
Yuna yang baru bisa tertidur, pukul dua dini hari, karena banyak sekali yang dia pikirkan hingga membuatnya susah tidur, harus terbangun, karena tubuhnya seperti tertimpa benda berat. Yuna membuka matanya dan melihat sebuah tangan kekar ada di atas pinggangnya. Yuna menengok kebelakang, untuk memastikan tangan kekar siapa yang melingkar di pinggangnya.
Huan memeluk tubuh Yuna dengan posesif, nafas dengan aroma mint menerpa kulit leher Yuna, yang membuatnya meremang.
Yuna yang tadi berniat memberontak tapi di urungkanya, dia pun ikut menikmati dekapan Huan, terasa nyaman dan hangat, akhirnya dia pun memejamkan matanya barang sesaat.
Huan yang memang belum tidur, karena baru 30 menit dia tiba di rumah, mengetahui tidak ada penolakan dari Yuna, Huan tersenyum dan ikut memejamkan matanya.
flashback on
Huan yang sudah sampai di kota B, mengantarkan orang tuanya, tak sengaja bertemu dengan Reno, yang akan berangkat lagi ke kota J,
hei bro apa kabar pengantin baru? ujar Reno sambil memeluk sahabatnya itu.
"Alhamdulillah" gue baik, loe mau kemana udah rapi? tanya Huan kepo.
gue mau ke kota J, cewek gue besok brangkat ke Singapore, bukanya ama bini elo yah?, jawab Reno.
Huan nampak berpikir!, "kenapa gue lupa", pikirnya.
jam berapa Mereka berangkat? tanya Huan
jam 7 pagi, ok gue cabut dulu, ujar Reno pamit.
__ADS_1
baru Reno akan menjalankan kendaraannya, Huan membuka pintu mobil dan masuk kedalam, gue ikut, ujarnya. serius loh? Reno memastikan. hmmm, jawab Huan dan Reno pun hanya tersenyum licik
flashback off
Yuna membuka matanya, pemandangannya yang pertama dia lihat adalah wajah tampan suaminya yang masih terlelap, Yuna mencoba menyentuh hidung mancung suaminya, dan dia pun tersenyum. "apa kau sudah puas memandangi wajah tampan suamimu ini hemm", tanyanya hingga membuat wajah Yuna bersemu merah, dan hendak menjauhkan tanganya,tapi Huan menahannya, jadi telapak tangan Yuna menempel di wajah tampan Huan,Huan yang memang sudah bangun dari tadi, hanya menikmati sentuhan lembut jari lentik Yuna.
Yuna yang mendengar itu langsung mendorong dada bidang Huan, dan akan beranjak pergi, tapi tenaganya kalah kuat Huan menahannya dan semakin mengeratkan pelukannya.
ia mengelus pipi lembut Yuna, dan menyapu bibir Yuna yang berwana pink dengan ibu jarinya.
akhirnya pandangan mereka bertemu!, "boleh"? tanya Huan sambil mengusap bibir lembut Yuna, Yuna bagai terhipnotis, hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Huan mendongakkan wajah Yuna dengan telunjuknya, lalu ia mendekatkan wajahnya, hingga bibirnya itu bertemu dengan bibir ranum milik Yuna, dan bertautan Huan menciumnya lembut
Huan makin menurunkan ciumannya, ke ceruk leher Yuna yang membuatnya menahan geli tak tertahan, ia menghisap dan menggigit hingga meninggal kan tanda kepemilikan disana.
ciumannya makin turun ke dada yang entah dari kapan, beberapa kancingnya sudah terlepas, dan Huan me nangkup dua gundukan itu, dengan sedikit meremasnya.
Huan menjauhkan wajahnya dan menatap wajah Yuna, yang memerah, entah karena malu atau apa. Huan tak tau, yang Huan tau Yuna menikmatinya.
Yuna yang merasakan benda keras di pahanya.tanpa sadar berkata besar sekali, gumamnya, yang masih bisa terdengar oleh Huan
Huan yang mendengar itu hanya terkekeh. karena istri bar-barnya itu. entahlah polos atau apa.
__ADS_1
sedangkan di luar bi Mina dari tadi mengetuk pintu, mana nih sinon katanya minta di bangunin setengah enam, ko dari tadi bi Mina bangunin, ga bangun-bangun, apa masih ngorok yah, tapi kalau tidak di bangunin nanti, ketinggalan pesawat, gumamnya, ahh bangunin aja dari pada nanti jadi bulan-bulanan singa kelaparan. ujarnya lagi.
bi Mina, berniat menambah kekuatannya untuk mengetuk daun pintu, tapi sebelum tangan bi Mina mengenai daun pintu, pintu sudah di buka dari dalam.
ada apa bi? tanya Huan karena dari tadi bi Mina mengetuk pintu, bukanya Huan tidak dengar ada yang mengetuk pintu, tapi dia lagi nanggung tadi.
anu den ganteng, non Yuna semalem pesen sama bi Mina, minta di bangunin. ujar bi Mina sambil tersenyum genit.
Yuna udah bangun bi sekarang lagi mandi, bibi tolong siapkan sarapan untuk Yuna dan buatkan kopi buat saya, ujar Huan memerintah. asiyapppp den ganteng laksanakan, ujar bi mina semangat.
sedangkan Yuna yang masih di kamar mandi merutuki dirinya sendiri, ahhh Yuna kau itu bodoh sekali, kenapa kau malah terbuai!. rutuknya yang tak bisa menahan desahannya tadi!.
"bell,, pintu kamar mandi di ketuk dari luar, apa kau belum selesai? tanya Huan, karena Yuna sudah hampir 1jam di kamar mandi.
lalu Yuna pun keluar dari kamar mandi, tanpa mau mentap Huan, ia segera melangkahkan kakinya menuju meja rias, Huan yang sudah rapi, menatap Yuna lekat, Yuna yang di perhatikan menjadi grogi.
Huan menghampirinya dan membatu, mengeringkan rambut Yuna, apa yang kau lakukan? aku bisa sendiri. karena Huan memegang hair dryer, untuk mengeringkan rambutnya.
sebaiknya kau cepat, ini sudah. jam 6.45, kau akan tertinggal pesawat nanti. ujar Huan memberi tau.
inikan semua ulah mu, gerutunya sambil menatap Huan malas.
Huan yang mendengar itu hanya tersenyum. Yuna yang melihat Huan tersenyum dari pantulan cermin, entah kenapa jantungnya berdetak tak karuan. ganteng banget suami gue, batinya memuja.
__ADS_1