Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 46


__ADS_3

sarapan buat siapa bi? tanya mama Ratna, karena di meja sudah tersedia dua buah sandwich jus jeruk dan kopi. untuk non Yuna dan den ganteng nyah, ujar bi mina.


bukanya Arlando, kemarin pamit pulang? tanya mama Ratna heran, karena menantunya itu pamit pulang, dan menetap beberapa hari disana.


Mina ga tau nyah!, tadi pagi Mina mau bangunin non Yuna, yang buka pintu den ganteng, ujarnya menjelaskan.


ya sudah, kopi nya kamu bikinin lagi, ini kopi sudah dingin. siapppp nyonya, ujar bi mina lagi.


baru mama Ratna, ingin mendudukan bokongnya, ada yang mengucapkan assalamualaikum, walaikum salam, jawab mama membalas salam Huan dan Yuna.


"mom,, Yuna mengambil punggung tangan mama Ratna lalu menciumnya, dan di ikuti oleh Huan.


lalu mereka sarapan bersama, mama Ratna tidak sengaja melihat banyak tanda merah dileher Yuna walau samar, karena Yuna sudah menutupinya dengan Foundation, walau Yuna sudah menutupinya, tapi tetap saja mama Ratna bisa melihatnya apa lagi di buah dada Yuna yang kerah bajunya rendah, sungguh sangat nampak, mama Ratna tersenyum kecil. ternyata menantuya itu ganas juga.


sesudah sarapan Mereka langsung menuju bandara, disana sudah ada Agnes dan Reno, yang menunggu mereka sedari tadi.


"mentang-mentang pengantin baru datangnya telat". ujar Agnes kesal.

__ADS_1


"sorry gue bangun kesiangan", ujar Yuna tak enak, karena membuat sahabatnya itu menunggu lama.


"wow, kayanya semalam ada yang habis bertempur", Reno melirik leher jenjang Yuna, yang banyak terdapat tanda merah walaupun samar, tapi masih tetap terlihat karena kulit Yuna yang putih bak susu, itu tidak bisa di tutupi walau dengan Foundation sekalipun.


" Agnes, pacarmu itu menyebalkan, mendingan kau cepat cari penggantinya!", ujar Yuna kesal sambil memanyunkan bibirnya.


Huan dan Reno terkekeh dengan ucapan Yuna yang seperti anak kecil.


"sudah ayo, pesawat mau take off", ujar Agnes


lalu mereka menuju pintu masuk, huan menarik koper dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya melingkar memeluk pinggang ramping Yuna.


mereka hanya bisa mengantar di pintu keberangkatan!.


"jaga dirimu baik-baik jangan telat makan!", ujar Huan seperti seorang ibu yang sedang menesehati putrinya.


"iya,, lalu Yuna mencium punggung tangan Huan dengan sangat takzim.

__ADS_1


Huan menarik pingang Yuna, satu tangannya lagi membelai lembut rambutnya, Huan mencium kening Yuna dengan dalam.


Agnes menarik Yuna, dan berkata ayo cepat kita sudah terlambat, pesawat sudah mau berangkat. ujar Agnes sebal, karena melihat keromantisan mereka, karena hanya Huan yang bisa mengantar sampai dalam sedangkan Reno, sudah terpisah sedari tadi karena tidak punya akses masuk.


Yuna yang sepertinya enggan berpisah dengan Huan, merasa jengkel dengan suara operator. menyebalkan sekali gerutunya.


Yuna mengecup bibir Huan singkat. tapi Huan menahan tengkuk Yuna yang membuat bibir mereka bertautan, dan sedikit saling *******, Huan menghetikan lumatnya, walaupun dia sebenarnya tidak rela, tapi, mau gimana lagi, pesawat akan lima menit lagi akan berangkat. Huan segera mengusap bibir Yuna yang sedikit basah olenya dengan ibu jarinya.


hati-hati, jaga dirimu, ujar Huan Sambil melambaikan tangannya.


flashback on


sehabis Yuna curhat, Agnes segera menghubungi Reno, dan menceritakan tentang, sahabatnya itu.


apa kau serius sayang?, ujar Reno yang tak percaya dengan apa yang di ucapkan kekasihnya itu.


" satu-satunya cara kita harus menyatukan mereka, walaupun mereka menampik jika mereka tidak saling mencintai, tapi aku bisa melihat, dari sorot mata mereka yang saling mengagumi". karena mereka belum sadar dengan perasaan mereka masing-masing.

__ADS_1


lala apa rencana kita sekarang agar bisa menyatukan mereka? tanya Reno. dan Agnes oun membisikan sesuatu ke telinga Reno. dan Reno oun menyetujui rencana Agnes.


flashback off


__ADS_2