Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 74


__ADS_3

Arlando menahan tengkuk Yuna, agar ia bisa menikmatinya lebih dalam, mereka saling membalas ciuman penuh kerinduan, padahal baru tadi pagi mereka berdua berpisah,tapi seperti sudah setahun mereka berpisah.


''jangan lakukan lagi, menari didepan orang banyak!,'' bisik Arlando ke telinga Yuna.


memangnya kenapa aku tidak boleh menari didepan orang banyak? apa kau cemburu?, tebak Yuna


Arlando tak menjawab dia malah memangut bibir bervolume Yuna. tanpa di minta Yuna membuka mulutnya, Arlando makin memperdalam ciumannya dia mengangkat tubuh Yuna dan menggendongnya seperti koala, Yuna melingkarkan kedua kakinya untuk memeluk tubuh Arlando. Arlando membawanya duduk dengan posisi Yuna seperti bayi besar.


aku menginginkanmu? bisik Yuna ke telinga Arlando! Arlando yang mendengar permintaan istrinya, dia tersenyum! apa milikmu sudah tidak sakit? tanyanya yang langsung mendapat anggukan dari Yuna.


nanti malam aja yah? ga enak acaranya kan belum selesai, kau juga harus menemani mereka bukan? ujar Arlando, karena tidak mungkin mereka melakukannya disaat acara belum selesai, kalau mereka melakukan sekarang Arlando takut, dia tidak bisa berhenti untuk menikmati puncak nirwana, alhasil dia akan terus mengurung istrinya itu didalam kamar.


Yuna yang merasa kecewa langsung turun dari pangkuan Arlando, sedangkan Arlando yang melihat itu menghela nafas, bukanya dia tidak ingin melakukannya sebenarnya dia ingin menyentuh istrinya, yang sejak pagi wajahnya selalu terbayang.


Yuna menuju meja rias, yang baru kemarin sore di belikan Arlando untuknya, Yuna memperbaiki riasan wajahnya, karena aktivitas nya tadi membuat lipstiknya luntur.


Arlando yang melihat Yuna diam saja, tak berbicara apapun, berjalan menghampirinya, sayang? panggil Arlando, karena wanitanya tak menyahut panggilannya.

__ADS_1


saat Arlando ingin menyentuhnya, "jangan sentuh aku!, ucap Yuna sambil berdiri dan berlalu pergi.


Arlando yang menerima penolakan merasa terkejut dia mengusap wajahnya kasar, dia tidak menyangka kalau-kalau istrinya itu akan marah.


Yuna bergabung kembali dengan kerumunan orang-orang.


"Arlando mana nak?" tanya bu Rina kepada menantunya.


"sebentar lagi mah, Arlando sedang ganti baju!" jawab Yuna, yang sebenarnya masih kesal dengan suami kontraknya itu, entahlah semenjak kejadian semalam Yuna selalu ingin melakukan lebih. dia tidak perduli kalau nanti dia di cap menjadi wanita mesum!, lagian dia mesum juga dengan suaminya sendiri.


"Arlando sebaiknya kamu istirahat saja, liat muka kamu lecek kaya gitu," apa kamu kecapean? tanya bu rina khawatir.


"Arlando gak apa-apa ko bu? jangan khawatir." bu Rina hanya maynggut-manggut saja.


Arlando menggenggam tangan Yuna, dan mengecupnya, Yuna hanya diam tak menolak atau memberi respon.


"sorry, sorry, sorry honey!," bisik Arlando yang tak suka jika Yuna mendiamkannya.

__ADS_1


akhirnya rangkaian acara pun telah usai sedikit demi sedikit warga pun berhamburan pergi.


"Yuna,, panggil Arlando yang tidak suka dari tadi dirinya di cuekin


Yuna, tak menghiraukan panggilan Arlando, Arlando yang sudah gemas, dengan tingkah laku Yuna langsung memeluknya.


"sayang! jawab dong jangan diam kaya gini?," Arlando mengecupi leher Yuna dan menggelitik pinggangnya.


tidak sisa-sisa apa yang dilakukannya membuahkan hasil.


"hentikan kau itu menyebalkan!" ujarnya tapi tetap menikmati sentuhannya.


ahhhh, desah Yuna, saat Arlando menekan dua gundukannya.


Arlando terus saja membuai Yuna dengan sentuhan. saat ini mereka sedang berhadapan.


Arlando menyambar bibir Yuna, saat Yuna sudah mulai tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2