Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 32


__ADS_3

tapi dad Yuna belum mau menikah saat ini, ujar Yuna keberatan karena mommy dan Daddy-nya slalu sajak mendesaknya untuk segera menikah lagi.


Daddy tidak mau tau Daddy mau kamu segera menikah, bila perlu besok Daddy akan menikahkan mu, kalau kamu tidak mau menikah dengan kekasih kamu itu, kamu bisa menikah dengan Burak, dan menetap di Turki.


what?, "Daddy", Yuna akan menikah tapi tidak sekarang, sarkas Yuna lagi.


lalu kapan?, apa kamu mau menunggu Daddy dan mommy mu menghadap sang pencipta, baru kamu mau menikah dan memberi Daddy dan mommy seorang cucu. ujar papa Farouk yang tak habis pikir dengan anaknya itu. sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.


"pah", ujar mama khawatir melihat sang suami, papa kenapa pah


Yuna yang melihat sang papa mengadu sakit, ikut khawatir, Daddy kenapa mah, ujar Yuna panik.


bi cepat telpon dokter Eko.


mama Ratna menangis begitu juga dengan Yuna, mereka takut terjadi apa-apa dengan suami, dan Daddy-nya itu.


setelah dokter datang dan memeriksa papa Farouk.


bagaimana Om, keadaan Daddy ku? tanya Yuna yang terlihat sembab begitupun mama Ratna, wanita paruh baya itu, sungguh sangat khawatir.


Daddy mu tidak apa-apa, untuk sekarang!. maksud Om? tidak apa-apa untuk sekarang apa?, tanya Yuna tak mengerti.


Daddy mu hampir kena serangan jantung, Om harap jangan terulang lg, kalau itu terjadi, keadaannya tidak akan baik-baik saja, sarkas sang dokter, dokter Eko adalah kakak dari mama Ratna, yang menjadi dokter pribadi keluarga sanjaya.


sejak kapan suamiku penyakitan?, aku tak mau menjadi janda seperti putriku, cukup dia saja, celetuk mama Ratna yang mulutnya tak ber filter itu. sambil menghampiri papa Farouk yang terbaring, di atas ranjangnya.


papa Farouk yang mendengar ocehan mama Ratna, yang seakan-akan menyumpahinya agar meningal cepat, hanya bisa mengelus dadanya, yang tadi hanya berpura-pura terkena serangan jantung, tapi sekarang seperti terkena serangan jantung beneran.

__ADS_1


dan Yuna yang mendengar celotehan sang mama hanya menganga tak percaya, kenapa mamanya tega berbicara seperti itu pikirnya.


dan dokter Eko, hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengan ucapan sang adik, yang terlalu berlebihan itu.


"Daddy", Yuna menghampiri sang Daddy, dan menggenggam tangannya, lalu menciumnya, setelah melihat sang papa sudah sadar. aku akan melakukan apapun yang Daddy inginkan, asal Daddy bisa sehat seperti semula. ujar Yuna mantap.


benarkah itu sayang?, ujar papa Farouk girang begitu juga dengan mama Ratna, Yuna hanya tersenyum, tapi aku harus membicarakan hal ini dengan Arlando, ujar Yuna lagi.


baiklah bicarakan ini dengan Arlando, tapi kalau Arlando tidak mau menikahimu terpaksa ayah akan menikahkan mu dengan Burak. ujar papa mengancam.


flashback on


kamu tau? kenapa saya memanggil kamu kesini! tanya papa Farouk kepada Huan.


