
Yuna, yang habis keluar dari kantor papanya, pergi menuju sebuah cafe untuk bertemu seseorang.
kenapa muka loe BT kaya gitu ? tanya Agnes, menelisik setelah temannya itu mendudukan bokongnya di kursi cafe.
"eh minuman gue!," sungut Agnes, karena jus yang baru dia pesan sudah disambar oleh teman lakcnatnya itu.
"gue haus loe pelit amat sih? loe kan bisa pesen lagi kaya orang miskin aja loe, perhitungan bangett ama temen sendiri." cerocosnya yang membuat Agnes gemas ingin menyomot bibir seksi Yuna, yang auzubilah bawelnya.
"ada apa loe manggil gue kesini?," ujarnya kesal karena Yuna sudah mengganggu kebersamaannya dengan Reno tadi.
Yuna mengeluarkan smartphonenya dari dalam tas mahalnya, dan membuka sebuah aplikasi dan menunjukan sebuah video, yang membuat Agnes bingung, karena tidak ada masalah dengan video itu.
"bagaimana menurut loe, gue harus ngambil tindakan apa sekarang?" tanyanya kepada sahabatnya itu.
Agnes nampak berpikir, sebelum dia memberikan pendapatnya!. tidak ada, jawab Agnes apa adanya
Agnes jangan bercanda deh! loe liat sendiri kan, kalau Arlando bermain di belakang gue, sungut Yuna tak terima, karena Agnes, seolah-olah membenarkan perbuatan Arlando.
tapi loe harus ingat! bukanya kalian hanya menikah kontrak, dan disurat perjanjian juga, dikatakan kalau kalian tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing, jawab Agnes yang langsung membuat Yuna kini terdiam tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
memang benar semua yang di katakan Agnes, Yuna tidak punya hak untuk ikut campur urusan pribadinya!
apa lagi kontrak itu Yuna sendiri yang membuatnya.
"ta-tapi, seharusnya dia bisa!," ucapannya terpotong saat Agnes menggenggam tangannya.
Yuna, gue ngomong ini sebagai sahabat loe, kalau elo emang cinta dan sayang sama Arlando, loe perjuangin, Jangan loe lukain diri loe sendiri, ujarnya lembut berharap sahabatnya itu menurunkan ego-nya.
"lo-loe ngomong apa sih?, jawabnya gagap, udah ahh gue mau pulang!" Yuna lansung berdiri dan meninggalkan Agnes, baru selangkah Yuna berjalan Agnes, memanggilnya, sebaiknya kau pikirkan lagi saranku sebelum kau terlambat untuk menyadari hatimu," ujarnya menesehati agar sahabatnya itu tidak salah dalam mengambil keputusan.
diperjalanan Yuna masih mengingat, ucapan sahabatnya, memang benar yang diucapkan nya, apa aku memang sudah jatuh cinta denga nya?, tanyanya dalam hati, tentu saja tidak ujarnya menjawab pertanyaan sendiri. menyebalkan, gumamnya.
malem non!, sapa mang ujang, malam mang jawab Yuna lesu, dan berlalu masuk kedalam rumah.
sayang ko pulangnya malem banget? tanya mama Ratna, sambil mengulurkan tangannya, menyambut uluran tangan Yuna, yang mencium tangannya, ko sepi mom, Daddy mana? tanya Yuna lagi, karena tumben mamanya itu cuman sendirian.
papa ada di ruang kerjanya! ujar sang mama. owh Yuna hanya ber o ria, lalu meninggalkan mamanya menuju kamarnya.
kamarnya nampak masih gelap, apa dia blom pulang, pikirnya, lalu berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
setelah kepergian Yuna siang itu dari kantor, asisten Tris menemuinya karena ada sedikit masalah dengan pembangunan proyek di kota B, jadi Arlando dan asisten Tris harus membereskan masalah disana.
Arlando tak memberi tahukan kabar keberangkatannya kepada Yuna, karena dia sedang terburu-buru, karena semua serba mendadak.
sedangkan di kota B, bu Fatma yang sedang kesal melihat menantu barunya itu bukanya bekerja, malah ongkang-ongkang kaki, di rumah, kerjaannya cuman makan tidur makan tidur membuat bu Fatma geram, sedangkan Fitri sama sekali tak perduli, dengan suaminya itu, karena Fitri tidak mencintainya, dan tidak pernah berharap menikah dengannya.
sedangkan Rizal yang mendengar ocehan mertuanya itu, tidak menanggapinya, karena telinganya itu sudah kebal mendengar umpatan dan makian mertuanya itu.
malam harinya, Yanti yang baru pulang langsung menuju kamarnya, karena semua anggota keluarga sudah masuk kedalam kamar, padahal jam baru menunjukan pukul 8.20 tapi rumah sudah nampak sepi.
🔥🔥🔥
Yanti pun bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi Yanti yang sedang mengganti pakaiannya di kejutkan dengan pelukan orang dibelakangnya.
Yanti hendak berteriak, tapi mulutnya di bekap oleh orang yang Yanti amat kenal.
pria itu menggesekkan hidungnya, dibelakang leher Yanti, hingga membuat Yanti meremang, pria itu juga meremas salah satu gundukan kenyal miliknya, Yanti ingin memberontak, tapi dia juga menikmatinya, jadi dia membiarkan pria itu menjamahnya, karena Yanti juga menginginkannya, diputar nya tu-buh Yanti aga menghadap pria itu.
mereka saling menatap, dan me-nautkan bibir mereka, saling meelumat dan me-nyesap, pria itu menurukan ciumannya kearah leeher dan memberikan kecupan dan seseapan hingga leher dan dada Yanti penuh dengan cap kepemilikan.
__ADS_1
dua insan yang terbakar napsu itu, lupa kalau mereka berada dimana!, keduanya sudah terbakar hasrat, akhirnya penyatuan pun terjadi. Yanti menggila saat merasakan miliknya berdenyut, dan sipria makin mempercepat gerakannya, akhirnya meraka berdua mencapai puncak nirwana. "kau memang sangat nikmat sayang!," ujar pria itu sesudah mendapatkan pelepasan nya.