Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 50


__ADS_3

Lola yang terlihat kesal karena, rencananya tidak berhasil, dia melempar semua barang-barangnya hingga apartemennya berantakan, lihat saja Yuna, aku pasti bisa merebut Arlando darimu. dengan senyum yang menakutkan.


Lola mengambil ponselnya lalu dia menghubungi seseorang!, "lakukan seperti yang aku katakan, dan jangan sampai gagal! kalian akan tau akibatnya kalau sampai gagal". ujarnya dengan penuh penekanan. lalu dia tersenyum iblis


sedangkan Huan yang sedari tadi sedang frustasi, karena Yuna tidak mengangkat panggilan telepon darinya, dan membalas satupun chat darinya, membuat Huan uring-uringan.


kenapa dengan aku ini! gumamnya, yang entah mengapa dia takut Yuna akan salah paham, tentang masalah tadi, dia tak menyangka kalau Lola terlalu lancang, karena berani menyentuh ponselnya.


Huan meraup wajahnya kasar, akhinya dia memutuskan untuk menghubungi seseorang, agar bisa membantunya.


"Ren,, loe siap-siap sekarang! malam ini juga kita berangkat ke Singapore". setelah panggilan terhubung, ujar Huan yang langsung mematikan sambungan telepon genggamnya.


siapa sih yang nelpon ga sabaran banget? ujarnya menggerutu kesal, Huan ujarnya, ada apa dia ngubungin gue? belum Reno menjawab Huan sudah mematikan sambungan ponselnya.


kampret doang belum gue jawab udah di matiin! gerutunya sebal.


"apa ada masalah yah? sampai Huan malam-malam begini! ngebelain pergi kesana", tuturnya bingung. sambil memasukkan bajunya kedalam ransel, lalu Reno teringat jika Agnes pun ada disana,. jadi mukanya yang tadi murung, sekarang merekah bahagia. "I'm coming my love", teriaknya setengah berteriak.


Yuna yang terbangun karena merasakan sesak seperti terhimpit hingga paru-parunya tak bekerja, dia ingin sekali mendorong orang yang memeluknya dengan posesif!. Agnes lepas ngap tau! ujarnya dengan mata yang setengah terbuka karena masih mengantuk, Huan yang mendengar itu langsung melonggarkan pelukannya. dan Yuna pun kembali tidur.

__ADS_1


loe gila tengah malem ngajak gue, terbang emang gada besok, harus malam ini kesal Reno saat sudah sampai bandara


Huan yang mendengar, rutukan sahabatnya itu hanya diam tak menghiraukan, hingga mereka sampai di depan kamar hotel tempat Yuna menginap!.


cepet loe telpon cewek loe! ujar Huan memerintah, Reno yang mendengar itu langsung mencebikan bibirnya, sambil mendengus kesal tapi dia tetap melakukan seperti yang sahabatnya itu katakan.


Huan yang melihat mimik kesal Reno, tidak memperdulikannya, karena baginya yang terpenting sekarang menemui istri kontraknya itu.


sayang!, Agnes memeluk Reno, karena dia tidak percaya, kalau kekasihnya itu berada didepannya!


ko kamu ada disini yank. ujar Agnes terkejut sekaligus senang.


"nih suami sahabat kamu, nyulik aku! jawabnya sambil bergelayut manja dengan memeluk dari samping Agnes sambil menyandarkan kepalanya di bahu Agnes, lalu Agnes mengusap kepalanya dengan sayang.


Agnes dan Reno, yang mendengar itu langsung membulatkan matanya, karena sekarang mereka berada diluar. dan pintu pun dikunci dari dalam.


sudah sayang kita ke kamarku saja, ujar Reno karena melihat pintu yang di kunci dari dalam. akhirnya mereka berdua menuju kamar yang sudah dibooking oleh Huan tadi.


Huan yang melihat Yuna sudah tertidur dengan lelap, memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


setelah selesai dengan ritual mandinya Huan lansung menyusul Yuna yang sudah tertidur, hanya dengan menggunakan bokser tanpa mengunakan pakaian.


Huan menarik tubuh Yuna, kedalam pelukannya dan menjadikan tangan kirinya sebagai bantal, dan tangan kanannya mengusap lembut wajah cantiknya. walau dengan pencahayaan minim tapi Huan dapat melihat kecantikan istri kontraknya itu.


dia menyentuh setiap lekuk wajah cantik Yuna, dia pandangi wajah cantik itu tanpa bosan.


dia sesekali menciumi seluruh wajahnya, tanpa ada yang terlewat, lalu dia mengusap bibir ranum itu, lalu mengecupnya, karena Yuna tak terganggu dengan ulahnya, Huan mengecupnya lagi kali ini dia sedikit ******* dan menyesap Huan menahan tengkuk Yuna.


sedangkan Yuna, yang sedang bermimpi, membiarkannya padahal dia ingin bangun, tapi dia urungkan karena, dia merasa mimpi ini seperti nyata, dia takut kalau dia terbangun, mimpi indanya juga akan hilang, dalam mimpinya dia membalas ******* pada bibirnya, sekarang mereka saling membalas hingga terdengar ******* yang keluar dari mulut Yuna.


Huan melepaskan tautan bibirnya karena melihat Yuna, napasnya tersengal-sengal. lalu dia mengusap bibir Yuna yang basah karena ulahnya.


lalu dia memeluknya kembali, dan mengecup puncak kepalanya.


Yuna terbangun ketika wajahnya ditampar oleh napas hangat Huan, ia menatap wajah tampan pria yang sedang memeluknya posesif, dia menatap terus-menerus wajah tampan itu, dan menyentuh bibirnya, karena Yuna tidak tahan untuk menyentuh bibir seksi Huan yang berwarna sedikit pink.


lagi tidur aja terlihat tampan!, gumamnya, lalu Yuna mendekatkan wajahnya, lalu mengecup bibir yang terlihat menggoda itu, saat Yuna mengecup bibir Huan.


Huan membuka matanya, pandangan mereka bersiroboh, Yuna melihat Huan membuka matanya, langsung menjauhkan wajahnya, tapi dia terlambat karena Huan sudah menahan tengkuknya.

__ADS_1


Huan **********, dan Yuna pun membalasnya, sudah kepalang tanggung pikirnya, karena Yuna pun menginginkan itu.


...selamat berbuka puasa😘...


__ADS_2