Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 12


__ADS_3

Yuna sangat hafal kelemahan sang mama!. dia akan memanfaatkan mamanya untuk merayu sang papa agar mau membatalkan niatnya. emang kamu mau beliin mom tas apa? ujar Bu Ratna tergiur. terserah mama mau tas, baju atau apapun, ujar Yuna, bu Ratna terlihat berbinar membayangkan tas branded incarannya, yang sampai sekarang belum mampu dia beli karena sang suami sekarang membatasi pengeluarannya yang boros itu. satu sudut bibir Yuna terangkat. melihat reaksi sang mama terlihat tergoda dengan iming-iming yang Yuna berikan. tapi ada syaratnya! Yuna menjalankan rencananya. apa syarat yang harus mommy lakuin? jawab bu Ratna pasrah demi tas impiannya.


Yuna mendekat lalu membisikan sesuatu ke sang mama. "apa! teriak bu Ratna terkejut!," Daddy mu Takan setuju mama rayu gimana pun, ujar bu Ratna tak yakin sang suami akan mendengarkannya. ya sudah jawab yuna enteng!. jadi mama ga mauni tasnya padahal Tante Kaira mamanya Agnes, mau beli udah pesan ama om Bram, yang katanya bulan depan di liris itu, mama kan tau sendiri telat dikit, impian mommy, pussss Yuna menirukan adegan yang seperti debu tertiup angin hilang tak berbekas, tapi nyatanya, yang Yuna tiup itu bukan debu tapi tepung yang dia tiupkan kewajah bi Mina, hingga wajah itu terlihat putih semua seperti kue moci. mom tinggal gigit jari!, masa istri tercinta Farouk Mahara sanjaya, kalah saing ama!, bu Ratna menyumpel mulut Yuna dengan kukis yang baru selesai di buat bi Mina, di meja dapur, Yuna langsung mengunyah kue kukis itu, lumayan pikirnya ada yang nyuapin. sedangkan bi Mina, hanya bisa pasrah dengan keadaannya yang seperti kue moci itu.


Bu Ratna tampak berpikir, tak butuh waktu lama akhirnya Bu Ratna menyerah juga, iya deh mama mau, terus kapan kamu mau beliin buat mom tasnya? ujar Bu Ratna memastikan,. tergantung mommy! tapi lebih cepat lebih baik, karena peminatnya itu, bukan mommy aja. ujar Yuna mengompor-ngompori. ok Deal ujar mama mantap demi sang tas branded, walau dia harus melawan sang suami dan bersekongkol dengan sang putri.


"Huan, Huan,,!, teriak paman memanggil sang keponakan, cepat kamu pulang, penyakit putrimu kambuh, tadi adik mu nelpon paman, katanya kamu tidak mengangkat panggilan darinya. ujar paman khawatir.

__ADS_1


ibu bagaimana keadaan putri ku? tanya Huan khawatir, setelah sampai di ruang UGD puskesmas, ibu tidak tau Huan, karena dokter belum keluar dari ruang penanganan. nampak pipi tua itu basah dan sembab, menandakan dia sedari tadi menangis. Huan memeluk ibunya erat, bu aku tak ingin kehilanganmu putriku. gumam Huan lirih.


dokter keluar!. keluarga pasien? saya Dok, Huan mendekat ke arah dokter, bagaiman mana dok kondisi putri saya, maaf pak saya tak bisa berbuat banyak, sebaiknya putri anda segera di pindahkan kerumah sakit yang lebih besar ,karena mengingat kondisi putri bapak, yang harus segera di tangani, jantung putri anda sudah mengalami pembengkakan.


puskesmas tidak memiliki alat yang memadai, ujar dokter mejelaskan. dan di jawab anggukan ayah satu anak itu.


melihat kondisi putrinya terbaring tak berdaya, sudah tak ada senyum di wajah cantik putrinya itu, Huan mengecup dahi sang putri yang tengah tertidur pulas itu, maafkan papa nak, gumam Huan pelan, sang ibu hanya bisa menangis melihat anaknya, yang tidak pernah merasa bahagia hanya ada kesedihan. ibu Rina mengusap punggup kokoh yang tengah bergetar agar tangisnya tidak pecah, itu dengan lembut, yang sabar nak, Allah SWT tidak akan memberikan cobaan melewati batas kemampuan umatnya!.

__ADS_1


sayang-sayang ada apa? Huan melihat putrinya kejang,. pak sebaiknya putri bapak segera dirujuk ke RSUD yang lebih besar, kalau di biarkan begini saya takut pasien, tidak bisa melewati ini. dok saya bersedia ,asalkan putri saya sembuh.


ibu, Zai, kakak titip Lila dulu! ujar Huan, kamu mau kemana huan, ujar ibu khawatir, aku mau keluar sebentar.


Huan bingung dia harus cari pinjaman kemana, mau pinjam ke pamanya tapi dia malu karena sering merepotkan pria paru baya itu, hutangnya yang dulu juga belum lunas.


akhirnya dengan modal nekad Huan kerumah sang paman, assalamualaikum, walaikum salam sahutan dari dalam rumah, "Huan,, mari masuk! adaapa, apa putrimu sudah mendingan? ujar sang paman khawatir. belum paman, paman maksud Huan dateng kesini, Huan mau pinjam uang, itupun kalau paman ada, ujar huan tak enak hati, kamu mau pinjam berapa? tanya paman lagi, 100 juta, jawab Huan betapa shock paman mendengar ucapan Huan, besar sekali Huan, apa biayanya sangat mahal, tanya paman tak percaya, itu perkiraan termurahnya paman, dokter hanya berkata mungkin di atas 100 juta itu belum termasuk, biaya yang mungkin datang dadakan.

__ADS_1


maaf Lan, bukanya paman tidak mau menolong kamu, kamu kan tau kalau minggu lalu paman habis membeli tanah, ujar paman tak enak hati larena tidak bisa membatu keponakannya itu. bu ambilkan uang yang ada di lemari, paman punya sisa uang 5 juta, ambillah. setelang sang istri membawanya. "terima kasih paman"


Huan bingung dia harus pergi kemana lagi, akhirnya denga berat hati dia melangkahkan kakinya ketempat. yang dia pun ragu untu melangkahkan kakinya.


__ADS_2