Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 35


__ADS_3

sebelum Huan membuka pintu mobil, Yuna menarik tangan pria itu, hingga Huan mengurungkan niatnya untuk membuka pintu karena Yuna menahannya.


"ada apa"?, Yuna tak menjawabnya dia malah mengecup pipi sebelah kiri Huan, Huan nampak terkesima dengan perbuatan Yuna yang tak bisa di tebak, lalu Huan membalas mengecup lembut kening Yuna dan membuka seat belt Yuna, yang blom dilepaskan nya tadi, Huan menarik tubuh Yuna dan memeluknya, dan menghirup wangi tubuh Yuna yang menurutnya membuat dia merasa tenang.


tok tok tok, pintu kaca mobil diketuk dari luar, hingga membuat mereka berdua tersadar.


ada rasa canggung antara mereka, Yuna segera merapikan penampilannya yang sedikit acak-acakan, akibat aksi mereka tadi.


Yuna nampak menurunkan kaca mobilnya agar dia bisa mengambil berkas yang Mira antar kan , yang tadi sudah di hubungi Yuna, semenjak keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


"terimakasih", ujar Yuna yang mendapat anggukan dari Mira. Mira yang melihat atasannya itu sedikit acak-acakan, dan di sampingnya juga ada pria tampan, otaknya yang emang sudah gesrek, mulai bertraveling, memikirkan yang bukan-bukan apa lagi melihat Owner nya, yang salah tingkah.


apa kamu menunggu saya usir dulu baru pergi!, ujar Yuna kesal, pasti karyawannya itu, tau dia sedang berbuat apa tadi. eh iya Miss saya permisi, Mira segera pergi, setelah berpamitan.


karena malu, Yuna lansung menyuruh Huan segera turun. sebaiknya kau turun, karena aku akan pulang, Yuna berbicara, tanpa menatap Huan.


kau marah! tanya Huan, yang sebenarnya dia juga malu, karena sudah bersikap tak senonoh kepada wanita di sampingnya itu. tapi ltu bukan kesalahan dia sepenuhnya, karena wanita di sampingnya itu ikut andil, jika bisa dia artikan wanita di sampingnya itu seperti "setan", yang siap menggoda manusia yang cetek iman seperti dirinya.


walaikum salam, Yuna segera berlalu pergi meninggalkan Huan,setelah pria itu turun dari dalam mobilnya. Huan masih memandangi kendaraan yang Yuna kendarai, hingga tak terlihat lagi.

__ADS_1


akhirnya Huan pun ikut pergi dari sana.


sesampainya di rumah, Yuna langsung berlari masuk ke kamarnya, dia memegangi bibirnya yang merah itu, dan memukulnya, "dasar tak tau diri, liat gara-gara kau, sekarang aku tidak ada muka", Yuna menangkup mukanya dengan kedua telapak tangannya. maluuuuu, tapi nagih, ahhhh... teriak Yuna histeris.


tapi! dari pada gue mati penasaran, karena ga gue cobain, Yuna sambil mengetuk-ngtukan jarinya ke bibirnya yang sedikit di monyong kan, malu dikit ga papa lah. ujarnya sambil terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


sedangkan Huan nampak tersenyum-senyum sendiri, dia mengingat tingkah konyol Yuna tadi, dengan beraninya wanita itu mengecup pipinya.


entah sejak kapan Huan mulai tertarik dengan Yuna, dan entah sampai kapan sandiwara ini akan berlanjut. karena dia tau, Yuna dan dirinya bagai langit dan bumi, seakan sangat sulit untuk bersatu karena dia tidak bisa menebak cara berpikir Yuna.

__ADS_1


mungkin hanya dia yang menganggap pernikahan itu adalah hal yang sakral, tidak dengan Yuna, Yuna menganggap pernikahan itu hanya di atas kertas. huan membuang napasnya kasar,.


sebelumnya dia tidak seperti sekarang ini, dulu saat dia masih berpacaran dengan Yanti, dia masih bisa menahan ha..sratnya, untuk menyentuh Yanti, tapi dengan Yuna, dia tidak bisa menahannya, seolah-olah, Yuna itu, "setan", yang selalu mempengaruhinya, agar bisa berbuat yang tidak-tidak. padahal mereka hanya kekasih kontrak. gumamnya tak habis pikir.


__ADS_2