
hei", sapa Lola kepada Huan, Huan mendengar ada seorang yang menyapanya langsung mengangkat kepalanya, yang sejak tadi tertunduk karena dia sibuk membalas chat mahasiswa nya.
hei kau ada disini, Huan sambil menyambut uluran tangan wanita itu. kau sedang apa disini? tanya Lola kepo kenapa pria tampan yang mencuri perhatiannya itu bisa ada disini.
belum Huan akan menjawab sang resepsionis datang menghampirinya, dan mempersilakan nya menuju ruangan sang owner. tuan Miss Yuna sudah menunggu anda di ruangannya.
baiklah, Huan pamit pada Lola, sampai jumpa.
boleh aku minta nomor ponselmu, setelah mereka bertukar nomor ponsel, akhirnya Huan pergi menuju ruangan Yuna.
sedangkan Lola tersenyum licik sambil memandang ponselnya yang sudah tertera nama Huan.
sebenarnya baik Huan maupun Lola sadari, sedari tadi Yuna melihat interaksi mereka berdua, dan akhirnya Yuna menyuruh resepsionis untuk menyuruh Huan masuk keruangan nya.
Miss, ini tuan Arlando. ujar Mira. masuklah, jawab Yuna yang merasa jengkel dengan laki-laki yang sedang berjalan menghampirinya itu.
apa aku mengganggumu? tanya Huan yang merasa tak enak karena melihat Yuna sedang berkutat dengan leptop nya. tidak duduklah!, jawab Yuna pada akhirnya.
kau mau minum sesuatu? tanya Yuna menawarkan.
kalau tidak merepotkan aku ingin kopi!, ujar Huan. Yuna yang melihat Lola akan masuk keruangan nya, langsung menghampiri Huan yang sedang duduk di kursi depannya. dan auwww, dengan sigap Huan merengkuh tubuh Yuna yang hampir terjerembab, dan akhirnya malah jatuh terduduk menyamping di pangkuan Huan.
__ADS_1
dan kebetulan Lola masuk, sorry Miss, ujar Lola dengan muka merahnya, bukan karena dia malu, karena sudah melihat adegan sang owner, tapi karena dia menahan amarah, dasar janda gatel, batinnya.
ehh... masuk Lola, ini ga seperti loe Bayangi, Lola hanya tersenyum terpaksa, ada apa? tanya Yuna yang berusaha bangkit dari pangkuan Huan, tapi dia malah memekik, auuu, teriak Yuna, yang membuat Huan mengangkat tubuhnya ala bridal style. dan mendudukkannya di sofa panjang yang ada didalam ruangan Yuna, dan membalut bagian bawah Yuna dengan jaket hitam miliknya,
sedangkan Lola yang melihat interaksi sang bos dan pria pujaannya hanya bisa mengepalkan tangannya yang ada di belakang punggungnya.
kau tak apa-apa hmm?, ujar Huan khawatir, walau Huan tau kalau wanita didepannya hanya berpura-pura, tapi, mungkin juga beneran, karena Yuna bukan wanita yang mudah di tebak.
aku baik-baik saja sayang jangan khawatir!. sarkas Yuna sambil menyentuh rahang Huan degan lembut, Huan yang rahang nya di sentuh jadi salah tingkah, dan jantung nya pun seperti lari maraton, sebenarnya bukan hanya Huan Yuna pun sama saat ini detak jantungnya tidak bisa di kendalikan, mungkin jantung Yuna dan jantung Huan, sudah janjian, mungkin setelah ini jantung mereka akan berlari bersama.
sedangkan Lola yang di acuhkan dari tadi nampak berdehem, ehemm Yuna dan Huan nampak tersadar dan kembali ke dunia nyata, yang beberapa saat lalu masuk ke dunia goib.
aku ingin mengajakmu kerumah sakit, karena ibuku ada disana dan ingin bertemu denganmu, kau mau? tanya Huan kepada Yuna, karena dia juga akan mengenalkan Yuna dengan ibu dan adiknya, kalau dengan Lila Yuna sudah tau karena selama ini Yuna lah yang mengurus keperluan Lila, dengan menyewa perawat di rumah sakit.
akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit, aku mau ke toilet sebentar, ujar Yuna dan di jawab anggukan oleh Huan.
ibu katanya kak Huan akan kesini, ujar Zaskia.
benar kah bibi kalau papa mau kesini, ujar bocah kecil itu yang sudah tersadar dari seminggu yang lalu, walau masih butuh perawatan yang intensif.
assalamualaikum, ujar Huan dan Yuna serentak
__ADS_1
ibu, Lila dan Zaskia Nampak melongo melihat Huan membawa wanita cantik berdarah blasteran itu.
ehh walaikum salam, jawab mereka serentak. mereka menatap Huan minta penjelasan siapa wanita cantik yang di bawa sang kakak, walaupun sang ibu sudah di beritahu, tapi tetap saja ini pertemuan pertama mereka.
bu perkenalkan dia Anabella, wanita yang aku ceritakan semalam, lalu Yuna mencium punggung tangan ibu Rina dengan takzim, salam kenal ya bu ucap Yuna ramah.
hei pasti kau Zaskia, ujar Yuna sok akrab, Huan yang mendengar itu menahan senyumnya. hei kak, ujar zaskia.lalu Yuna beganti menyapa bocah 4 tahun itu.
hello sayang dengan gaya centilnya Yuna memperkenalkan diri, kenalkan, nama Tante Yuna, nama gadis cantik ini siapa ujar Yuna yang membuat bocah 4 tahun itu, tersipu malu. namaku Lila Tante, ujar lila memperkenalkan diri, cantik sekali namanya seperti oranya ujar Yuna sambil menoel hidung kecil Lila. dan gdus itu tertawa terbahak-bahak
Huan, ibu Rina, dan Zaskia, mereka hanya tersenyum melihat Lila yang sedang digoda oleh Yuna.
tak terasa hari sudah semakin sore, karena keasikan mengobrol jadi mereka lupa waktu, sedangkan Lila, anak itu sudah tertidur sedari tadi. owh yah Daddy dan mommy mengundang ibu dan keluarga datang kerumah nanti malam, ujar Yuna lagi.
baiklah insha Allah ibu akan datang, ujar ibu Rina yang sudah mulai akrab dengan Yuna. baiklah ibu sebaiknya aku pulang, ini sudah sore.
akhirnya mereka keluar dari rumah sakit. dan Huan mengantar Yuna kesalon, karena dia juga harus mengambil motornya, yang dia tinggal disana, karena dia kerumah sakit menggunakan kendaraan milik Yuna.
apa kau masih ada pekerjaan?, tanya Huan. tidak aku hanya mau mengambil berkas-berkas yang tertinggal. ujar Yuna.
"terimakasih", ujar Huan yang ingin keluar dari mobil setelah mereka sampai di depan salon.
__ADS_1