
Huan juga bingung badan sekecil itu kenapa makanya begitu banyak!.batin Huan
sudah lah! ayo cepat bereskan, ujar Huan memberi tau. karena sedang rame-ramenya pengunjung, karena sudah memasuki waktu makan siang. mereka harus gerak cepat. iya iya, sahut Ali kesal, Ali mengerucutkan bibirnya, loe ga asik. ujarnya lagi lebay. Ali meninggalkan Huan sambil menggertu. yang mana malah membuat Huan terkekeh. atas tingkah sahabatnya itu.
"Yuna! sudah sampai di hotel yang sudah di siapkan Lola untuknya!. pak Ujang lekas membukakan pintu mobil, untuk sang nona! dan mengeluarkan 2 koper yang lumayan besar di bagasi mobil ,entah apa isinya pikir pak Ujang?? karena hanya nonanya dan bi mina yang tau".
setelah sampai didepan resepsionis!. Yuna mengambil kunci kamar dia dan si sopir, tidak mungkin kan. dia menyuruh sopirnya itu tidur di mobil atau di emperan hotel. pikir Yuna. bisa-bisa tuh sopir ngadu sama bi Mina, terus bi Mina memberinya kopi sianida! bisa koit gue, Yuna bergidik ngeri memikirkan hal itu.
__ADS_1
Yuna sudah masuk kedalam kamar, baru Yuna mau melepaskan sepatunya. ponselnya berdering Yuna mengabil ponselnya yang ada didalam tas Hermes limited editionnya itu, yang harganya bisa untuk tukeran ama kebon Durennya pak Somad, itupun kalau pak Somad mau... di ajak tukeran !. yakin dah gue mah seribu persen, ga bakalan mau tuh, pak Somad di ajak tukeran ama tas Yuna!. yang di mata pak Somad seperti tas lima puluh ribuan (sombong amat) kata bang Mandra.
"Yuna mengeser tombol hijau, loe udah nyampe? tanya Lola. tanpa memberi salam. salam dulu baru nanya, gerutu Yuna, dibalas cengiran dari Lola. ni gue baru nyampe kamar, ujar Yuna. ko telat seharusnya loe tuh dah Dateng dari sejam yang lalu, apa macet? Lola mencecar Yuna dengan begitu banyak pertanyaan.
Yuna menghela nafas! lalu menjawab, Lol satu_satu dong, kalau loe banyak ngasih gue pertanyaan, gue bingung mau jawab yang mana dulu?ujar Yuna malas. Lola hanya terkekeh, iya-iya jawabnya.
gue tadi habis makan dulu, ujar Yuna menjelaskan.
__ADS_1
dasar Yunaaaa!. buat ora penasaran aja, liat aja kalau udah balik kesini habis elu, lola sangat kesal karena yuna membuat dia penasaran. Yuna merahasiakan apa yah? ahh bodo. entar juga dia cerita sendiri. gumamnya yakin.
seneng banget gue udah ngerjaiin si Lola!. ujar Yuna terkekeh setelah mematikan panggilan suara secara sepihak. sekarang gue mandi trus gue mau istirahat bentar.
di lain kamar pak ujang sedang loncat-loncat di atas tempat tidur, seperti anak kecil yang di beri mainan, sering-sering aja si bos ngajak nginep di hotel. guman pak Ujang berharap. pak Ujang menempati salah satu kamar hotel, walau tak sebagus kamar Yuna tempati!kasurnya empuk walau tak seempuk kasur yang ada di kamar si bos!.pa Ujang m erasa dihargai, bosnya itu kadang waras kadang engga, tapi Alhamdulillah sinon, ga nyuruh saya tidur di emperan. gumamnya lagi!.
" pak Ujang," pernah bekerja dengan Lola, beberapa tahun yang lalu, tapi hanya satu tahun pak Ujang bekerja dengan Lola, karena tidak betah pak Ujang mengundurkan diri, sikap Yuna dan Lola jauh beda, Yuna keras kepala tidak mau di tentang, dan juga bar-bar, tapi di balik sikapnya itu!, Yuna lebih bisa menghargai orang lain; lain halnya dengan Lola, Lola terlihat seperti bidadari, lembut dan juga penyabar tapi penuh dengan teka teki silang!. pernah pak Ujang mengantar Lola ke luar kota untuk urusan bisnisnya, dengan Lola dia tidak pernah terlibat candaan, dia seperti orang asing, mungkin karena pak Ujang masih baru pikir pak Ujang, setelah beberapa bulan bekerja, pak Ujang semakin tidak nyaman bekerja dengan Lola,dia ingin berhenti bekerja, tapi waktu itu lagi butuh, jadi pak ujang bertahan hingga satu tahun, setelah berhenti dari tempatnya bekerja. pak Ujang mencari pekerjaan baru, entah bagaimana ceritanya, kala itu ujang bertemu dengan bu Ratna, dan Mina itulah pertama kalinya mereka bertemu.
__ADS_1
"gimana nyah!." apanya yang rusak? Mina bertanya pada bu Ratna. mana saya tau, jawab bu Ratna, bukanya ibu udah lihat, ko ga tau? gerutu Mina. saya kan cuman liat Min, mana saya tau soal mesin, jawab bu Ratna sambil terkekeh.
ada yang bisa saya bantu Bu? kamu siapa? bukanya menjawab Bu Ratna malah balik tanya, owh kenalkan saya ujang. ujang mengulurkan tangannya, di sambut oleh Mina, Bu Ratna bedehem, lalu pak Ujang melepaskan tangannya yang sedari salaman tak kunjung jua di lepas. kamu bisa ga betulin mobil saya entar saya kasih!. sambil jari telunjuknya menunjuk BI Mina, mau engga?