
apa mau kalian? tanya seorang wanita yang saat ini tengah di kepung beberapa pria, nona kau cantik sekali! ujar pria itu sambil menjawil dagu Lola.
Lola berjalan mundur tapi para preman itu malah tambah berjalan maju. ketika Lola hendak lari salah satu preman itu memegang tangannya. lepaskan teriak Lola, tolong-tolong, dia berteriak minta tolong dan berharap ada yang mendengarnya.
para preman itu tertawa dan salah satunya ada yang hendak menarik pakainya, ketika dia hendak menyentuhnya, tiba-tiba tangannya melayang lalu bug bug.
preman itu terjatuh karena tak bisa menopang tubuhnya, siapa kamu jangan ikut campur urusan kami? makinya, lalu mereka berdua menyerang Huan, jadilah mereka baku hantam, Huan yang memang jago beladiri tidak sulit untuk melumpuhkan kedua preman itu.
Arlando aku takut!. tiba-tiba Lola memeluknya dengan erat, setelah para preman itu kabur! tapi Huan tak membalas pelukan wanita di depannya.
kau tidak apa-apa?, tanyanya khawatir takut ada yang terluka, Lola hanya menggeleng dalam dekapan Huan, tanpa mereka ketahui ada orang yang sedang merekam adegan mereka berdua.
sebaiknya aku antar kau pulang!, lalu dia melerai pelukannya tapi Lola semakin mengeratkan pelukannya, aku takut mereka akan datang lagi?, ujar Lola, tak ingin melepaskan pelukannya. kau tak akan apa-apa aku ada disini. ujarnya menenangkan, walaupun dia tidak bisa tenang karena pelukan Lola.
lalu Huan mengantarkannya ke apartemen milik Lola, sebaiknya aku lansung pulang saja, "Arlando,, aku akan membuatkan mu minuman dulu sebentar, tidak usah, ini sudah malam sebaiknya aku pulang, ujar Huan yang tak enak karena berada berduaan dengan yang bukan muhrimnya.
Lola memasang raut sedih, yang membuat Huan tak bisa menolaknya!, baiklah,, ambilkan aku air putih saja!, ujarnya akhirnya, lalu Lola pun beranjak mengambilkan minuman untuk Huan.
__ADS_1
lalu Lola memasukkan sesuatu kedalam minuman yang dia buat buat Huan!.
.
lola terkejut saat Huan memanggil namanya, iya ada apa? jawabnya gugup karena takut jika Huan memergokinya sedang memasukan sesuatu ke dalam minumannya.
boleh aku meminjam toiletmu?, ah iya tentu saja masuk saja ke dalam kamarku karena toiletnya cuman ada satu, lalu Lola pun menunjukan letak kamarnya.
selagi Huan berada didalam kamar mandi, Lola menunggunya di sofa, Lola melihat ponsel huan berdering tanda ada panggilan masuk, dan dia lihat siapa yang menelepon."Yuna,, gumamnya. sambil tersenyum miring.
lalu dia mengangkat panggilannya. assalamualaikum? Yuna memberi salam!, walaikum salam, di jawab oleh Lola. Yuna memandang ponselnya, ga salah ko tapi kenapa yang ngangkat perempuan, ini siapa? ujar Yuna.
siapa yang menelepon?, tanya Huan yang tak suka melihat kelancangan Lola, karena sudah menyentuh ponselnya.
maafkan aku Arlando, aku lancang mengangkatnya, karena aku lihat itu panggilan dari Yuna, mungkin penting jadi aku mengangkatnya! ujarnya pura-pura menyesali perbuatannya, padahal dia memang sengaja melakukan itu, agar Yuna emosi dan kebakaran jenggot.
sebaiknya aku pulang permisi! ujar Huan pamit, tapi Lola, mencegahnya, sebaiknya kau minum dulu! ujarnya, karena dia tidak mau rencana yang dia susun gagal. aku bisa minum di rumah nanti, sekarang aku tidak haus. jawabnya lalu berlalu pergi.
__ADS_1
sesampainya di rumah, Huan terus menghubungi ponsel Yuna tapi tidak di angkat-angkat, entah sudah berapa puluh kali dia menghubunginya.
Agnes yang melihat ponsel temannya tak berhenti berdering!, berusaha pengambilnya, kenapa ga diangka ujar agnes, yang baru selesai mandi, tapi tak ada jawaban dari si pemilik ponsel.
ngapa sih loe Yun, muka di tekuk, udah kaya suami direbut pelakor aja selorohnya, yang sukses membuat Yuna mendelikan matanya.
"loe tadi nelpon siapa?, nyampe mimik muka loe kaya kuntilanak di selingkuhin gitu!", tanyanya penasaran karena beberapa menit yang lalu, kondisi temannya itu kaya battre ponsel full tapi ko sekrang kaya ponsel low batt, pikirnya.
"gue nelpon Arlando!," jawabnya singkat.
lah terus? biasanya loe kaya orang gila? saking bahagianya! kalau habis telponan ama si-alan itu. ujarnya, yang bisanya bisa membuat Yuna marah tapi kali ini hanya diam.
"Arlan ada di apartemen milik Lola!," ujarnya lagi mengalikan pandanganya kearah jendela kaca hotel tempatnya menginap.
loe tau dari mana? kalau si-alan itu berada disana!. lagian ngapain dia ketempat Lola?, apa suami loe open BO, selorohnya lagi hingga membuat Yuna melemparkan buku yang sedang dia pegang! Agnes tertawa terbahak-bahak, melihat reaksi Yuna yang kaya istri ga dapet jatah itu.
"temen gada akhlak loe!", umpatnya kesal.
__ADS_1
Lola sendiri yang bilang tadi!, dia yang ngangkat telpon dari Arlan, dia bilang kalau Arlan sedang ke toilet! loe sendiri kan tau!, kalau toilet di tempat Lola cuman ada satu, letaknya ada di kamarnya, apa yang di katakan loe bener kalau Arlan open BO, ujarnya lemes.
iya kali! apa berarti loe cemburu gitu?, Agnes sambil mengelus-ngelus dagunya dengan jari telunjuknya yang nempel di dagu dan jari jempolnya ada di pipinya, seolah lagi berpikir. jawab Agnes asal tapi sukses membuat Yuna sangat kesal.