
malam harinya dikediaman keluarga Sanjaya!, nampak para pelayan sedang sibuk menyiapkan hidangan, di meja makan. karena malam ini Huan dan keluarga, nampak hadir memenuhi undangan tuan Farouk.
"saya merasa tersanjung karena tuan dan nyonya mengundang kami orang kecil, datang bertandang kerumah anda"! , ujar ibu Rina, yang merasa sungkan karena dia tidak menyangka bila kekasih anaknya adalah anak konglomerat.
"ibu Rina jangan merasa sungkan! kita sesama manusia harus saling menghargai benarkan pah?" mama Ratna minta dukungan sang suami agar membenarkan ucapannya. "iya ibu Rina, benar yang dibilang oleh istri saya"; lalu mereka bicara ngidul nglor.
tak berapa lama Yuna menuruni anak tangga!, semua mata tertuju padanya, Huan tak berkedip sama sekali memandang wanita cantik yang sedang berjalan ke arah mereka.
"sayang ujar mama Ratna menyambut kedatangan sang putri".
"ibu apa kabarnya"?, Yuna menyapa sang calon mertua dan juga keluarganya.
"nyonya makan malam sudah siap!," ujar bi Mina
iya bi "terimakasih", ujar Mama Ratna.
"ayo semuanya kita makan malam dulu!", akhirnya mereka menuju ruang makan. dan menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja, sambil berbincang, makan malam penuh dengan kekeluargaan, ibu Rina merasa terharu, karena calon besannya itu sangat baik dan tidak memandang mereka sebelah mata.
akhirnya makan malam pun selesai! sekarang mereka menuju keruang keluarga untuk membicarakan, perihal pernikahan putrinya dengan Huan.
__ADS_1
"bagaimana bu Rina?" tanya papa Farouk yang bermaksud mempercepat pernikahan putra dan putri mereka.
"kalau saya terserah putra saya!, karena dia yang akan menjalaninya, saya selaku orang tua, setuju saja! kalau memang mereka sudah siap".
lalu papa Farouk menatap Huan, 'bagaimana denganmu Arlan?". tanya papa Farouk lagi.
"Om maaf sebelumnya, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya hanya orang biasa, dan saya pun akan menikahi Putri Om, dengan kemampuan saya, saya tidak bisa memberikan pesta pernikahan yang mewah, karena keadaan saya, yang seperti ini". ujar Huan karena dia tau calon istrinya itu orang berada dan tak mungkin dia menyelenggarakan pesta pernikahannya kecil-kecilan, pikirnya.
"kamu jangan khawatir saya yang akan membiayai pernikahan kalian"!, ujar papa Farouk lagi, yang tak ingin membuat calon suami anaknya itu minder, dan dia mundur perlahan dan tidak mau menikahi putrinya, bisa gagal dia nanti punya cucu. batin papa Farouk.
"mohon maaf Om, saya ingin menikahi putri Om sesuai dengan kemampuan saya sendiri. jadi saya harap Om tidak perlu mengeluarkan uang untuk pernikahan kami nanti, biar saya yang mengurusnya. dan kami akan menikah secara sederhana saja".
karena Huan tidak ingin harga dirinya sebagai seorang pria di injak-injak karena tak mampu membiayai pernikahannya sendiri.
"baiklah 1 minggu lagi kalian akan menikah ujar papa Farouk", yang membuat semua mata melotot kearahnya, "papa Farouk hanya berdecak, bukanya tidak ada pesta kenapa harus menunggu lama, ujar papa Farouk lagi!".
ibu Rina yang melihat calon besannya itu sedikit kesal akhirnya menyetujuinya.
tiga hari kemudian.
__ADS_1
Reno yang sudah mendapatkan bukti, tentang kasus yang kemarin menjeratnya akhirnya kini sudah bisa bernapas lega, walaupun belum selesai permasalahan keluarganya dan keluarga Fitri, tapi setidaknya dia sudah mengantongi bukti , jika dia tidak terlibat dalam kasus pemerkosaan Fitri, beberapa waktu lalu.
Fitri yang kini sudah berada di kota, dia menelpon seseorang untuk ketemuan. disinilah mereka berada saat ini.
"maaf aku mengganggu waktu anda nona, ujar Fitri. tak masalah ada apa anda ingin bertemu dengan saya dan apa yang ingin anda bicarakan tentang kekasih saya? tanya Agnes penasaran karena ada seorang gadis yang ingin bertemu dengannya dan membahas soal kekasihnya!".
Fitri menelisik penampilan Agnes yang bak seorang model, dan dia membandingkan dengan dirinya yang berbeda jauh, pantas saja kak Reno tak pernah melirik nya ternyata kekasihnya memang sangat cantik.
"nona" aku mohon sebaiknya anda tinggalkan Reno!, ujar Fitri , yang membuat Agnes langsung menoleh kearahnya, "Agnes tersenyum sinis", apa hak anda menyuruh saya untuk meninggalkannya? tanya Agnes yang sambil memainkan sedotan jusnya.
"tentu saja saya punya hak karena saya adalah calon istri kak Reno, dan saya sekarang sedang mengandung buah cinta kami".
"deg", dada Agnes terasa di hantam oleh puluhan ribu ton batu kali. rasanya sakit tak berdarah.
Fitri tersenyum tipis melihat lawan bicaranya hanya terdiam.
tak beberapa lama terdiam, Agnes membuka suaranya apa itu anaknya Reno?, tanyanya
yang membuat Fitri menatapnya,!, "tentu saja ini anaknya kak Reno! buah cinta kami". ujarnya lagi sedikit tersulut emosi.
__ADS_1
Agnes hanya tersenyum sinis melihat perempuan yang ada di depannya itu.
"sayang", maaf aku terlambat ujar sang pria menghampiri Agnes, dan langsung mengecup bibir Agnes, tapi Agnes menahan tengkuk Reno, dan akhirnya sekarang mereka sedang saling berciuman tanpa memikirkan orang yang sedang menatap mereka dengan penuh amarah.