
aku tidak akan pernah menandatangani kertas ini, ujarnya sambil merobek kertas itu kecil-kecil dan membuangnya kesembarang tempat.
"cepat antar kan saya kekantor suamiku!" perintahnya kepada sang supir.
setelah sampai di gedung pencakar langit dimana suaminya bekerja! wanita itu langsung menuju ruangan Presdir, tanpa mengetuk pintu langsung menyelonong masuk, hingga sekretaris pun tak bisa menghalanginya.
maaf pak!, nyonya Melda memaksa untuk masuk! jawab wanita itu takut dimarahin bosnya.
pergilah!, tinggalkan kami.
sedangkan Melda menatap sekretaris suaminya itu dengan tatapan mencemooh.
"untuk apa kau datang kemari?, dan membuat keributan di kantor ku!."
sayang panggilnya, dan menghampiri ingin memeluk dan mencium Jacob, tapi pria itu menghindarinya.
Melda yang merasa di tolak! tak terima dengan sikap pria yang dia akui sebagai suaminya.
aku tidak ingin bercerai!, jawab Melda dengan intonasi tinggi, dia tidak ingin kehilangan Jacob, karena sungguh dia sangat mencintainya.
__ADS_1
Jacob sudah merasa jengkel! karena menghadapi wanita besar kepala yang sebentar lagi akan mendapat gelar mantan istri.
kau maunya apa? jawab Jacob akhirnya, karena dia tau wanita di depannya tidak akan menyerah.
"aku ingin kita tetap bersama seperti dulu", jawabnya sambil menangis dan memeluk tubuh Jacob.
Jacob hanya mematung dia tidak membalas pelukan wanitanya, yang selama ini tidak pernah dia cintai! kalau bukan gara-gara skandal yang menimpanya, mungkin dia sudah hidup bahagia bersama orang yang di cintainya.
di lerai nya pelukan wanitanya, "Melda kumohon jangan seperti ini!, kumohon mengertilah, sejak awal aku tidak pernah mencintaimu jadi berhentilah merengek seperti anak kecil. Jacob dengan suara rendahnya memohon
Melda yang mendengar itu semakin histeris, "aku mencintaimu sayang", Melda ingin memeluk tubuh itu lagi tapi Jacob menepisnya.
apa ini karena wanita sialan itu?, sampai-sampai kau selalu menolak ku, teriaknya
"Fanny!" teriaknya memanggil sekretarisnya yang sejak tadi berdiri diluar dengan dua orang scurity.
iya pak! Fanny segera berlari setelah mendengar teriakkan bosnya.
bawa wanita ini bila perlu seret dia, keluar dari sini! dan jangan biarkan dia menginjak kan kakinya lagi di perusahaan ini. teriaknya mengeraskan rahangnya.
__ADS_1
lepaskan! bodoh. jangan sentuh aku dengan tangan kotor kalian. tapi dua scurity tak mendengarkan makian yang keluar dari istri bosnya itu, mereka terus menariknya karena wanita itu terus memberontak.
Melda terus memanggil-manggil namanya, tapi Jacob seakan tuli dan sama sekali tak perduli akan teriakan wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya.
lepaskan! teriaknya menghempaskan tangan dua scurity yang sudah menyeretnya.
liat saja, aku akan membalas kalian! teriaknya bersungut-sungut.
silakan nyonya!, scurity membukakan pintu mempersilakan wanita itu untuk segera meninggalkan perusahaan.
dengan kesalnya Melda keluar, dia terus memaki sepanjang jalan, "semua ini gara-gara wanita ****** itu, Yuna aku sungguh sangat membencimu sangat membencimu. teriaknya frustasi.
sedangkan Jacob memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
"asisten Han! kamu sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan." perintahnya pada akhirnya.
baik tuan! asisten Han yang sudah mengerti segera melaksanakan tugas dari tuannya. dan berlalu pergi
aku harus segera menyelesaikan kerumitan ini! gumamnya, lalu mengambil ponselnya yang sedari tadi ada diatas meja kerjanya.
__ADS_1
dibukanya galery foto, dia tersenyum sendri menatapnya, dan mengusap layarnya dan sesekali mengecupnya, sekilas sudut bibirnya mengulas senyum." cantik!" gumamnya
.