
ko sendiri teman kamu mana? ujar sang ibu. Reno udah pulang bu, sambil melangkah menghampiri ibunya, Huan memberikan amplop coklat itu ke ibunya, bu Rina tak mengerti, ini apa? ujar bu Rina , ini uang bu, Reno meminjamkannya, Huan menjelaskan. Masha Allah ternyata masih ada orang baik, bu Rina merasa bersyukur masih ada orang yang mau menolong di kala mereka sedang kesusahan. Alhamdulillah
sebagian sudah Huan setorkan ke pihak rumah sakit. Huan pamit sebentar mau cari tempat untuk sementara dia dan ibunya tinggal, karena dia tidak tau akan berapa lama berada di rumah sakit.
sudah hampir satu bulan ibu Ratna merayu dan membujuk sang suami tapi selalu saja gagal suaminya, tidak terpengaruh sama sekali seakan sudah kebal dengan dengan drama yang ibu Ratna buat, aku harus berbuat apa besok hari terakhir, kalau rencana ku gagal lagi berati aku harus gigit jari, bisa kalah saing dengan si Kaira, gumam bu Ratna mulai frustasi. tapi pokonya hari ini aku harus berhasil, akhirnya bu Ratna menemukan sebuah ide, kenapa ga kepikiran dari kemarin-kemarin sesalnya.
__ADS_1
mam kamu kenapa?, papa Farouk bingung melihat mama Ratna menangis, mama jawab papa dong, mama kenapa?, "pah,, mama mohon hentikan niat papa yang ingin menjodohkan Yuna, biarkan Yuna, mencari jodohnya sendiri. ujar mama Ratna memelas.
mama!. papa hanya ingin yang terbaik untuk putri kita, papa Farouk menjelaskan, tapi pah yang terbaik untuk kita belum tentu juga terbaik untuk Yuna, karena yang akan menjalani rumah tangga nantinya Yuna bukan kita, ibu tidak mau Yuna yang terpaksa, tidak merasa bahagia dan dia memilih jalan untuk bercerai lagi, mama tidak mau pah, Yuna menyandang status janda untuk ketiga kalinya. ujar bu Ratna menjelaskan panjang kali lebar dengan deraian air mata. papa Farouk nampak berpikir, memang benar apa yang di bilang istrinya itu. baiklah mah, papa tak akan memaksa Yuna lagi, tapi mama jangan nangis lagi, papa Farouk memeluk istrinya dengan erat, dan mencium keningnya, yes, akhirnya jadi juga beli tas branded, bu Ratna tersenyum tipis,
sedangkan di luar kamar bi Mina dan Yuna sedang menempelkan telinganya di daun pintu, mencuri dengar pembicaraan dari dalam kamar. pintu di buka kalian sedang apa, ujar papa, lagi meng, Yuna membungkam mulut bi Mina yang hampir membocorkan apa yang mereka sedang lakukan. udah sono pergi bi, Yuna mengusir bi Mina, eh Mina kamu tadi mau ngomong apa? Yuna langsung melotot menatap bi Mina, gada tuan, setelah mengucapkan itu bi Mina langsung lari terbirit-birit.
__ADS_1
disela-sela makan malam "Yuna,, iya dad, maaf Daddy begitu egois, tapi percayalah kami sangat menyayangi mu, Daddy tidak akan menjodohkan kamu lagi, tapi dengan syarat Daddy ingin melihat kekasih kamu, kata mommy kamu sudah punya kekasih, jadi besok malam bawa dia kesini kenalkan pada daddy dan mommy, Daddy ingin melihat seperti apa kekasih mu itu, sampai-sampai kamu menolak untuk di jodohkan.
Yuna menatap horor pada sang mama, mama yang melihat hanya senyum-senyum tanpa dosa, licik sekali mamaku ini demi tas dia mengorbankan aku, aku harus cari kemana tuh cowok, kalau mepet kaya gini, gumam Yuna frustasi.
iya, Daddy besok malam Yuna akan kenalkan ke Daddy dan mommy, yuna tersenyum paksa. Daddy Yuna pamit mau kekamar. di angguki oleh sang papa
__ADS_1
baru Yuna mau mengganti pakainya mama Ratna masuk, sayang bagaiman, besok jadikan beliin mama tasnya? mama Ratna tersenyum pada hal dia tau kalau putrinya itu sedang dongkol, mama Ratna sengaja membuat putrinya itu dongkol, karena selama satu bulan ini bu Ratna harus berakting di depan suaminya, dan menguras tenaganya.
mommy, kenapa bilang ke Daddy kalau aku tuh punya kekasih? ujar Yuna sebal, terus mommy harus bilang apa, apa harus bilang, Anabella Maharani Sanjaya mau beliin tas branded asal bisa membujuk Daddy-nya membatalkan perjodohan itu, Yuna tampak berpikir benar juga apa yang dikatakan mommy nya.