
''sayang,, panggil Dian sambil memeluk Fahmi dari belakang yang sedang sibuk mengenakan dasi.
"hmm!" jawab Fahmi sekenanya
"apa kau jadi berangkat ke luar kota hari ini?" tanya Dian sambil melirik koper yang sudah berada di samping ranjang.
"iya sayang mungkin aku akan berada di sana sedikit lama, apa kau mau ikut?" ajaknya
Dian menggeleng kan kepalanya, "tidak sayang aku tidak bisa kau Taukan Sekarang dirumah tidak ada orang? karena Fitri dan papa sudah pergi, aku takut kalau aku ikut mama pasti akan kesepian, tidak ada yang menemani. tolaknya karena dia sudah punya rencana sendiri bila suaminya itu pergi keluar kota.
kau benar sayang__,baiklah kalau itu mau mu aku tak bisa menolak, kau tau sayang? aku sangat beruntung punya istri cantik dan juga perhatian seperti mu! pujinya sambil mengecup kening Dian.
__ADS_1
...Dian yang mendapat pujian dari suaminya, ''terimakasih sayang, atas pujiannya aku juga beruntung sudah menikah denganmu! ujarnya sambil tersenyum penuh arti. yah aku memang beruntung karena sudah punya suami bodoh seperti mu. batinya...
''baiklah sayang aku berangkat dulu,'' pamit Fahmi ''dan ingat jangan pernah berpikiran untuk selingkuh dibelakang ku karena kau akan tau sendiri konsekuensinya!." lanjutnya lagi yang membuat Dian gelagapan.
''sayang kenapa kau bicara seperti itu?, siapa yang akan berani selingkuh dibelakang suami yang sangat mencintai ku?'' ujarnya sambil merajuk, dasar pria brengsek berani sekali dia mengancamku. batinya. sedikit was was takut jika suaminya itu mencurigainya.
''ha-ha-ha, aku hanya bercanda sayang, aku percaya kau tidak mungkin selingkuh dibelakangku.'' ujarnya sambil terkekeh dan kekehannya membuat hati Dian yang tadi was was menjadi tenang karena suami bodohnya itu tidak mungkin tau perselingkuhan nya.
haaaaa, Dian merentangkan kedua tangannya membuang nafas lega karena suami bodohnya itu kembali bertugas keluar kota.
''sepertinya kau senang sekali melihat putraku pergi? tanya Bu Fatma yang tiba-tiba sudah berada di belakang Dian.
__ADS_1
''ahh Mama bikin kaget saja'' jawab Dian sambil memegangi dadanya karena kaget, melihat mertuanya itu sudah berada dibelakangnya, kok mama ngomong gitu sih?.
aku hanya merentangkan tangan mah, soalnya aku kelelahan karena semalam melayani mas Fahmi diranjang, jawabnya karena dia memang kelelahan melayani suaminya yang minta dipijit.
Bu Fatma tak berkata lagi dia langsung meninggalkan Dian, Dian yang melihat mertuanya pergi, ingin menarik nafas lega, tapi di urungkannya, saat melihat Bu Fatma berbalik ''tapi ingat jangan pernah bermain dibelakang putraku!. ujarnya dan melanjutkan langkahnya kembali menuju kamar.
"dasar mertua judes, ga mikir dia sendiri tukang selingkuh, masih mending gue selingkuh juga karena gue masih muda, emang dia udah bau tanah masih aja doyan selingkuh." gerutunya sambil menendang-nendang angin.
sedangkan Bu Fatma yang sedang didalam kamar hanya bisa menangis menyesali perbuatannya, yang sudah dibutakan oleh nafsu hingga membuat orang rumah tangganya berantakan dan ditinggalkan suami dan anak tirinya.
''papa maafkan mama,'' ujarnya yang menyesali perbuatannya, tapi semua sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur jadi tidak mungkin semua akan nkembali seperti semula.
__ADS_1
Bu Fatma yang terkenal arogan dia tidak akan pernah meminta maaf kepada siapapun, walaupun dia bersalah, karena dikamusnya pantang untuk dirinya meminta maaf dan merendahkan dirinya meminta ampunan kepada orang lain.