
"sayang,, jangan seperti ini malu dilihat pengunjung yang lain", ujar Agnes sambil melirik kearah Fitri.
Reno tak menghiraukan, rengekan Agnes karena dipikirannya hanya ingin memeluk wanitanya yang sudah 2 bulan ini, ia hindari karena, kasus yang menjeratnya.
Fitri yang sudah tidak tahan, melihat adegan di depanya, yang membuat dia merasa sesak.
"jadi ini yang dilakukan kakak dibelakang ku?, jadi karena pelakor ini Kaka tega meninggalkan aku dan bayi kita?'', teriaknya lagi, sambil berurai air mata, yang membuat mereka jadi tontonan, seluruh pengunjung yang berada di cafe.
"Fitri hentikan, jangan membuat dirimu malu", ujar Reno yang tak habis pikir dengan sikap Fitri, yang ternyata sebelas duabelas dengan kakaknya itu.
"aku takkan berhenti, jika pelakor ini masih mengganggu hubungan kita''. sarkas Fitri dengan menunjuk-nunjuk Agnes dengan jari telunjuknya.
Agnes yang mendengar itu, hanya bisa memijat pelipisnya, yang berdenyut karena menghadapi wanita labil di depannya.
"sayang sebaiknya aku pulang!, kau urus saja wanita labil ini, dan selesaikan urusanmu dengannya" jika sudah selesai kau boleh menemui ku!. ujar Agnes tegas. lalu ia berlalu pergi.
Reno yang melihat Agnes pergi hendak menyusulnya, tapi di urungkan karena Fitri, memegangi tangannya.
"Kaka mau kemana? tanya Fitri. Reno yang sudah kesal dengan kelakuan Fitri hendak menghempaskan cekalan tangan wanita hamil yang ada di depannya, tapi ia urungkan. dia harus cepat membawa wanita itu pulang.
"sebaiknya kita pulang", jawab Reno sambil berlalu pergi.
setelah mereka keluar dari cafe, Fitri menarik tangan Reno, hingga Reno menghentikan langkahnya. "kak kita harus bicara", ujar Fitri bersungut-sungut. tentu saja "kita harus bicara, tapi tidak disini!", jawab Reno sudah tidak tahan dengan tingkah labil wanita dihadapannya.
lalu Reno membawa Fitri kedalam mobilnya. aku harus segera menyelesaikan masalah ini, agar tak berlarut-larut. batinnya
sedangkan bu Fatma sedang melabrak ibu Ayu, ibundanya Reno!, "kemana anak kamu?", ujar bu Fatma, yang tiba-tiba datang. ibu Ayu nampak terkejut karena dia tak menyangka jika bu Fatma, akan melabraknya di depan umum seperti ini."Bu Fatma kita bisa membicarakan ini secara baik-baik, dan bukan disini tempatnya!". ujar ibu Ayu mencoba menenangkan calon besannya itu.
saya sudah bicara baik-baik dengan keluarga kamu!, tapi apa yang saya dan anak saya dapat, hanya tidak keadilan, teriak bu Fatma menarik semua pengunjung pasar, iya saat ini ibu ayu sedang belanja di pasar, dekat dengan tempat tinggalnya.
bu jangan bikin keributan disini, kalau ibu punya masalah sebaiknya dibicarakan baik-baik, ujar salah satu tetangga bu Ayu, yang tadi berangkat bareng dengannya kepasar, mencoba memberi pengertian.
__ADS_1
tapi bu Fatma yang mendengar itu semakin kalap. "hei kamu diam saja tidak usah ikut campur", ujar bu Fatma tak terima, karena ada orang yang ikut campur urusannya.
"kalian tidak tau apa-apa jadi jangan ikut campur!", sarkasnya, "atau kalian ingin tau ibu ini punya urusan apa dengan saya"?. ujarnya lagi, hingga membuat ibu Ayu menghentikan ocehan bu Fatma, tapi bu Fatma, tak menghiraukan kan permohonan ibu Ayu, agar tak membeberkan aib keluarga nya, yang belum pasti kebenarannya.
"bu Fatma hentikan, kita akan membicarakan ini dengan suami dan anak saya!, ujar ibu Ayu mengiba."
"baiklah! saya tunggu kalian nanti malam dirumah saya!, sarkas ibu Fatma, kalau kalian tidak datang, saya akan membuat kalian malu". ujarnya lagi
ibu Ayu yang sudah berada di kediamannya hanya bisaa menangis, mengingat kejadian tadi pagi.
Reno yang baru tiba didepan rumahnya di hentikan oleh ibu wiwik tetangganya .
