
kamu tidak tahu siapa saya?, berani sekali kamu berbicara seperti itu, apa kamu mau menantu saya memecat kamu hah? karena sudah berbicara lancang kepada mertuanya. ancam Mama Mona membuat takut Fanny.
Jacob yang mendengar keributan di koridor kantornya, mempercepat langkahnya.
saya tidak suka ada keributan di kantor ini! ucapnya kepada dua wanita yang ada di depannya.
Jacob sebaiknya kamu pecat wanita kurang ajar ini! ujar mama Mona menatap nyalang sekretaris di depannya.
Fanny tak menghiraukan kemarahan Mama Mona, yang dia takutkan bosnya memecatnya, karena tidak bisa melakukan tugas dengan baik.
maafkan saya tuan! jawabannya dengan suara sedikit bergetar, takut bosnya itu akan memarahinya.
kau boleh pergi! ujar Jacob kepada sekretaris nya.
dan mama apa yang membawa mu kesini?. tanyanya kepada wanita paruh baya yang sebentar lagi akan menjadi mantan mama mertuanya.
mama ingin bicara empat mata, mama melirik asisten Jacob agar pria itu tak mengikuti bos-nya.
__ADS_1
tinggalkan kami berdua! usir Jacob kepada asisten Han.
Melda, Melda! pangil Mama Mona tidak sabaran. mana Melda bi? tanyanya ke pelayan yang datang menghampirinya setelah mendengar teriakkan mama Mona.
non Melda ada dikamar nya nyonya! jawab sang pelayan.
tanpa berkata apapun lagi, mama Mona langsung menujuju kamar Melda, Melda terlihat sedang mengecat kukunya.
ada apa sih mah teriak-teriak? kaya di hutan aja, balas Melda.
mama Mona tak menjawab! plakkk satu tamparan mendarat di wajah mulus Melda.
mama apa-apa sih? sakit mah ujar Melda tak terima dengan apa yang dilakukan oleh mamanya.
apa kamu bisa menjelaskan ini hah? tanya mama Mona sambil memperlihatkan video dari ponselnya, Melda yang melihat itu langsung membelalakkan matanya.
''mam,, ini tidak seperti yang mama bayangkan, ini fitnah ini pasti editan mam, ada orang yang sengaja ingin menjatuhkan aku!'' elak Melda sambil terbata-bata.
__ADS_1
plakkk... sekali lagi mama Mona menampar putri kesayangannya, kamu bilang ini editan? kenapa kamu melakukan semua ini, apa kamu tidak berpikir sebelum bertindak? jawab Mama, kenapa kamu jadi se liar ini?. apa mama terlalu memanjakan mu, jadi kamu tubuh menjadi seperti ini? mama Mona terisak menahan sesak di dadanya, dia tidak menyangka putri kesayangannya, bisa melakukan tindakan asusila.
"mam, maafkan aku! Melda menghampiri mamanya dan bersujud di kaki mama Mona. dia menangis meminta ampunan,
"kenapa kamu lakukan ini sayang? tanya Mama Mona yang sudah sedikit lebih tenang, dan tetap membiarkan Melda masih bersujud.
Melda hanya bisa menangis sesenggukan, tanpa bisa menjawab pertanyaan sang Mama.
flashback on
ada apa Mama kesini? tanya Jacob to the point, karena dia tidak ingin membuang-buang waktu berharga nya.
'' saya mau kamu membatalkan niat kamu ingin menceraikan putri saya!, kalau kamu masih bersih keras meninggalkan Melda, kamu tau jelas apa yang bisa saya lakukan dengan perusahaan ini!'' jelas mama Mona mengancam dan tak ingin dibantah.
hahaha... Jacob terkekeh karena dia sudah muak dengan tingkah laku keluarga istrinya itu, mama Mona selalu mengancam bila keinginannya tidak dituruti begitu pula dengan Melda mereka sebelas duabelas, ibu dan anak itu sama saja, jika ada masalah dia akan selalu mengancam dan bila keinginannya tidak dituruti, dia bisa melakukan apapun!,
Jacob memberikan, sebuah amplop coklat, kepada mama Mona. dan mengirimkan sebuah video lewat WA mama Mona.
__ADS_1
hampir saja Mama Mona terkena serangan jantung, karena sudah melihat video syurr putrinya.
flashback off