
Yuna menuruni anak tangga dengan tidak bersemangat seperti biasanya, melangkahkan kakinya menuju ruang makan yang sudah ada kedua orang tuanya, pagi mom, dad?, Yuna menarik kursi dan duduk untuk sarapan, walaupun dia sedang tidak napsu makan! pagi sayang, ujar keduanya.
Yuna, apa suamimu sudah memberi kabar kapan dia akan kembali? tanya papa Farouk, sedangkan Yuna yang tidak mengerti, hanya mengernyitkan dahinya.
tanda tak mengerti, maksud Daddy apa?, memangnya suamiku pergi kemana?, tanyanya, karena beberapa hari ini Mereka tidak bertukar kabar.
"suamimu sedang tugas di luar kota, karena ada sedikit masalah disana yang harus segera diselesaikannya", ujar sang papa memberitahukan
Yuna hanya diam dan nampak berpikir!, pantas saja dari semalam aku tunggu dia tak kunjung datang ternyata dia sedang berada di luar kota, berani sekali dia tidak memberitahukannya kepadaku, sehingga aku sekarang terlihat seperti istri yang bodoh! yang tidak tau kemana suaminya sedang pergi, geramnya dalam hati
papa Farouk menggenggam tangan Yuna, yang sudah melepaskan gelasnya susunya yang tadi dia sempat minum, sayang kalau kamu mau menyusul suamimu, kamu bisa minta mang Ujang untuk mengantarkan mu kesana, suamimu sekarang sedang berada di kota B, bersama asisten Tris.
Yuna yang mendengar informasi dari papanya terlihat senang karena dia sudah tau letak posisi suaminya itu, tapi dia juga merasa kalau papanya itu sedang mengejeknya, dari sorot mata sang papa seakan berkata! ayo Yuna kejar suamimu, jangan sok jual mahal nanti kamu jadi janda lagi . kiranya seperti itu yang terlihat oleh Yuna.
sekarang giliran sang mama beraksi, mama Ratna memegang tangan satunya lagi dan berkata, berpikiran lah dewasa, cobalah untuk membuka hatimu nak, Arlando pria yang baik insha Allah, dia juga akan menjadi imam yang bertanggung jawab, jangan pernah kau bandingkan dia dengan orang-orang yang sudah merusak kepercayaan mu, dan mengecewakanmu. bukalah lembaran baru.
nasehat Mama Ratna, yang tumben-tumben nya bisa berkata sebijak itu!. wow, apakah dia mamaku?, tanyanya, tentu saja dia mamanya, tapi darimana? mamanya itu bisa mengucapkan kata-kata sewaras itu?, tentu saja semua itu dia pelajari dari drama yang dia setel berulang-ulang, agar dia hafal dengan dialognya. miris bukan
drama dimeja makan tadi pagi membuat mood Yuna jadi rusak. ingin sekali dia memaki seseorang!, tapi, siapa yang ingin dimakinya?, tentu saja tidak ada
Yuna sudah berada di hotel, dimana akan diselenggarakan pesta pernikahan kliennya beberapa hari lagi, karena kliennya hanya ingin Yuna lah yang mengurusi semaunya.
__ADS_1
Yuna mengecek ulang, persiapan untuk pernikahan yang akan di gelar beberapa hari lagi.
"Mir,, kamu sudah cek yang saya perintahkan tadi?, saya tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun yang terjadi. baik Miss saya mengerti, tegasnya".
kenapa si boss mukanya kaya orang yang suaminya direbut pelakor gitu, lecek pikirnya tapi hanya dalam pikirannya, kalau dia menanyakan langsung, takutnya singa betina itu akan langsung menerkamnya, Mira bergidik ngeri. membayangkan, dan dia pun segera melanjutkan pekerjaannya.
Yuna yang sudah kembali ke kantornya!, mendongakkan kepalanya menatap langit-langit ruangan kerjanya Sambil menerawang, memikirkan yang di ucapkan kedua orang tuanya tadi pagi, dan dia juga mengingat ucapan Agnes tempo hari. Yuna mendesah mengingat semuanya.
tiga hari berlalu, semenjak kepergian Arlando keluar kota, tak ada kabar apapun dari pria itu! padahal asisten Tris sudah kembali tapi mengapa prianya tidak ikut Kemabli bersama sang asisten ?, banyak pertanyaan dalam benak Yuna..