"maaf Om saya tidak tau! kenapa Om memanggil saya kesini", jawab Huan jujur. memang dia tidak tau kenapa papa kekasih kontraknya itu memanggilnya.


maksud Om apa? menikah?, ujar Huan, yang masih tak percaya dengan ucapan pria didepannya ini, dan lansung mendapatkan ocehan oleh papa Farouk.


jangan bilang kamu tidak ingin menikahi anak saya, dan hanya ingin mempermainkannya saja, ujar papa Farouk sambil mengebrak meja dengan sangat kuat hingga membuat Huan terlonjak kaget.


maaf Om bukan maksud saya seperti itu, Huan mencoba menjelaskan agar pria didepannya tidak salah paham.


karena dalam kontrak kerjasamanya dia dan Yuna, hanya untuk menjadi kekasih kontrak putrinya. jadi dia tidak mau mengambil keputusan yang salah, dia harus membicarakannya dengan Yuna.


lalu maksud kamu seperti apa? setelah kamu melihat anak saya setengah telanjang, kamu mau lari dari tanggung jawab, ujar papa Farouk dengan menekan di setiap katanya, walaupun dia tau, Huan melakukan itu bukan dengan sengaja, dia melakukan karena keadaan putrinya saat itu memang sangat darurat.


tapi!, belum Huan menyelesaikan ucapannya papa Farouk, menyuruhnya diam, besok malam saya tunggu keluarga kamu di rumah saya, ujar papan Farouk akhirnya, dan meninggalkan Huan.

__ADS_1


flashback off


aku harus membicarakan ini dengan Yuna, tidak mungkin aku menikahi Yuna, karena kami tidak saling mencintai, gerutunya.


lalu Huan mengambil ponselnya, dan mencari kontak, setelah ketemu nama orang yang ingin dia hubungi, dia langsung menghubunginya.


tidak butuh lama, akhirnya panggilan pun tersambung. walaikum salam, bisa kita bertemu ada yang harus kita bicarakan.


Yuna yang saat ini sedang berada di salon miliknya, dia mengetuk-ngtukan jarinya lentiknya di meja, dia sedang berpikir bagaiman caranya meyakinkan papanya agar tak menyuruhnya menikah, karena untuk saat ini Yuna tak ingin memikirkannya dulu.


dret dret dret, Yuna mengambil ponselnya yang ada diatas meja, lalu dia melihat siapa yang menghubunginya, "Arlando", gumnanya, Yuna lansung menggeser tombol hijau.


assalamualaikum?, baiklah, aku tunggu di tempat biasa. jawab nya.


sekarang mereka sedang berada di sebuah cafe. jadi Daddy menemui mu, untuk apa? tanya Yuna penasaran, karena tiba-tiba papanya menemui kekasih kontraknya itu.


papamu menyuruhku untuk segera menikahi mu, ujar Huan hingga membuat Yuna membulatkan matanya dengan sempurna.


Huan yang melihat itu terkekeh, melihat Yuna, membulatkan mata besarnya itu. Yuna mencebikan bibirnya mendengar Huan terkekeh.


lalu kau bilang apa dengan Daddy ku?, ujar Yuna penasaran karena Yuna takut kalau-kalau pria yang ada di depannya itu, salah bicara.


aku bilang harus membicarakannya padamu dulu, lagian kita tak bisa menikah, karena kita tak saling mencintai, dan aku hanya pria yang di kontrak untuk menjadi kekasih anaknya, ujar Huan lagi.


jujur sekali jawabnya, sungguh sangat menyebalkan, batin Yuna.


dan papamu juga menyuruhku datang besok lusa! Huan sejenak menjeda ucapannya, dengan helaan napas beratnya Huan melanjutkan ucapannya, dan mengajak orang tua ku untuk bertandang ke rumahmu.

__ADS_1


Yuna yang mendengar itu, membuatnya mengumpat, sombong sekali. "pikirnya" karena pria yang duduk di hadapannya itu, berbicara seperti orang yang tertekan, seharusnya dia itu merasa beruntung karena dia di suruh menikahi wanita secantik dirinya, bukan malah seperti orang ketibanan sial, awas!, liat saja kalau aku tak bisa membuatmu bertekuk lutut dan bucin sebucin-bucinya padaku, jangan panggil namaku "Anabella Maharani Sanjaya". Yuna tersenyum sinis.


__ADS_2