
Fitri yang sedang melamun di kaget kan oleh Dian kakak iparnya, ada apa kak? tanya Fitri, kepada Dian yang masuk tanpa permisi.
di luar ada Reno, mau ketemu sama kamu katanya.
"Reno", memang ada apa kak dia datang kesini? tanya Fitri kepada kakak iparnya itu.
"mana kakak tau, mungkin dia mau membicarakan pernikahan kalian", tebak Dian. sana temuin calon suami kamu.
bilangin ke Reno tunggu sebentar!. balas Fitri.
setelah Dian pergi, ada apa kak Reno kesini, apa benar kata kak Dian, dia kesini ingin membicarakan pernikahan kami!, gumamnya.
Fitri tersenyum senang, Fitri memang sudah lama menaruh hati kepada Reno. mungkin ini kesempatan Fitri untuk mendapatkan orang yang selama ini dia cintai.
"kak Reno". panggil Yanti saat melihat orang yang dia kagumi sedang berdiri membelakanginya.
Reno menoleh!, hei gimana kabarmu? tanya Reno kepada Fitri, aku baik kak, jawab Fitri.
bisa kita bicara berdua? tanya Reno. bisa kak, mau bicara dimana, ujar Fitri.
gimana kalau kita keluar sambil cari makan, ajak Reno.
baiklah aku akan siap-siap dulu, ujar Fitri sambil berlalu pergi.
kak, katanya kakak mau ngomong sesuatu! setelah mereka sudah sampai di sebuah cafe. Fitri membuka percakapan, karena Reno hanya diam.
ehemm, Reno berdehem untuk mengatasi kecanggungan nya. Fitri sorry aku ga bisa nikahin kamu, kamu tau sendiri aku ga melakukan apa-apa kepadamu, tolong kamu beri penjelasan kepada keluargamu, kalau aku tidak pernah menyentuh kamu, ujar Reno memohon.
deg!, maaf kak aku ga bisa, ujar Fitri
tapi kenapa? kamu sendiri tau kalau aku tak melakukan itu.
karena kakak sudah memperkosa aku, ujar Fitri sedikit berteriak, jika kakak tidak mau bertanggung jawab, lebih baik aku bunuh diri. ancam Fitri.
sehingga pengunjung cafe menatap kepada mereka.
hei bang kalau berani berbuat harus bertanggung jawab, maki pengunjung cafe menyudutkan Reno, sedangkan Fitri sudah pergi, meninggalkan nya.
Fitri kembali ke rumah, dengan emosi yang memuncak, aku tak akan pernah melepaskan mu kak, kau adalah milikku, Fitri tersenyum miris.
__ADS_1
sedangkan Reno tidak menyangka, bila Fitri gadis yang sudah dia anggap seperti adik memiliki sikap se egois itu. "satu-satunya cara aku harus mencari bajingan itu". gumamnya
Reno merogoh ponselnya yang sejak tadi berada di kantong celananya, dan menelepon seseorang, yang dia pikir bisa membantunya.
beberapa minggu kemudian...
ini non jusnya, taro aja disitu bi, Masha Allah non makin seksi aja ujar bi Mina, melihat penampilan anak majikannya yang menggunakan bikini, Yuna sangat suka berenang, dia punya banyak koleksi bikini sebelumnya, tapi sekarang tinggal sisa beberapa buah saja, karena ulah bi Mina yang tak sengaja merusaknya.
Yuna sekarang mengenakan bikini yang mungkin bila pria yang melihat bisa bikin biji matanya melompat keluar.
"bi nanti pintunya tutup lagi dan jangan biarkan ada orang yang masuk ke sini". ujar Yuna memberi tau karena dia tidak mau ada yang melihat dirinya yang hampir bugil itu walau masih ada kain tipis yang menempel di tubuhnya.
assalamualaikum,
walaikum salam, eh... Aa ganteng, mau nemuin Mina yah?, tanya bi Mina dengan gaya centil nya.
pak Ujang yang melihat tingkah laku Bi Mina yang kecentilan dengan pria lain.
ehemm, pak Ujang berdehem yang membuat bi Mina gelagapan, ehh ada ayang mbeb. membuat bi Mina salah tingkah.
