Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 62


__ADS_3

padahal ada jalan bagus kenapa wanitanya itu malah lewat jalan yang blom dicor.


sedangkan Yuna hanya diam, Arlando menarik lengan Yuna yang nampak pucat karena kedinginan. didudukan nya wanita itu di kursi dan mencuci kakinya yang penuh dengan tanah.


Zaskia siapa yang datang? dan handuk itu untuk siapa? tanya bu Rina, yang bingung melihat putri keduanya itu terburu-buru, begitu juga kedua wanita yang sedari tadi duduk bersamanya.


Zaskia tak menjawabnya, hanya berlalu pergi.


Yuna tersenyum melihat perlakuan Arlando yang telaten membersihkan kakinya hingga bersih.


kak ini handuknya, Arlando segera menyambar handuk dari tangan Zaskia dan mengeringkan rambut Yuna, dengan pelan, zaskia yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


sedangkan bu Rina yang penasaran langsung keluar di ikuti Yanti dan Lola dibelakangnya.


mereka tercengang setelah sampai depan teras melihat adegan romantis Arlando dan Yuna.


dimana Arlando begitu telatennya mengeringkan rambut wanitanya dengan lembut.


setelah sadar dari keterkejutannya bu Rina menyuruh Arlando membawa Yuna kedalam, dia tidak ingin menantunya itu nanti sakit karena masuk angin.

__ADS_1


Arlando, sebaiknya cepat bawa istri kamu masuk, lalu suruh mandi air hangat, biar tidak masuk angin. Zaskia masakan air cepat buat kakakmu mandi, perintah bu Rina kepada putrinya.


sedangkan dua wanita itu terlihat tidak suka, dengan ucapan wanita paruh baya itu. yang sangat perhatian kepada Yuna.


ternyata disini sedang ada tamu? ujar Yuna yang entah bertanya dengan siapa, Lola yang merasa kikuk karena dia tidak menyangka rivalnya sekaligus bosnya itu akan datang kesini.


dan melirik kearah Yanti, lalu Yuna melangkah masuk kedalam, mendahului Arlando yang masih berada dibelakang , Arlando tersenyum tipis melihat sikap wanitanya yang terlihat menggemaskan baginya.


tapi tidak dengan Lola dan Yanti, sikap Yuna itu sangat menyebalkan ingin rasanya mereka memasukan Yuna kedalam karung dan menenggelamkannya ke dasar laut, batin mereka terlihat kompak.


setelah Yuna dan Arlando pergi, keduanya terlihat saling menyindir.


Yuna melangkahkan kakinya menuju kamar mandi! mana kamar mandinya? tanyanya pada pria di belakangnya, Arlan tak menjawab, dia jalan mendahului Yuna menuju kamar mandi, Yuna yang melihat itu merasa geram, tapi dia tetap mengikuti langkah kaki Arlando.


Yuna tercengang sesaat melihat kondisi kamar mandi, apa tidak ada shower disini? tanyanya karena di kamar mandi hanya ada ember dan gayung saja, Arlando hanya menggeleng.


lalu menutup pintu kamar mandi, meninggalkan Yuna sendiri disana, Arlando tau pasti wanitanya sedang mengumpat dirinya didalam sana.


Arlando memberikan baju ganti untuk Yuna, karena wanitanya itu pasti tidak membawa apapun kesini, pikirnya.

__ADS_1


wah sepatunya bagus sekali pasti harganya sangat mahal?, gumam Zaskia yang sedang membersihkan sepatu Yuna yang teronggok di tanah basah.


Arlando tercengang melihat penampilan Yuna, yang terlihat cantik hanya dengan memakai daster rumahan, kulitnya yang putih mulus, kontras dengan daster berwarna kuning, orang tidak akan menyangka jika daster yang Yuna pakai, daster 35 ribuan, seratus dapet 3. tapi terlihat mahal membalut tubuhnya.


apa kau sudah selesai memandangi ku? tanyanya jengkel. Arlando yang baru tersadarkan dari pesona wanitanya, hanya tersenyum simpul.


merekapun segera menuju ruang tamu, ''kalian belum pada pulang?,'' tanyanya kepada dua wanita yang sedari dia datang sudah merusak pemandangan, sambil mendudukkan bokongnya di sofa.


jangan di tanya sombongnya Yanti masih kalah jauh, bila dibandingkan dengan Yuna, matanya yang besar dan tajam seperti ingin menelan lawan bicaranya hidup-hidup, Yanti hanya bisa mengumpat dalam hati, kalau sudah berhadapan dengan Yuna.


aku sudah mau pulang sedari tadi, tapi aku pikir aku harus berpamitan dulu denganmu! Lola angkat bicara, karena dia tau atasannya itu sedang mengusir mereka. bukan secara halus, tapi terang-terangan mengusir.


"kau bisa Kemabli hari ini ke Jakarta, mumpung sekarang masih sore, biar masalah disini aku yang akan membereskan!." perintahnya


"baiklah kalau itu sudah keputusanmu, aku akan kembali hari ini juga" kau itu memang sangat-sangat menyebalkan, gumamnya dalam hati.


sedangkan Yanti ingin tertawa melihat wanita disampingnya tidak berkutik, di hadapan saingannya.


.

__ADS_1


__ADS_2