
masih lama pak? tanya Yuna pada pak Ujang, sebentar lagi sampai non. jawab pak Ujang. pak!, kalau ada warung makan, berheti yah, perut saya udah keroncongan minta diisi, iya non. jawab pak Ujang, lalu kembali fokus lagi berkendara.
"pemandangannya sungguh indah dan masih asri". Yuna menatap takjub melihat pemandangan di sekelilingnya!.
sekarang mobil yang Yuna kendari sudah sampai, di sebuah warung makan yang tidak begitu besar tapi ramai pengunjung, padahal belum waktunya makan siang, Yuna melangkahkan kaki jenjangnya memasuki rumah makan, yang nampak ramai pengunjung!, di ikuti oleh pak Ujang di belakangnya, semua mata mentap kagum kearah Yuna, baik laki-laki maupun perempuan!.
jaga matamu pak apa mau saya colok?ujar pengnjung yang sedang memarahi sang suami, dan tangannya juga tidak diam langsung meraih kerah bajunya sibapak. yang sudah berumur itu, bagai mana tidak marah, kalau melihat suami menatap kagum ke arah wanita lain, sedangkan di sampingnya ada sang istri,(cari mati luh). gerutu author
__ADS_1
setelah beberapa saat pak Ujang sudah menemukan tempat duduk!, tapi harus duduk berdesak-desakan dengan pengunjung yang lain, Yuna masih berdiri menunggu pak Ujang, walaupun banyak yang menawari duduk, bareng mereka, Yuna menolak dengan tersenyum tipis sambil berucap tidak, terimakasih!. hanya beberapa meter terlihat pak Ujang, mencari tempat yang kosong karena pak Ujang tidak mau sang majikan jadi bulan-bulanan pengunjung, yang rata-rata adalah pria, pak Ujang langsung pergi ke arah pemilik warung makan, ia ingin tempat lebih privasi, bukan apa-apa, mengingat majikanya kalau makan kaya preman kesurupan, "bagaiman tidak kaya preman!." Yuna kala makan kaki sambil di angkat keatas kursi, bisa-bisa weleh-weleh, bisa banjir nih warung makan sama air liur mereka. mengingat saat ini sang majikan mengunakan dress yang panjangnya di atas lutut, guman pak Ujang.
setelah ketemu sama pemilik warung makan, pak Ujang, menanyakan apa ada tempat privasi untuk majikanya,
karena melihat wanita itu tak kunjung mendapat tempat duduk, dia berinisiatif mengambilkan kursi dari dapur, silakan duduk nona, sepertinya kaki anda pegal, Yuna menoleh,terpaku, menatap kagum dengan mahakarya yang luar biasa yang di ciptakan Allah SWT. karena tidak ada jawaban lelaki itu mengulang kembali ucapannya, hingga Yuna tersadar dari kekagumannya. owh iya "terimakasih", Yuna menjawab dengan grogi.
Yuna memandang punggung itu hingga tidak terlhat lagi termakan oleh pintu yang tertutup, ingin rasanya Yuna mendobrak pintu itu yang menghalangi pemandangannya, tapi apalah daya, dia tak mampu melakukannya!, Yuna yang masih duduk di samping kasir, jadi perhatian orang yang mau bayar, sampai orang yang mau bayar antri, gara-gara siapa lagi kalau bukan Yuna yang punya wajah blasteran. aduh neng cantik bangetttt, ucap pria itu memuji! pada sosok Yuna yang membuat Yuna sedikit risih, bukan satu dua orang saja yang memuji Yuna, tapi semua pengunjung, terkecuali wanita mereka menatap iri, dan juga kagum secara bersamaan wajah cantik kulit putih kaya porselen, banyak dari mereka memutihkan wajah tapi lupa untuk memutihakan tubuh mereka, jadinya benget bodas ari beheung hideng.(muka putih kalau leher hitam) kayanya lalat juga kepleset kalau hinggap di wajah cantik yuna!. coba kalau sitampan tadi yang menggoda mungkin Yuna, akan terbang dengan pujianya.
__ADS_1
lama menunggu, pak Ujang datang, ko lama si pak?ujar Yuna yang sudah terlihat kesal, gimana tidak kesal hampir setengah jam Yuna menunggu pak Ujang, yang mencari tempat duduk, maaf non baru dapet tempatnya, ujar pak Ujang membela diri
ayo non, ajak pak Ujang sekalian menghindari omelan sang majikan. Ujang menuju tempat yang sudah di sediakan si pemilik, karena pesanan Yuna banyak!, mangkanya sang pemilik rumah makan, meberikan tempat di luar, karena di luar ada gajebo setelah duduk Yuna menatap sekeliling, lumayan, gumam Yuna, yang yang masih bisa terdengar oleh pak Ujang!.
"pak! saya udah membuang-buang waktu saya, buat makan disini!, kalau sampe makanya tidak enak, hmmm Yuna mendengus, seraya berkata, bapak siap-siap aja di putusin sama bi Mina, ancam Yuna, dengan penekanan di setiap kata-katanya yang membuat pak Ujang bergidik ngeri, karena akan di pisahkan dengan ayang mbepnya"(yang sabar ya pak Ujang)
"non,, ga bakalan nyesel, dijamin keta, blom pak Ujang meneruskan ucapannya orang yang membawa pesanan Yuna datang, Huan juga ikut membantu karena pesanan Yuna lumayan banyak, ayam bakar,cumi saos Padang, gurame sambel mata, dan teman-temannya juga jangan lupakan nasinya sebakul. Yuna menyapa pria mengantar makanan pesan Yuna, "hei,, Yuna mulai sok akrab, gerak-geriknya itu tidak lepas dari penglihatan sang sopir, pak Ujang nampak manggut-manggut, tanda dia mengerti akan sesuatu, hei juga nona, Huan membalas sapaan Yuna, silakan di nikmati nona, ujar Huan lagi, dan di jawab "terimakasih" oleh Yuna sambil melemparkan senyuman termanisnya!. Huan juga mebalas senyum Yuna tak kalah manisnya hingga jantung Yuna serasa meraton 10kilo, bayangin aja cape ga tuh.
__ADS_1