
Huan tidak tau mau bawa wanita disampingnya itu makan di mana, kalau dibawa ke restoran pasti butuh bajet ga sedikit karena dia tau wanita di sampingnya itu, kalau makan ga inget tempat, udah kaya tuyul kesurupan, bisa-bisa jebol nih kantong, Huan bukanya pelit, memang keadaannya yang membuat dia seperti itu mengingat sang putri butuh biaya untuk pengobatannya, dan adik-adiknya juga sama butuh biaya untuk pendidikannya.
kamu mau makan apa? setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Huan membuka pembicaraan.
hmm.. terserah kamu mau ngajak makan apa, aku apa aja doyan, yang penting makanan dan bisa di makan. ujar Yuna,. karena dia memang tidak pernah menolak makanan selagi itu halal dan bisa di makan.
makan baso mau? ujar Huan menawari.
"boleh", beli basonya di mana?, gimana kalau di tempat baso langganan aku, ujar Yuna
nanya sendiri di jawab sendiri, batin Huan heran dengan wanita di sampingnya. "oke" Huan menyanggupi.
setelah beberapa menit mereka sampai di kedai baso. ayo turun, ajak Yuna tak sabar, karena wanita cantik itu sudah tak sabar ingin melahap bakso mercon. kesukaan bi Mina
__ADS_1
lalu pelayan pun datang, mas saya pesan 1 bakso komplit sama jus jeruk,. ujar Huan, kalau aku bakso mercon terus bakso lobster sama satu lagi bakso beranak,. minumnya jus jeruk 2 pake gelas yang gede. Huan hanya geleng-geleng mendengar pesanan sang wanita yang ada di depanya, walau dia sudah tau wanita di depanya akan memesan banyak makanan, tapi tetap aja Huan masih terkejut, untung nih cewek jalan ama gue coba kalau jalan ama Ali atau Jojo, bisa-bisa Jojo sama Ali langsung mati muda... gara-gara ngasih makan nih cewek yang rakusnya auzubilah batinnya.
mereka duduk lesehan di ubin beralaskan tikar dengan meja panjang, sepanjang jalan kenangan, "panjang kali bang, tuh meja apa tali".
sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka berbincang! bagaimana kondisi anak kamu apa sudah lebih baik?. ujar Yuna menanyakan.
Alhamdulillah baik walaupun belum memuaskan hasilnya.
tentu saja boleh kalau kau ingin menjenguknya, ujar Huan.
obrolan mereka terpotong karena si pelayan membawa pesanan mereka.
Yuna sudah ingin meneteskan air liurnya menatap bakso yang sedang diturun kan dari nampan oleh pelayan, Huan yang melihat itu menahan tawanya.
__ADS_1
ayo makan, ujar Yuna yang sudah tak sabar, melahap makanan di depanya matanya pun terlihat berbinar.
benar-benar bar bar cara makan Yuna, untung mereka duduk lesehan jadi Yuna leluasa duduk dengan gaya apa saja, Huan sangat gemas melihat tingkah Yuna yang menurutnya mirip bocah, karena tidak sesuai dengan casing Yuna yang feminim dan berkelas, Huan hanya tersenyum karena baru kali ini dia melihat wanita seunik Yuna.
kenapa kamu tidak makan, malah ngeliatin aku terus, apa kamu baru kali ini liat cewek cantik dan seksi makan, gerutunya kesal, karena semua orang pun menatapnya, Yuna balik menatap mereka satu persatu.
hingga Huan yang sadar melihat wanita di depanya menghentikan makannya, karena Yuna sedang memelototi pengunjung lain, hingga tanganya tanpa sadar me ngusap dahi hingga ke kedua mata Yuna dan turun kehidung. agar tak memelototi pengunjung lain dengan mata besarnya itu.
udah buruan cepet makan , ujar Huan yang melihat yuna tak kunjung juga makan.
Yuna menyipitkan matanya melihat pria di depannya sambil mukanya di tekuk, hingga beberapa saat, lalu dia melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Yuna bedecak kesal.
Huan hanya tersenyum melihat tingkah Yuna, dan dia pun melanjutkan makannya.
__ADS_1