Yuna mengembuskan napasnya kasar, dia ingin menyusul pria itu, tapi gengsinya sangat tinggi, seharusnya sang pria lah, yang memohon, dan menghampirinya.
apa aku bilang kalau aku ada urusan bisnis saja? tapi tidak mungkin aku akan meninggalkan acara yang akan di adakan beberapa hari lagi. Yuna nampak berpikir keras sambil mengetukan jari-jarinya yang lentik dia atas meja kacanya dan tangan satunya dia tekuk untuk menahan dagunya. sambil berpikir untuk mencari alasan yang tepat.
lama Yuna berpikir akhirnya dia mendapatkan ide sambil menjentikkan jari telunjuk dan jempolnya hingga mengeluarkan suara tack tack. aku ada Edi, tukasnya meniirukan suara Soni wkwkwk.
di kota B, kota dengan sebutan kota kuliner karena banyak sekali penjual makanan disana.
seorang pria berwajah blasteran indo-australia, sedang mengamati tempat makan, dia ragu untuk masuk, karena melihat sebuah cafe, yang lumayan kecil, tapi padat dengan pengunjung yang sedang bersantai-santai dengan menikmati makanan dan minuman.
yang tersedia di cafe, yang memang kebanyakan anak-anak muda disana, hanya untuk nongkrong dengan teman-teman mereka, tempatnya pun nyaman dan asri.
__ADS_1
"Zaskia, entar malam ada acara ga? tanya salah satu pelanggannya, yang sekaligus teman sekelasnya, hmmm jawabnya singkat, apa tuh cuman hmmm, loe lagi ngeden apa?, jawab temen satunya lagi, hingga mengundang gelak tawa mereka."
sedangkan Jacob yang sedari tadi memperhatikan Zaskia yang sedang sibuk, segera masuk kedalam cafe itu di susul oleh asisten pribadinya, dia mengambil duduk di tempat strategis, agar dia bisa mengamati seseorang lebih leluasanya disana.
tuan anda mau pesan apa?, tanyanya dengan ramah sambil menyodorkan buku menu kepada Jacob, Jacob mengambilnya dan melihat sekilas lalu melirik wanita cantik dihadapannya.
sedangkan para pengunjung wanita menatap kagum pada sosok pria blasteran indo-australia itu, tapi yang di tatap tak menghiraukan mereka, dia hanya menatap satu garis lulus wanita yang ada di hadapannya.
"ini apa" tanyanya menggunakan bahasa Inggris, dan di jawab bahasa Inggris juga oleh Zaskia, itu seblak rasanya pedas bisa membuat mulut anda terbakar ujarnya,(anggep aja kalau mereka lagi bicara pake bahasa Inggris ) panjang lebar zaskia menjelaskan tiap pertanyaan yang dilontarkan Jacob.
yang membuatnya sedikit kesal karena pria itu tidak juga memesan sesuatu, dia hanya sibuk bertanya, hampir dua puluh menit Zaskia, menjelaskannya, "ini orang mau beli apa engga sih dari tadi cuman nanya tapi ga mesen-mesen, dia ga mikir apa? kalo kaki gue nyampe sakit, jadi keteter tuh kan, gertunnya yang masih bisa di dengar oleh Jacob
sedangkan Jacob yang sedari tadi mencuri pandang, menarik sudut bibirnya, merasa lucu melihat wanita di depanya menahan kesal.
baiklah, saya akan pesan yang ini saja ujar Jacob akhinya. Zaskia nampak tercengang karena pria didepannya itu menggunakan bahasa indo sangat Pasih sekali, anda bi-bisa bahasa indo? tanyanya.
"ehmmm, dehemnya, dan juga saya tau kamu tadi, habis mengumpat saya, jawabnya yang membuat Zaskia menelan Salivanya susah payah."
"maaf tuan" ujarnya sambil berlalu pergi, saya akan membuatkan pesanan anda secepatnya, suaranya tercekat.
sedangkan Jacob menahan tawanya, dengan menutupinya dengan buku menu.
__ADS_1