Huan yang melihat interaksi dua sejoli itu, mengulum senyum.
bi apa Yuna ada?, tanya Huan karena bi mina tak juga mempersilakan dia masuk.
silakan masuk tuan, saya akan panggil non Yuna sebentar. bi Mina langsung ngacir pergi, sedangkan pak Ujang yang melihat bi Mina ngacir, tertawa terbahak-bahak.
non ada aa gan, perkataan bi Mina mengantung saat melihat nonanya meronta di dalam air dan seperti meminta tolong,, non-non bi Mina beeteriak histeris, tolong-tolong, BI Mina berlari.
Huan yang sedang mengotak-atik ponselnya terkejut mendengar teriakkan bi Mina. dia langsung berlari menuju suara teriakan Art itu.
ada apa bi? tanya Huan melihat bi Mina histeris, tuan tolong, tolong, Huan langsung berlari sebelum bi Mina menyelesaikan kata-katanya.
astaghfirullah, "Yuna" Huan sangat panik, tanpa pikir panjang Huan menyeburkan dirinya kedalam kolam renang.
Huan mengangkat tubuh Yuna ketepian kolam, Yuna bangun!, Huan menepuk-nepuk wajah cantik Yuna, Huan menekan dada Yuna agar air yang tertelan bisa di kelurkan, ayolah Yuna bangun, jangan buat aku khawatir.
pak Ujang yang mendengar teriakkan, bi Mina tadi langsung berlari hendak masuk ke area kolam renang, Huan yang mendengar itu, "bi jangan biarkan ada pria yang masuk kesini", akhinya bi Mina melarang pak Ujang untuk masuk ke area kolam renang.
Huan melakukan segala cara agar Yuna sadar, tapi nihil, tidak ada cara lain, akhirnya Huan memberikan napas buatan.
__ADS_1
dan ternyata berhasil akhirnya Yuna pun tersadar dan terbatuk, Huan mengambil bathrobe yang ada diatas kursi, dan menutupi tubuh Yuna.
Huan memeluk Yuna, yang sudah terkulai lemas.
akhinya Huan mengangkat tubuh Yuna dan membawanya ke kamar dan diikuti oleh bi mina.
Huan meletakan Yuna keatas ranjang, bi tolong gantikan baju Yuna. ujar Huan, iya tuan, jawab bi Mina yang terlihat sembab karena tadi habis menangis.
Huan turun kebawah dia menuju dapur, tuan ada yang bisa saya bantu, ujar pak Ujang menawarkan diri.
tidak usah , terimakasih. pak Ujang, bapak bisa carikan saya baju, karena baju say basah.
iya tuan nanti saya carikan. ujar pak ujang dan langsung berlalu pergi.
Huan membuatkan minuman untuk Yuna, stelah selesai Huan lansung naik keatas dan mengetuk pintu,.
bi Mina membukakan pintu. tuan silakan. ujar bi Mina, lalu di pamit untuk keluar dari kamar, non saya keluar dulu.
bibi jangan keluar ujar Huan, dan buka saja pintunya.
Yuna yang mendengar itu tersenyum, dan Yuna semakin kagum dengan Huan.
kau sudah baikan?, Yuna memposisikan tubuhnya agar bisa duduk,
aku baik!, ujar Yuna yang terlihat sedikit pucat, jika Huan terlambat menolongnya mungkin dia hanya tinggal nama.
ini minumlah, Huan menyuapi minuman jahe itu kemulut Yuna, agar tubuh Yuna hangat, dan tak mengigil.
"terimakasih". setelah minuman yang Huan bawa teraisa setengah. Yuna melihat Huan yang basah kuyup, langsung menyuruh bi Mina, mengambilkan baju ganti.
"bi tolong ambilkan baju bang Alex di kamar tamu", ujar Yuna kepada bi Mina.
iya non, lalu bi Mina pergi meninggalkan nonanya itu dan Huan.
seharusnya kau lebih hati-hati, ujar Huan khawatir.
maaf tadi aku lupa melakukan pemanasan, ujar Yuna, sebenarnya Yuna, saat ini sedang merasa malu, pasti pria di depannya itu melihat lekuk tubuhnya, mengingat, tadi Yuna menggunakan bikini yang sangat tidak pantas.
kau kenapa?, kenapa wajahmu merah, apa kau sakit?. Huan memberondong Yuna dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
nona ini bajunya, bi Mina datang di waktu yang tepat.
sebaiknya kau ganti baju dulu, ujar Yuna yang mempunyai alasan agar bebas dari banyak pertanyaan yang di lontarkan Huan.