
Fitri yang sudah pergi dari rumah bersama ayahnya sekarang sedang berada di kediaman Zaki karena dia tidak tahu harus pergi kemana!
''Fitri sebaiknya kau bawa ayahmu pergi untuk istirahat! Om keluar sebentar kalau kamu mau makan tinggal pergi ke dapur saja kebetulan om belum masak jadi sekalian kamu masak untuk makan siang kita, ujar Zaki sambil tertawa renyah membuat Fitri mencebikan bibirnya.
dimana-mana kalau orang nawarin makan itu, pastinya sudah ada makanan, eh ini mah orang nawarin makan malah disuruh masak dulu! protes nya sambil menyilang kan kedua tangannya dan mendumel membuat Zaki semakin tertawa terbahak bahak melihat tingkah lucu Fitri.
''baiklah Om harus pergi karena hari sudah siang, kamu masak yang enak yah!'' pesan Zaki sambil mengacak-acak rambut Fitri, membuat pipi Fitri merona dan jantungnya berdetak lebih cepat. setelah Zaki pergi Fitri menoyor kepalanya sendiri.
''kenapa aku ini?'' Fitri mengeleng-gelengkan kepala geli dengan pikirannya sendiri, ''Fitri kenapa pikiran mu jadi ngebleng seperti ini,'' gumamnya merutuki pikirannya sendiri ''ahhh lebih baik aku memasak, dari pada aku berpikiran yang tidak-tidak.'' ujarnya lagi
sedangkan Jacob yang sudah berada di pintu masuk salon utama milik Yuna tempat Zaskia bekerja. tak sengaja berpapasan dengan Zaskia yang hendak keluar.
''Jacob'' ujar Zaskia lirih
tapi Jacob hanya melewatinya seperti dua orang asing yang tidak saling kenal, Zaskia melihat orang yang beberapa Minggu ini dia rindukan mengabaikannya segera mempercepat langkahnya karena dia tidak mau air mata yang sudah dia bendung mengalir begitu saja karena dia tidak mau terlihat lemah di mata pujaan hatinya.
__ADS_1
setelah sampai di parkiran, air mata yang sedari tadi dia bendung akhirnya tumpah juga, sekuat tenaga dia menahan agar suara tangisnya tidak keluar dengan membungkam mulutnya sendiri dengan tangannya.
''ya Allah ampunilah dosaku, karena aku terlalu mencintainya dari pada mencintaimu''. gumamnya yang merasa berdosa, karena menangis hanya untuk seorang pria.
Jacob yang khawatir dengan keadaan wanitanya mengikuti Zaskia diam-diam karena dia ingin memastikan keadaan Zaskia baik-baik saja.
''maaf sayang'' lirihnya ketika melihat tubuh Zaskia bergetar karena menangis.
Jacob yang sudah tidak tahan melihat kesedihan wanita yang dicintainya dan selalu dirindukannya disetiap waktu! kini sedang menangisi karena ulahnya.
tanpa Zaskia sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka. sambil mengepalkan kedua tangannya menahan cemburu.
akhirnya diapun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Zaskia, dan terus menatap datar kearah dua orang yang sedang terlibat obrolan.
''ambillah, ujar seorang pria sambil menyodorkan sebuah sapu tangan.
__ADS_1
Zaskia langsung mengambilnya tanpa melihat siapa orang yang memberinya sapu tangan.
srot-srot Zaskia menyisihkan ingusnya ke sapu tangan, membuat Mahesa meringis menahan geli melihat gadis cantik yang begitu jorok pikirannya.
''Terima kasih'' ucap Zaskia sambil mengembalikan sapu tangan milik Mahesa
''uihhh__ ambil saja buatmu! kau itu jorok sekali. ujarnya sambil tersenyum hingga kedua lesung Pipitnya terlihat.
untuk sesaat Zaskia terpanah melihat ketampanan pria yang ada didepannya.
''maaf aku khilaf,'' ujarnya memelas aku tidak sengaja membuang ingus di sapu tanganmu, tapi nanti aku kembalikan setelah aku cuci, ujarnya karena dia tau kalau orang yang ada didepannya bukan orang sembarangan terlihat dari penampilannya.
Han yang melihat atasannya menahan amarah berinisiatif bertanya
''tuan apa?'' ucap Han tergantung ketika Jacob mengangkat tangannya menandakan dia harus diam.
__ADS_1