
''asal loe tau zaki! itu cowok namanya Kevin, dia ngekos, di jalan xx, dia itu sukanya daun tua, terkenal suka jalan sama Tante-tante, udah banyak korbannya.''jelas Irwan panjang lebar membuat Zaki menganga.
''kemana semua orang?'' tanyanya kepada Dian yang sedang duduk di ruang tamu sendirian.
''semua orang lagi pada keluar!'' jawab Dian cuek, karena dia malas melihat wajah Yanti yang sok kecantikan.
''kemana?'' tanyanya lagi sambil menatap sekeliling seperti mencari sesuatu.
Dian hanya mengedipkan bahunya tanda tidak tahu, Yanti yang melihat itu berlalu pergi menuju kamarnya.
saat dia akan membuka pintu, seseorang membekapnya, dan menariknya masuk kedalam kamar, Yanti yang sudah tau itu tangan siapa, dia hanya diam dan mengikuti langkah pria itu.
''aku kangen!'' bisiknya tepat di telinga Yanti, membuat Yanti memejamkan matanya, karena itu yang dia suka dari Rizal, pria yang agresif tapi penuh kelembutan memperlakukan wanita diatas ranjang.
hmmm, desah Yanti saat benda bulatnya di isap dan di *****, Rizal terus melakukan sentuhan-sentuhan kecil membuat Yanti mabuk kepayang dibuatnya, hingga penyatuan pun terjadi, erangan kenikmatan menggema di seluruh ruang kamar.
__ADS_1
sedangkan Fitri yang hendak memeriksa kan kandungannya tidak sengaja terserempet mobil angkot, saat dia akan menyebrang dan langsung dibawa warga kerumah sakit karena kondisinya menghawatirkan.
''keluarga pasien?'' tanya dokter yang akan menangani Fitri
''maaf pak dokter! kami hanya menemukan pasien terserempet mobil angkot, karena rasa kemanusiaan jadi kami bawa kesini, kami tidak tau keluarganya karena wanita hamil ini hanya sendirian waktu kami temukan. ''ujar warga yang menolong Fitri
''Dok,. saya tau inikan keluarga pasien, yang bernama Sheila Arlando, pasien penderita jantung!.'' ujar salah satu perawat yang pernah merawat Lila.
''sus sebaiknya kamu segera hubungi keluarga pasien, karena kita harus segera mendapatkan persetujuan keluarga pasien, agar bisa mengambil langkah selanjutnya.'' ujar dokter yang akan menangani Fitri.
''apa? baik dok kami akan kesana!'' ujar Zaskia panik.
''Fitri Om! dia sekarang sedang kritis dirumah sakit, karena terserempet mobil.'' ujar Zaskia khawatir.
akhirnya Zaskia dan Om Zaki, bergegas pergi kerumah sakit.
__ADS_1
setelah mendapatkan persetujuan dari Om Zaki, Fitri segera ditangani, karena kondisinya mengalami pendarahan dan bayinya harus dikeluarkan.
''Om aku sudah coba menghubungi keluarga kak Fitri tapi tidak ada yang mengangkat sambungan telponku!,'' ujar Zaskia
''suami pasien?'' panggil dokter yang menangani Fitri.
''suaminya sedang diluar kota, saya Om nya dok!''
''maaf sebelumnya kami sudah berusaha tapi kami tidak bisa menyelamatkan janinnya. karena bila di pertahankan akan membahayakan pasien, jadi kami tidak punya pilihan, kami hanya bisa menyelamatkan pasien tidak dengan janinnya.''
Zaskia yang mendengar itu menangis di pelukan Om Zaki, ''Om bagaimana kita menjelaskannya kepada kak Fitri, kalau bayinya sudah tidak ada?.''
Fitri yang sudah terbangun menangis histeris karena sudah kehilangan bayinya, ''hik hik hik, Zaskia ini tidak mungkin kan bayiku tidak mungkin meninggal?'' tangisnya pecah
Zaskia memeluknya dan memberikan kekuatan, ''sabar kak ini adalah ujian buat kakak, ikhlaskan karena Ade bayinya sudah tenang di surganya Allah.''
__ADS_1
''Fitri, putrimu akan dimakamkan dimana?'' tanya Om Zaki, karena dia bingung, keluarga Fitri sulit untuk di hubungi.
Fitri yang mendengar itu, makin menangis sejadi-jadinya, Om Zaki mencoba menenangkan Fitri dengan memeluknya. Fitri yang merasa nyaman diperlukan Om Zaki sekarang sudah lebih tenang.