
kini hanya ada kecanggungan diantara mereka!.
kenapa kau ada disini? tanyanya saat dia sudah membersihkan diri dan berpakaian. Yuna memakai kemeja oversize berbahan satin berwarna putih di padupadan kan dengan hotpants.
aku ada kerjaan untuk beberapa hari disini!, jawabnya sambil mengenakan pakaiannya, dengan warna senada dengan Yuna.
mereka segera keluar dari kamar sekarang; karena Reno dan Agnes sedang menunggu mereka untuk sarapan.
sorry telat! ujar Huan kepada sahabat dan kekasih sahabatnya itu, sedangkan Yuna menatap malas Reno, karena menurutnya Reno itu adalah pengganggu.
akhirnya mereka berempat sarapan dengan sesekali bercanda, hingga terdengar dering telepon milik Huan,
Huan meronggoh ponselnya yang ada di dalam kantong celana jeans-nya.
dia melihat sesaat siapa yang meneleponnya, lalu dia segera menggeser tombol hijau. setelah meminta ijin kepada semua, dia menjauhi istri dan sahabatnya itu. untuk mengangkat panggilan telepon.
Yuna menatapnya tajam! siap yang meneleponnya?, sampai-sampai dia harus menjauh saat menelpon, gumamnya dalam hati.
"selamat pagi Miss Erika chen", baiklah! kebetulan sekarang saya sedang berada dibawah sedang sarapan, baiklah anda sekarang duduk di meja nomor berapa ujarnya lagi. Huan mengakhiri panggilannya
Huan kembali lagi berkumpul dengan istri dan sahabatnya, aku tinggal sebenta karena aku akan menemui perusahaan yang mau memberi beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi. ujarnya apa kau mau ikut?, ujarnya kepada Yuna.
__ADS_1
"tidak! aku mau disini aja bareng mereka!" tuturnya padahal sebenarnya dia ingin ikut karena dia sangat penasaran dengan sponsor yang akan membantu biaya pendidikan mahasiswa di universitas tempat Huan mengajar. tapi dia juga gengsi.
baiklah, aku tak jauh dari sini aku di meja nomor 10!, ujar Huan memberi tau, dan Yuna hanya menganggukkan kepalanya, tanpa menatap Huan yang sudah berlalu pergi.
kenapa loe ga ikut Yun?, loe ga takut kalau suami loe entar kecantol janda!. Ujar Reno yang langsung mendapatkan tendangan dari kolong meja.
awww, teriak Reno!, mengadu sakit karena tendangan kaki Yuna. sakit bos tapi diiringi dengan tawa usilnya, sambil menyanyikan beberapa bait lagu yang pernah di nyanyikan Nella kharisma.
Janda gara-gara janda
Janda yang bikin janda
Kini kujadi janda
Hek-a, hek-e...
(Pokoknya gara-gara janda!)
Dulu kubenci janda
Sekarang kujadi janda
__ADS_1
Sumpah tiada kusangka
Sekarang kujadi janda
Yang punya suami tampan harus dijaga
Supaya tiada lagi komunitas janda
Agnes tertawa terbahak-bahak, mendengar kekasihnya itu sedang menggoda Yuna, yang sedang cemberut.
cantik banget tuh cewek! ujar Agnes yang sekarang ikut menimpali. seksi banget yang, pasti tuh cewek lagi tebar pesona!, bisa-bisa si Arlando kecantol ama yang di luaran nih. sahut Reno
Yuna yang mendengar itu menahan geram! dan dia pun terpancing, untuk Menengok kearah dimana Huan sedang mengadakan meeting berdua dengan wanita yang lumayan cantik menurut Yuna! karena hanya dia yang paling cantik pikirnya, walaupun dia sadar wanita yang sedang berbincang dengan suaminya itu memang cantik tapi tetap aja kecantikannya masih standar masih cantikan gue,. gumamnya.
Yuna berdiri dari duduknya!. loe mau kemana? tanya Agnes yang melihat temanya itu berdiri, karena sarapannya pun belum abis.
Yuna tak menghiraukannya, hanya berlalu pergi. Agnes dan Reno yang melihat itu tersenyum penuh arti.
Yuna berjalan sangat anggun menghampiri dua orang yang sedang terlibat perbincangan, yang menurut Yuna menyebalkan.
sayang kau sudah selesai? ujar Yuna dengan manjanya, Huan yang melihat kedatangan. istrinya, langsung berdiri. sebentar lagi! sahutnya
__ADS_1
sedangan Yuna balik menatap wanita yang sedari tadi menatapnya dengan sorot matanya yang tajam, dengan mata yang besar sukses membuat orang yang sedari tadi menatapnya tidak suka, memalingkan wajahnya.