Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 28


__ADS_3

" apa 150 juta", teriak Yanti terkejut dengan biaya yang harus dia keluarkan untuk perbaikan mobilnya.


sialan mereka lihat saja, aku akan membuat perhitungan nanti dengan mereka. gumamnya


Melda memeluk suaminya dengan posesif, dan ******* bibirnya dengan rakus, sebenarnya dia tidak rela berpisah dengan suami bulenya itu, walaupun semenit, kalau dia tidak sedang bekerja mungkin dia akan ikut dengan suaminya terbang ke London.


, maaf saya terlambat ujar Yanti yang baru saja datang, Melda yang melihat itu tak suka, dan dia melihat penampilan Yanti, yang menurutnya bukan seperti sekertaris melainkan seperti wanita murahan.


Melda menghampiri Yanti, apa kau ingin menggoda suamiku dengan berpenampilan seperti itu, apa kau tau penampilanmu itu seperti wanita murahan, celetuk Melda tak berperasaan.


Yanti yang mendengar itu, ingin sekali dia menjambak rambut wanita sombong yang berdiri di hadapannya. "maaf nyonya saya tak punya pikiran seperti itu", ujar Yanti menyangkal, walaupun dia tau semua itu benar.

__ADS_1


baguslah kalau kamu tau diri, tapi ingat kalau kamu berani menggoda suamiku aku pastikan!, hidup dan karirmu itu yang akan di pertaruhkan.


sayang sudahlah hentikan, Yanti kau jalan duluan, ujar Jacob.


"baik tuan nyonya saya permisi". ujar Yanti, berani sekali dia mengancam ku lihat saja aku akan buat suamimu meninggalkan mu. batin Yanti, sambil tersenyum sinis, dia terus melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya, karena sebentar lagi pesawat akan take off.


Jacob duduk di sebelah Yanti, Yanti dengan sengaja menaikan kaki jenjangnya ke kaki satunya hingga rok sepan pendeknya sedikit naik keatas, sehingga terlihat betis dan paha Yanti yang putih mulus.


"maafkan istriku tadi, dan jangan hiraukan ucapannya", ujar Jacob


tak masalah tuan, jawab Yanti dengan senyum yang di buat semanis mungkin.

__ADS_1


kalau kita sedang berdua panggil saja aku Jacob, biar lebih akrab ujarnya lagi.


baiklah Jacob, ujar Yanti tersenyum penuh arti. akhirnya mereka pun mengobrol. entah siapa yang memulai, bibir keduanya mulai bertautan, Jacob menyecap mengisap dan ******* bibir Yanti dengan ganas, Yanti ikut membalas ciuman panas itu, Yanti mendesah saat tangan Jacob meremas dua gundukan itu, tak berhenti di situ saja, tangan Jacob mengelus paha putih Yanti, tanpa melepas tautan bibirnya dengan bibir Yanti, tapi saat Jacob ingin melesatkan tanganya kedalam rok yang di kenakan Yanti, lampu kabin menyala, akhirnya mereka menghentikan kegiatan panasnya, dengan napas yang tersengal-sengal.


padahal milik Jacob sudah mengeras di bawah sana, dan milik Yanti pun sudah basah, jika mereka sekarang bukan sedang di udara mungkin mereka, sudah berbuat lebih.


Jacob mengelap bibir Yanti yang basah dengan ibu jarinya. karena ulahnya tadi.


"Yanti membisikan sesuatu kepada Jacob yang sudah tidak nyaman karena yang di bawah sana, sedang berontak minta di keluarkan, aku akan membantumu untuk menidurkannya". ujar Yanti dengan suara sensualnya setelah lampu kabin padam, dan pramugari sudah mengangkut bekas makan mereka, Yanti mulai berjongkok di depan Jacob yang sedang duduk.


Yanti mengambil selimut yang sudah di sediakan oleh pihak maskapai, untuk menutupinya agar aksinya tidak ada yang melihat, Yanti melakukan tugasnya di bawah dengan sangat lihainya, tanpa di duga Jacob mengerangan kenikmatan, Yanti bergerak sangat lihai, hisapan yang di berikan Yanti di bawah sanah, membuat Jacob terbang, matanya merem melek merasakan saat lahar panas itu menyembur di mulut Yanti, Jacob sangat puas dengan apa yang di lakuan Yanti, hingga dia pun merasa lemas.

__ADS_1


ditariknya Yanti dari bawah sana , dan di lumatnya bibir itu, masih ada rasa asin di bibir Yanti, karena Yanti ******* abis cairan kental itu.


__ADS_2