
pak kalau beras sekarung berapa? tanyanya pada pak Oman pemilik gerobak sayur keliling.
kalau beras disini gada neng!, jawab pak oman
itu bukannya karung beras pak? tanyanya lagi.
yang mana neng? pak Oman bingung begitu pula para ibu-ibu pelanggannya, disini gada karung neng, pak Oman tertawa merasa lucu dengan wanita cantik, di depanya, kok cantik-cantik matanya katarak sih, gumamnya.
terus itu karung apa pak di samping bapak itu? Yuna kekeh menanyakan.
pak Oman yang baru sadar menahan tawanya, maaf neng ini bukan karung beras tapi karung goni, jawab pak Oman mengatai Bu Fatma.
semua orang disana mulai sadar dari tertawanya ketika Bu Fatma marah- dan melempari pak Oman dengan sayuran, dan memaki Yuna.
akhirnya mereka perang sayuran, pak Oman hanya bisa meratapi dagangannya yang acah kadut, gara-gara dia mengatai bu Fatma karung goni.
Arlando yamg sedang memakai baju yang tadi diberikan Zaskia, tersentak, karena Zaskia memanggilnya, dengan sangat kuat.
kakak! itu kakak ipar lagi berantem.
Arlando tak menjawab dia langsung lari keluar rumah menyusul istrinya da ibunya.
" sudah nak", bu Rina mencegah menantunya agar jangan meladeni mantan besannya itu.
__ADS_1
adu mulut dan perdebatan pun tak terelakkan lagi karena bu Fatma mendapat pasokan tenaga anak dan menantunya itu ikut-ikutan.
Yuna yang sudah tersulut emosi, hendak melangkahkan kakinya, belum kakinya melangkah sebuah tangan kekar menarik pinggangnya.
hentikan! Yuna lansung terdiam dan memeluk menyamping Arlando. saat pria itu memergokinya.
"ada apa ini?" tanyanya karena melihat ibu dan istrinya itu di keroyok keluarga mantan mertuanya.
"tanyakan sama istri kamu yang bar bar itu, kamu sebagai suami apa tidak bisa mendidik istri kamu yang tidak punya sopan santun sama orang tua."
"untung Yanti memilih berpisah, coba kalau dia terus bertahan. mungkin kelakuannya akan seperti itu. dan kamu Rina didik anak dan menantu kamu itu , apa karena sudah menikah lagi, dia pikir dia hebat," cihhh, bu Fatma meludah, Arlando mengepalkan tangannya.
"sebaiknya anda tidak usah ikut campur, kalau anda benci dengan saya, cukup anda melimpahkan kebencian itu kepada saya jangan anda sangkut pautkan dengan ibu dan istri saya."
Yuna yang melihat wajah pak Oman yang memelas, akhirnya dia angkat bicara.
pak biar semuanya saya yang bayar, pak Oman total aja semua!, ujar Yuna yang seketika itu juga merubah raut wajah pak Omar menjadi sumringah.
bener nih non, non mau ganti semuanya? puji pak Oman bersyukur.
Yuna menganggukkan kepalanya, tanda dia serius tidak main-main.
total semuanya 5juta non, Yuna hendak mengeluarkan uang dari dompetnya. tapi bu Fatma menghentikannya.
__ADS_1
kena kau, batin Yuna sambil tersenyum iblis, dan hanya Yuna saja yang melihatnya.
biar saya semua yang bayar, apa kamu pikir saya ini orang miskin? tidak mampu bayar! asalkan kamu tau saya orang terkaya di kampung ini. Yanti dan semuanya hanya bisa menepuk jidat Mereka, karena orang tuanya itu masuk dalam perangkap Yuna.
sesampainya dirumah! ''kenapa kamu tidak bilang tadi?, duit sudah di kasihkan ke pak Oman kamu baru bilang!" sesalnya
Yanti dan yang lain tak mau menanggapi, mereka beralu pergi.
"apa bu Fatma menyakiti ibu?" tanyanya kepada sang ibu Arlando nampak terlihat khawatir.
Arlan ibu baik-baik saja, jangan khawatir seperti itu! tukasnya dan berlalu pergi, ibu ke dapur dulu
Yuna yang melihat ibu mertuanya pergi, langsung bangun ingin menyusulnya, karena dia tau suaminya itu, akan meminta penjelasannya. baru Yuna hendak melangkahkan kakinya, tangannya sudah di cekal.
"kamu mau kemana?"
a-ku ingin menyusul mama, iya ingin menyusul mama! sambil menyengir kuda memperlihatkan deretan giginya yang putih.
" aku belum selesai berbicara," Yuna yang tau kalau suaminya itu sedang marah, langsung konek dia ingat kalau papanya sedang memarahi mamanya, mamanya pasti melakukannya hingga sang papa pun luluh, jadi Yuna mau mencoba menggunakan jurus sang mama, karena setahunya jurus sang mama tidak pernah gagal.
"sayang maaf!," Yuna memulai aktingnya, memasang wajah sedihnya, walaupun tak pantas jika wanita itu bersedih, karena mengingat beberapa menit yang lalu, istrinya itu seperti singa kelaparan yang siap memangsa apapun yang ada di sekitarnya.
akhirnya Arlando pun luluh dan memeluknya, yes berhasil, batinnya membalas pelukan prianya.
__ADS_1