Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 56


__ADS_3

Yuna yang mendengar panggilan sang putri sambung langsung duduk mensejajarkan tubuhnya dengan Huan.


"hei nona cantik, bagaimana kabarmu sayang?" tanyanya tak kalah antusias, yang membuat bocah 4 tahun itu merona karena malu.


Huan yang melihat interaksi keduanya, ikut tersenyum, karena Yuna memang sangat pandai menggoda putrinya, semenjak pertama bertemu Yuna sudah sayang dengan putri sambungnya,. begitupun dengan Lila, karena menemukan sosok seorang mama di diri Yuna.


"mama boleh kan Lila cium mama?" tanyanya polos.


"tentu saja sayang boleh, sepuas mu", jawab Yuna


lalu bocah itu mengecup layar ponsel seakan sedang mencium Yuna, Yuna merasa lucu dengan tingkah menggemaskan putrinya, dengan jail nya Yuna mengerjai bocah 4 tahun itu, Yuna memasang wajah kecewa, karena ciuman putrinya itu tidak terasa.


"mana katanya mau cium mama godanya!"padahal dari tadi bibir bocah itu sudah memenuhi layar ponselnya. bahkan air liurnya pun membanjiri ponsel milik Yanti, yang membuat Yanti sangat geram.


"kan sudah mama", ujarnya polos, dia tidak mengerti bila ibu sambungannya itu sedang menggodanya.


"mana tidak terasa", jawab Yuna dengan wajah yang dibuat-buat seperti orang yang sedang kecewa, dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Huan

__ADS_1


Lila yang melihat wajah kecewa Yuna akhirnya dia meminta bantuan sang papa.


Huan melihat wajah putrinya yang sendu, mencoba memberikan usul kepada putrinya itu.


"apa putri kesayangannya papa ingin memberikan ciuman kepada mama Bella", tanyanya kepada sang putri yang terlihat murung..


"iya papa, tapi mama Bella tidak bisa merasakan ciumanku?" gumamnya sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Yuna menahan tawanya.


"baiklah putri papa yang cantik, mau cium mama Bella yang mana dulu? pipi, kening, hidung, mata atau apa?" tanyanya kepada sang putri.


Lila terlihat antusias, "benarkah papa?" rengekannya


aku mau papa memeluk, dan menciumi wajah Mama Bella, karena aku kangen mama! jawabnya polos, hingga membuat Yanti kesal dan ingin mencekik Putri kandungnya sendiri.


Huan melakukan apa yang diinginkan putrinya, Huan mengecupi wajah Yuna, yang membuat Lila semakin tertawa geli.


"sudah papa kabulkan keinginanmu sayang!,"

__ADS_1


"mama!, apa terasa ciumanku?, tanyanya antusias


Yuna mengangguk, tentu saja terasa, karena putrinya mama mencium mama dengan kasih sayang! ujarnya bahagia karena putri sambungnya mau menerimanya. boleh ga mama cium Lila?, tanyanya


"mau mau mau!", Lila merasa bahagia karena Yuna mau menciumnya.


Yuna mengecup kening Huan sangat lama, membayangkan jika itu Lila, mencium pipi kanan dan kirinya, berharap bocah itu tak kekurangan kasih sayang.


Huan merasakan ada raut kesedihan, di wajah sang istri, dia langsung memeluk, tubuh itu dalam dekapannya, hingga Lila yang melihatnya terharu, hingga bu Rina yang tak sengaja lewat pun, merasa sedih sekaligus bahagia, karena menantu barunya mau menerima cucunya, yang sedang sakit hingga sekarang sudah berangsur pulih.


Yanti yang sudah kesal setengah mati dengan drama yang dibuat oleh putri dan mantan suaminya, di tambah melihat Huan memeluk wanita yang menurutnya sangat bar-bar itu, dia ingin sekali melempar ponselnya.


"sayang sudah dulu yah nelponya , karena mama harus pulang!." ujar Yanti beralasan


akhirnya panggilan pun diakhiri, Yanti pamit pulang, dengan wajah di tekuk menahan amarah, dan menjalankan mobil mewahnya, menuju kediaman orang tuanya.


kamu dari mana? ujar bu Fatma karena melihat kedatangan Yanti yang terlihat sedang menahan emosi. Yanti tak menjawab pertanyaan bu Fatma.

__ADS_1


"jangan bilang kamu ke rumah mantan mertuamu yang miskin itu?" tanyanya lagi dengan geram, karena dia sudah tak mau berurusan dengan keluarga Huan apa lagi omnya yang bernama Zaki, yang sudah berani menghinanya tempo hari, dengan mengatainya gentong.


__ADS_2