
"iya..mama Lila kangen sekali dengan papa!" jawabnya polos
"apa!.. Lila mau mama telponin papa?", tanya Yanti yangng langsung dijawabi anggukan cepat oleh bocah 4 tahun itu, iya mama Lila mau telpon papa."
Yanti memasang wajah sedihnya, berharap anaknya itu mengasihaninya.
mama kenapa sedih?, tanyanya polos. mama tidak apa-apa sayang! hanya saja papa masih marah sama mama!, jawabnya sambil melirik ekspresi sang putri,.
mama jangan sedih yah!, papa gak bakalan marah sa mama, kalau papa nanti marahin mama nanti Lila ngambek ga mau makan, ujar bocah itu sambil memeluk sang mama dengan sayang. Yanti tersenyum licik, karena sudah berhasil mencuci otak putrinya.
sayang katanya mau telpon papa?, ujar Yanti mengingatkan. owh iya Lila hampir lupa, jawab bocah 4 tahun itu sambil berlari, menghampiri sang bibi.
"bibi boleh Lila telpon papa?", ujarnya memohon kepada Zaskia.
"tentu saja sayang! apa Lila kangen papa?" tanya Zaskia sambil memangku Lila.
__ADS_1
"hore, iya bibi Lila kangen sama papa", teriak Lila senang karena dia akan menelpon papanya, yang hampir satu minggu ini tidak bertemu karena kesibukannya.
saat Zaskia akan mendial nomor Huan, Yanti mencegahnya.
"Zaskia, pakai ponsel kakak saja", ujar Yanti yang memang ingin mengetahui nomor kontak baru Huan, karena nomor yang lama, sudah lama tidak aktif.
Zaskia Nampak berpikir dan melirik sang ibu meminta pendapat ibu Rina!. ibu Rina yang mengerti tatapan Zaskia, menganggukkan kepalanya tanda setuju, dan akhirnya Yanti yang menghubungi Huan, dengan rasa percaya diri yang tinggi berharap Huan,, akan terpikat lagi dengan kecantikan yang dia punya.
baiklah mana ponsel kakak!, lalu Zaskia langsung mengetikan nomor ponsel kakaknya. dan panggilan pun tersambung.
sebelum menggapai ponselnya, Huan menatap Yuna yang masih tertidur, dengan gerakan hati-hati agar tak membangunkan istrinya, Huan menggapai ponselnya yang sedari tadi berdering.
nomor baru! gumamnya. Huan menggeser tombol hijau, sebelumnya dia membenarkan posisinya, dan meletakkan kepala Yuna keatas bantal, yang sebelumnya berada diatas dadanya.
papa, teriak bocah 4 tahun itu penyampa papanya dengan mata yang berbinar dan senyum mengembang, ayah dan anak itu mengekspresikan, kerinduan mereka.
__ADS_1
"papa Lila kangen", ujarnya
"papa juga kangen sayang, putri cantik papa sedang apa?" tanyanya
"Lila sedang bermain sama mama", dan mengarahkan ponsel itu kearah mamanya.
"assalamualaikum mas gimana kabarnya?", tanyanya tanpa membuang kesempatan. karena tujuannya hanya ingin bercakap-cakap dengan Huan, dan Dengan perantara putrinya, semua berjalan sesuai rencananya.
"walaikum salam, Alhamdulillah baik", ujar Huan yang merasa, dadanya bergemuruh, dia tak menampik, memang dihatinya, masih ada rasa untuk Yanti, karena bagaimanapun perasaannya tidak bisa di bohongi, dia masih mencintai wanita yang sudah beberapa kali mengecewakan nya.
tanpa sepengetahuan Huan, Yuna mendengarkan, semua percakapan mereka dan melihat raut wajah tampan suaminya, masih ada cinta untuk wanita yang berbicara lewat sambungan video call.
"sayang kau sedang bicara dengan siapa", tanya Yuna pura-pura tidak tahu, sambil melingkarkan tangannya memeluk tubuh Huan.
Yanti yang mendengar ada suara di samping tubuh mantan suaminya merasa geram, tapi tidak dengan anak 4 tahun itu, dia memanggil namanya.
__ADS_1
"mama Bella" teriaknya antusias sambil merebut ponsel yang sedang di pegang mamanya, Yanti merasa kaget Dengan tindakan putrinya, yang begitu antusiasnya menyapa wanita licik itu, karena Yanti tidak akan lupa dengan kelakuan Yuna dan mamanya tempo hari karena sudah membuatnya rugi, mobil sports nya harus masuk bengkel, karena di tabrak depan dan belakang.