
malam itu Huan nampak sedang berpikir, dia bingung dengan situasi yang tengah dia hadapi saat ini.
flashback on
pernikahan itu bukan permainan, karena dia mengikat dari kata aku, kamu menjadi kita!. tutur Huan dengan sangat lembut. aku pernah gagal membina rumah tangga begitu juga kamu, karena pernikahan itu mengikat dua insan yang saling mencintai, bukan karena keterpaksaan, Huan menatap mata Yuna yang juga sedang menatapnya.
kamu tau, perpisahan bukan hanya menyakiti kita tapi menyakiti banyak orang, terutama anak!. jujur Huan memang belum siap untuk membina rumah tangga, karena luka yang di torehkan mantan istrinya teralu dalam dan masih sangat basah, dia takut akan gagal lagi, Huan dan mantan istrinya dulu saling mencintai, bisa berpisah, apa lagi ini tidak ada cinta diantara mereka, hanya ada sandiwara diantara mereka.
apa aku tidak menarik di matamu?, tanya Yuna yang membuat Huan menatap nya tak berkedip. aku tau aku seorang janda!, 2 kali malah, akupun tak sesempurna seseorang yang mungkin pernah singgah di hatimu "mungkin", tapi kenapa kita tidak mencoba?. ujar Yuna dengan mimik di buat seperti orang tak berdaya.
aku harus membuatnya menyetujui pernikahan ini, kalau dia menolak bisa-bisa, Daddy akan menikahkan aku dengan si Turki itu. gumam Yuna dalam hati.
kau sangat menarik, Huan yang saat itu ingin menggenggam tangan Yuna untuk memberikan kekuatan ia urungkan, karena dia tidak mau dianggap lancang karena sudah menyentuh Yuna.
kau tau Daddy ku kemarin hampir terkena serangan jantung, karena aku menolak untuk menikah lagi, ujar Yuna jujur
__ADS_1
Huan melihat itu merasa iba, dan akhirnya Huan pun mau menerimanya.
flashback off
"nak", panggil ibu Rina, kepada putranya yang sedang melamun itu, Huan nampak terkejut karena tiba-tiba ibunya itu sudah berada di depanya.
'ibu", aku baik, ada apa bu? tanya Huan lembut. apa kamu sedang ada masalah sampai-sampai ibu panggil-panggil kamu tidak dengar, ujar ibu lagi
ehemm, Huan berdehem!, untuk menetralisir kegugupannya, bu apa boleh Huan menikah lagi? ujar Huan hingga membuat ibu Rina membolakan matanya tak percaya.
tapi dia tidak sedang ibu Rina memberi kode seperti gerakan melingkar di perut?, tanyanya khawatir, seperti yang sudah-sudah. karena yang dia tau putranya itu dulu menghamili anak gadis orang sebelum mereka menikah, dan melahirkan "Lila", cucunya, karena ibu Rina tidak tau kalau sebenarnya Lila itu bukan darah daging Huan.
tidak bu, dia tidak sedang hamil, dan kami sudah mengenal hampir 3 bulan ini.
Alhamdulillah kalau memang benar, bisa kan kamu pertemuan kan ibu dengannya? dan apa dia tau status kamu?, tanya ibu Rina khawatir takut-takut, wanita yang akan dinikahi putranya tak menerima cucunya.
__ADS_1
dia sudah tau semua bu, dan aku akan mempertemukan ibu dengannya. ujan Huan meyakinkan ibunya agar beliau tidak khawatir.
Yuna yang merasa lelah karena beban pikiran, dia bukan saja memikirkan keinginan sang papa tapi dia juga memikirkan, pekerjaannya karena beberapa bulan ini dia merasa ada yang aneh, dengan pendapatan salon, karena semua tidak sesuai dengan yang di laporkan asistennya, liat saja kalau sampe ketemu gue bikin perkedel tuh orang. batinnya, karena terlalu lelah dengan pikirannya, akhirnya Yuna pun tertidur.
keesokkan harinya.
selamat siang nona? apa bisa bertemu nona Anabella Maharani Sanjaya!. ujar Huan
apa sebelumnya anda sudah punya janji, ujar sang resepsionis.
iya nona saya sudah membuat janji dengannya.
baiklah anda boleh duduk disana tuan, sang resepsionis menyuruh menunggu di ruang tunggu, karena owner sedang mengadakan meeting.
sedangkan Yuna, masih diruang meeting nya.
__ADS_1
siapa yang membuat laporan, salon cabang untuk kota B?, tanya Yuna dengan menatap semua pekerjanya. apa ada masalah Miss Yuna? tanya Lola. tanpa mau menjawab Yuna membubarkan meeting nya. baiklah meeting kita akhiri. Yuna melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tempat dia meeting. dan lansung menuju ruangannya.