Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 43


__ADS_3

setelah melepaskan tautan tangan mereka, Huan pamit pergi sebentar.


bagaimana kalau kita makan?, sayang apa kau sudah lapar ujar Yanti lembut, kepada sang putri, iya mama aku lapar,, baiklah ayo kita makan!, ibu kita makan dulu yah, sebelum ibu Rina menyetujuinya ia menatap ke arah Yuna, minta persetujuannya, bagaimana pun dia tidak mau lancang dan menyakiti hati menantunya itu, setelah mendapat persetujuan Yuna, baru ibu Rina mengangguk setuju, atas ajakan mantan menantunya, karena ini memang waktunya Lila untuk makan dan mengkonsumsi obat. sialan! masalah seperti ini dia harus meminta persetujuan nya, gumam Yanti dalam hati


lalu mereka menuju resto terdekat, Yuna hanya mengikutinya dari belakang, lalu mengambil tempat duduk menghadap luar, agar Huan bisa menemukannya.


ibu , Zaskia kalian mau pesan apa?, tanya Yanti mencoba menarik simpati mantan mertuanya itu.


ibu dan Zaskia apa saja. dan kau mau aku pesankan? tanya Yanti kepada Yuna dengan angkuh.


tidak! "terimakasih," aku sedang menunggu suamiku!, jawabnya tak kalah angkuh.


sayang!, Huan segera menghampiri istrinya itu, kau tidak pesan makan? tanya Huan, sambil mengeluarkan sandal dari paper bag yang baru dia beli, Huan berjongkok, dan melepaskan sepatu yang Yuna pakai, dan menggantinya dengan sandal, Yuna yang melihat itu, tersenyum lalu mengucapkan, "terimakasih sayang", ujarnya sambil mengecup bibir Huan.


dan semua itu tak lepas dari pantauan Yanti, yang membuat Yanti makin geram, ibu dan Zaskia malah mendukung adegan mereka.


mas kamu mau pesan apa? tanya yanti.


bukanya menjawab Huan malah bertanya kepada istrinya itu mau makan apa.


sayang aku mau makan sushi, ujar Yuna manja, dan di angguki oleh Huan. ibu aku ke resto sebelah dulu, nanti kalau ibu sudah selesai makan hubungi aku, Huan langsung memasukan sepatu Yuna kedalam paper bag, dan dititipkan ke Zaskia.


sayang papa mau anter mama Yuna, ke resto sebelah dulu yah, ga papakan? tanya Huan pada putrinya,. iya papah ga papa. ujar bocah 4 tahun itu. yang makin membuat Yanti mengepalkan tangannya.

__ADS_1


setelah sampai di resto Jepang Yuna, langsung memesan makanannya, Yuna banyak sekali memesan. kau mau pesan apa? tanyanya pada Huan.


mm samain aja, ujar Huan.


setelah pulang dari mall dan mengantar ibu, Zaskia dan Lila pulang, Huan lansung menuju salon untuk mengambil kendaraannya.


Yuna yang sudah sampai rumah, bi tolong bawain belanjaan, di dalam mobil. iya non! jawab bi Mina.


bi Mina yang melihat wajah anak majikannya itu di tekuk, jadi kepo. "non,, den ganteng mana? tanyanya.


Yuna hanya meliriknya. "eh ga jadi nanya non", ujar bi Mina gelagapan karena melihat tatapan Yuna tak bersahabat.


ehh itu den ganteng, ujar bi Mina, Yuna yang mendengar itu, langsung melangkah kan kaki jenjangnya ke lantai atas.


sesampainya dikamar Huan langsung meletakan paper bag belanjaan Yuna di samping tempat tidurnya.


Yuna yang baru keluar dari kamar mandi langsung menuju lemari pakaian. tanpa menghiraukan kehadiran Huan.


Huan masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


pintu di ketuk, masuk!, non ini kopi buat den ganteng, ujar bi Mina, taro saja di meja bi. ujar Yuna.


saat bi Mina akan berbalik, pintu kamar mandi dibuka dan keluarlah Huan dengan hanya menggunakan handuk, bi Mina yang melihat itu menganga, melihat tubuh gagah majikannya, Yuna yang melihat itu langsung menarik bi Mina untuk keluar, Huan yang baru sadar keberadaan pembantunya kembali lagi masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


bi cepat keluar, teriak Yuna kesal, karena pembantunya itu bukannya pergi, dia malah terkesima melihat tubuh suaminya. iya non, bibi pergi, ujar bi Mina sambil berlari.


apa kau tidak lihat kalau ada bi Mina di dalam kamar? tanya Yuna kesal. Huan tak menjawabnya, dia malah berjalan mendekati Yuna dan langsung memeluknya.


Yuna yang terkejut, langsung mengurai pelukannya dengan replek Yuna menampar Huan.


Huan yang mendapatkan tamparan dari Yuna langsung menyentuh pipinya yang terkena tamparan.


maafkan aku, dengan gugup Yuna mengatakan itu saat tangannya hendak menyentuh pipi Huan, Huan malah menghindarinya dan menuju lemari pakaian, untuk menganti pakaiannya.


lalu dia berlalu pergi keluar dari kamar.


Huan berjalan cepat munuju teras rumah, Arlando kamu mau kemana?, baru pulang ko sudah mau pergi lagi, tanya mama Ratna menghampirinya, maaf mah aku harus pergi, karena ada pekerjaa dadakan Huan, mengambil tangan Mama Ratna lalu mencium punggung tangannya.


Yuna yang berdiri di lantai atas hanya memandangi kepergian Huan.


Yuna memandangi tangannya yang sudah menampar Huan. tanpa terasa butiran kristal yang ia tahan akhirnya meleleh jua.


sedangkan Huan, sedang membahas pekerjaannya dengan Mariska, dan dosen-dosen yang lain.


"Huan,, panggil Mariska. iya ada apa Ris? tanyanya.


boleh aku ikut menumpang, karena aku tak membawa kendaraan. ujarnya memelas. naiklah, ujar Huan, yang membuat Mariska bersorak girang.

__ADS_1


tanpa Huan ketahui ada 4 pasang mata yang memperhatikan interaksi mereka.


__ADS_2