Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 13


__ADS_3

"memangnya kamu pikir Disni panti sosial? setiap kamu butuh datang kesini, mana, omongan kamu yang gede itu, bilang mau nyukupin anak saya tapi ternyata!.bu Fatma menjeda ucapannya yang pedas itu, mangkanya saya tidak pernah setuju kamu menikahi putri saya, ini alasan saya tidak merestuinya. anak saya keturunan darah biru, ga kaya kamu keturunan darah kere!. saya bersyukur anak saya pergi ninggalin kamu, kalau dia masih bertahan mungkin dia udah mati kelaparan!. teriak bu Fatma. mah udah kasian kak Huan, ujar Fitri putri bu Fatma mencoba menghentikan luapan emosi sang mama tapi bu Fatma tetaplah bu Fatma yang mulutnya tak ber filter itu. tetap dengan emosinya, anak sama ibunya sama saja, suka memanfaatkan kebaikan orang!". hinaan dan makian ibu Fatma layangkan. hingga Huan sudah tak tahan atas, apa yang sudah di ucapkan oleh mertuanya itu.


.


sudah cukup bu kalau ibu memang tidak bisa membantu saya, tidak masalah tapi setidaknya jangan pernah ibu, menghina ibu saya lagi, karena ibu tidak punya hak!. kami memang miskin tapi kami tidak pernah berbuat hina. kalau ibu benci dengan saya, cukup ibu luapkan ke saya jangan ibu lupakan ke anak atau ibu saya, sekarang cucu ibu sedang kritis dirumah sakit, jangan karena keangkuhan dan kesombongan ibu, ibu akan menyesal pada akhirnya. Huan tidak akan terima bila ibu tercintanya dihina, dan di rendahkan.


cihhh, bu Ratna meludah tepat di wajah Huan, saya tidak punya cucu haram, Huan mengepalkan tangannya untuk menahan emosi. pak RT datang untuk menengahi, pak! sebaiknya bapak pulang saja, ujar pak RT, memisahkan dia tidak mau warganya ribut. bawa saja dia pak RT!, bila perlu di penjarain. keluarga tidak punya moral merusak anak gadis orang.cerca bu Fatma tak mau berhenti. saya pastikan ibu akan menarik ucapan ibu sendiri. permisi Huan melangkah pergi. meninggalkan bu Fatma dan pak RT.

__ADS_1


tetangga saling berbisik-bisik, pasti besok bakalan ada breaking news. tega amat bu Fatma sama cucunya katanya orang kaya tapi pelit ujar salah satu warga. pak RT memberi instruksi pada warganya agar bubar. wuhhhh sorak warga riuh sambil berlalu pergi karena mendengar instruksi sang komandan!.


ya Allah begitu berat cobaan yang engkau berikan, seketika itu juga tangis Huan pecah, mengingat kondisi anaknya yang harus segera di tangani. akhirnya Huan pergi ke mushola terdekat karena sudah terdengar seruan azan ashar, dalam khusyuk huan berdoa. untuk kesembuhan sang putri,pikiran Huan sekarang lebih tenang dan otaknya pun mulai bekerja.


satu nama muncul, "Reno,, Huan cepat mengeluarkan ponselnya dari dalam kantong celana bahan berwana hitam itu, dengan cepat pula Huan langsung mendial nomor yang sepersekian detik di temukan di dalam kontak ponselnya, panggilan tersambung tapi belum terhubung, Huan mengulanginya beberapa kali,apa Reno masih sibuk dia tak mengangkat panggilan dariku. baru Huan mau mendial ulang, ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk. Huan sangat berbinar melihat siapa yang meneleponnya.


walaikum salam bro, tumben nih telpon. ujar Reno tergelak, "Ren,, bisa ga loe ngasih gue pinjaman? apa loe ada masalah? bukanya menjawab Reno malah memberi pertanyaan? anak gue di rawat butuh biaya ga dikit, ujar Huan lirih. Reno yang mendengar itu merasa sangat iba. sekarang putrimu di rawat dimana? ujar Reno. rencananya hari ini akan dirujuk ke RS yang lebih besar, ucap Huan memberi tau.

__ADS_1


ok kita ketemu di sana. ujar Reno


"Arlan,, panggil Reno, Huan yang mendengar langsung menengok, Ren kedua sahabat itu saling berpelukan, setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. ibu gimana kabarnya?, Reno menyapa bu Rina yang ada di samping Huan, Alhamdulillah nak Reno.


loe mau pesan apa Lan? setelah mereka duduk di salah satu kursi cafe. loe butuh duit berapa Lan?tanya Reno. seratus juta, sebenarnya gue udah nyari pinjaman ke teman-teman, tapi loe sendri tau keadaan mereka paman gue juga habis lahan. bukanya keluarga Istri loe orang kaya kan?. apa mereka tidak! obrolan mereka terhenti saat pelayan mengantarkan pesanan mereka, silakan di nikmati, ujar pelayan ramah, terimakasih jawab mereka serentak.


mereka tidak perduli!, Huan sudah tau yang mau dikatakan oleh Reno. mereka menikmati hidangan yang sudah tersedia, sambil berbincang, lalu Reno mengambil tas ransenya yang ada di kursi samping dia duduk, dan mengeluarkan isi dari dalamnya. ini Lan, gue ga tau ini cukup atau engga, tapi lumayan lah dari pada loe manyun, canda Reno mencairkan suasana. sambil terkekeh

__ADS_1


__ADS_2