kursi dekat jendela dan mengarah ke kolam ikan.
โKalian mau mesen apa?โ tanya Fauzan.
โLo yang traktir, kan?โ tanya Dilfa.
โNggak ada traktir-traktir. Bayar sendiri-sendiri aja!โ tolak Fauzan dengan menekankan setiap kata.
โYah, pelit amat sih lo!โ ucap Firza.
โBukan pelit! Tapi kan lo semua itu anak holkay, gak perlu traktir-traktir!โ jelas Fauzan.
โYa deh!โ pasrah Firza mewakili semuanya.
Setelah itu semuanya pun memesan makanan dan minuman sesuka mereka. Karena hari itu adalah hari terakhir mereka berkumpul, bercanda, dan tertawa bersama.
Karena Fauzan dan Hanna akan segera berangkat ke luar negeri, tak lama lagi.
๐๐๐
__ADS_1