
mah, gimana apa mama sudah memberikan surat dari pengadilan itu, ujar Dian menantu ibu Fatma. udah sayang, ujar bu Fatma kepada sang mantu. nyonya ada mas Huan, sama pak RT ada di depan, ujar Art.
ya sudah kamu boleh pergi.
assalamualaikum, ucap Huan, zaki dan pak RT serentak walaikum salam, ujar bu Fatma dan Dian, ada keperluan apa pak RT kesini dan membawa sampah kesini, Huan hanya beristigfar dalam hati. siapa yang anda pangil sampah gentong bocor? Zaki omnya Huan tidak terima bila keponakannya dihina. kurang ajar kamu dasar kelurga miskin, bu Fatma tidak terima karena sudah di panggil gentong oleh om Zaki, sedangkan pak RT, Huan dan Dian hanya menahan tawa atas sindiran yang Zaki layangkan. om Zaki memang paling berani diantara saudaranya yang lain.
sudah-sudah, sela pak RT, yang sudah mengendalikan diri dari tawanya. bu Fatma maksud kami kemari untuk bericara baik-baik, dan bapak Huan ingin menyampaikan niatnya, bapak Huan silakan, ujar pak RT mempersilakan Huan memberi tahukan maksud dan tujuannya, lalu Huan memberikan amplop coklat yang sudah di bubuhi tanda tangannya.
__ADS_1
saya Huan Arlando, maksud datangnya saya kesini ingin mengembalikan Yanti anatasa binti Yanto Herlambang kepada keluarganya, dan dengan ini jatuhlah talak saya, saya talak dia dengan talak tiga. talak talak talak. Huan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan dia berharap keputusan yang di ambilnya benar.
kalau sudah selesai kalian boleh pergi, dan jangan injakan kaki kalian kerumah ini, ujar bu Fatma mengusir ketiga orang itu.
setelah keluar dari rumah bu Fatma.
om kenapa, ko diem aja? ujar Huan khawatir, karena semenjak keluar dari rumah bu Fatma, omnya itu jadi pendiam. om ga papa cuman om lagi mikir ko bisa pak Yanto yang alim itu betah tinggal ama kuda Nil. ihhh serem om zaki bergidik ngeri membayangkannya, sedangkan Huan hanya terkekeh dengan pemikiran omnya itu. "Huan,, kamu yang sabar allah pasti punya rencana, ambil hikmahnya dengan apa yang sudah terjadi, semua akan indah pada waktunya. ujar om Zaki memberi tausiyah. iya om!, mohon doanya. ujar Huan senang disaat keadaannya seperti ini masih ada orang perduli, salah satunya ya omnya ini.
__ADS_1
"bu Fatma tampak bingung padahal dia ingin anaknya Yanti segera menceraikan Huan, tapi stelah semua keinginannya terkabul, seperti tidak bahagia, mama kenapa ujar Dian melihat raut muka bu Fatma seperti orang yang sedang menyesali perbuatannya, mama tidak apa-apa, udah buruan sana masak bentar lagi jam makan siang, bu Fatma mengalihkan pembicaraan."
totk tok tok. masuk! Yuna memberi ijin, selamat siang Miss Anabella, siang Reva. apa kau sudah membawa apa yang aku pinta, ujar Yuna, ini Miss, ok terimakasih kau boleh kembali ke asalmu, ujar Yuna, yang membuat Reva tersenyum, karena tingkat sang bos. permisi, ujar Reva. Yuna melihat Reva dan memutar bola matanya malas. pergi sana.
Ren,, tumben loe nelpon? ujar Huan, loe ada waktu ga? kalau ada kita ketemuan di depan cafe RS, jawab Reno. ga, gue udah ga sibuk, ok lima belas menit lagi kita ketemu. jawab Huan.
hei bro, dari tadi loe? tanya Reno kepada sahabatnya itu!. ga gue baru datang. jawab Huan, mau minum apa loe?, kopi hitam aja, tanya Huan, mbk kopi hitam dua. Reno memperhatikan intens wajah dan tubuh Huan, yang membuat Huan merasa risih dengan tingkah aneh sahabatnya itu. loe kenapa liatnya gitu? Huan menutupi dadanya dengan kedua tangannya seolah dia adalah gadis, yang tengah melindungi asetnya dari pria hidung belang. gila loe gue masih normal gue ga doyan batangan. ujar Reno . trus ngapain loe ngeliatin gue kaya gitu, kalau bukan tatapan napsu, cerosos Huan. loe jangan mikir aneh-aneh deh, gue normal. punya cewek gue ORI ga kaya loe. jawab Reno, dan akhirnya mereka tertawa bersama hingga si mbk datang mengantarkan pesanan mereka.
__ADS_1