"Ren,, tadi ibu kamu di maki-maki, sama bu Fatma di pasar", Bu Wiwik menceritakan kronologi kejadian kepada Reno yang membuat rahangnya mengeras dan mengepalkan tangannya. "terimakasih Tan", lalu Reno masuk ke dalam rumahnya dan dia melihat orang yang amat ia sayangi sedang menangis.
bunda adapa?, tanya Reno yang baru datang.
bunda ga papa nak!, ujar bunda tak mau jika Reno tau kalau dia habis menangis. "bunda jangan bohong Tante Wiwik sudah kasih tau Reno kalau bu Fatma ngelabrak bunda di pasar."
Ayah Reno yang mendengar istrinya habis di labrak jadi murka, kenapa ibu tidak bicara dengan ayah, kalau bu Fatma itu ngelabrak ibu, ujarnya lagi.
"tidak usah menunggu nanti malam kita akan berangkat sekarang". ujar Reno mantap
akhirnya mereka pun langsung menuju kediaman " Fitri". sebelum Reno sampai di kediaman keluarga Fitri Reno menyempatkan diri menghubungi seseorang, "gue tunggu loe pada, dan jangan sampwi telat". ujarnya pada orang disebrang sana.
kaka Reno!, Fitri berlari menghampiri Reno dan keluarganya yang baru datang. "Tante , Om gimana kabarnya",? ujar Fitri ramah
Tante, Om baik. ujar bunda Ayu sedangkan Ayah Santoso tak mau menanggapi.
"akhirnya kalian datang juga, ternyata harus di ancam dulu baru nurut", sarkas bu Fatma sambing menyilangkan tangannya di bawah dadanya.
pak Santoso dan Reno, menatapnya jengah dengan kelakuan wanita di depannya itu.
__ADS_1
serelah mereka masuk. tak berapa lama ada beberapa orang yang datang, mereka sengaja di panggil bu Fatma, untuk menggertak keluarga Reno!.
kapan kamu akan menikahi putri saya?, tanyanya tak sabaran. untuk apa ibu memanggil mereka semua? Reno bukanya menjawab pertanyaan bu Fatma dia malah memberikan pertanyaan.
mereka buat saksi? ujarnya sombong.
baiklah, saya juga datang kesini, ingin meluruskan bsesuatu, yang itu juga butuh saksi.
saat Reno akan berucap, datang beberapa orang yang memang sengaja Reno undang, siapa mereka? ujar bu Fatma.
Fitri yang melihat beberapa orang yang dia kenal, langsung menundukkan kepalanya.
bu Fatma tanyakan saja kepada Fitri!, karena Fitri pasti mengenal mereka, bukan begitu fitri? ujar Reno ujar Reno mengintimidasi.
Fitri apa kamu mengenal mereka? tanya bu Fatma. Fitri ga-kenal mah, dengan terbata-bata Fitri menjawab. "putri saya tidak kenal mereka!, lagian siapa mereka ga penting".ujar bu Fatma.
yang terpenting itu tanggung jawab kamu yang sudah menghamili putri saya!. celetuk bu Fatma
Reno hanya tersenyum tipis melihat lawan bicaranya.
pak tolong jelaskan kronologi kejadiannya pada nyonya besar ini, ujar Reno kepada petugas yang di undangnya tadi, beliau pun memutarkan sebuah cuplikan video cctv yang terpasang di tempat kejadian.
yang membuat semua orang melihatnya tak percaya!. apa-apaan ini, video murah siapa yang membuat ini dan ingin mempermalukan keluarga saya, bisa saya tuntut. bu Fatma tak terima.
ini adalah kejadian sebenarnya kalau pak Reno sebagi tersangka ternyata, bukan pelakunya, dan saya membawa 3 pelaku pemerkosaan putri ibu. ujar pak polisi menjelaskan
bu Fatma yang mendengar itu menatap nyalang kepada pria-pria yang melakukan pemerkosaan itu.
mukanya semakin merah padam melihat putrinya hanya menundukan kepala, lalu bu Fatma bangun dan langsung menjambak dan menampar wajah Fitri, "anak tidak tahu diri kamu bikin orang tua kamu Malu".
mama maafin Fitri dengan berurai air mata, fitri memegang kaki ibunya, tapi bu Fatma terlalu emosi, karena anaknya sudah membohonginya.
__ADS_1
sedangkan keluarga Reno, sudah pulang karena dia tidak ingin ikut campur dengan drama keluarga Fitri.
pak Yanto hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya, tapi pak Yanto tak bisa berbuat apa-apa semenjak dirinya terkena stroke mengakibatkan. kelumpuhan pada kakinya.