Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 19


__ADS_3

permisi, pak Ujang yang melihat, bertanya pada rekannya, itu siapa pak Mamat? ga tau, ujar pak Mamat, pak Ujang tumben ga tau biasanya kan pak Ujang paling up-to-date, masalah ginian, ahh pak Mamat kan tau si mbeb lagi ngambek, gara-gara minta baso mercon, tapi saya bawain merconnya doang. pak mamat terkekeh mendengarnya, tapi kayaknya saya pernah liat tu laki, tapi dimana yah!, ahh sebodo teing, aing poho, pak ujang kesal sendiri karena tak bisa mengingat.


Huan menekan bell rumah, iya sebentar, assalamualaikum setelah pintu di buka, bi Mina hanya mematung, sedangkan mama Ratna yang memperhatikan bi Mina hanya bergeming, hanya bingung, kenapa tamunya ga di suruh masuk Min ujar Mama Ratna meperhatikan dari ruang tamu, eh maaf ganteng, walaikum sayang, bi Mina langsung menutup mulutnya, Huan hanya tersenyum melihat tingkah lucu bi Mina. silakan masuk ganteng, terimakasih cantik, seketika bi Mina terasa terbang melayang karena pujian itu, tapi hanya untuk beberapa saat, sesaat kemudian dia menyadari kalau itu bukan suara cowok ganteng di depannya, melainkan suara pak Ujang yang ada di belakang Huan.


selamat malam Tante? mama Ratna memperhatikan Huan dari atas sampai bawah, pantes saja Yuna menolak di jodohkan ternyata pacarnya ganteng bingit. batin mama Ratna. malam silakan masuk, awas bi jangan ngehalangin jalan. ujar Mama Ratna. silakan duduk , Tante panggil Yuna dan om dulu, iya tante. silakan ujar Huan. bi Mina kenapa masih berdiri disitu, sini, panggil mama Ratna, iya nyah, sahut bi Mina. buatin minuman buat tamu. siapp nyah, ujar bi Mina

__ADS_1


selamat malam om, Huan menjabat tangan papa Farouk, malam, silakan duduk, ujar papa Farouk, loh Yuna kemana mah, masih dikamar pah lagi dangdan. Huan hanya tersenyum melihat interaksi antara suami istri itu, Yuna menuruni anak tangga dengan lemas, sebenarnya dia mau kabur, tapi masa iya dia kalah sebelum berperang,


ehhh putrinya mom yang paling cantik udah turun, sayang sini dong, ko lemes sih, nih kekasih kamu sudah datang, kenapa lemes kaya ga makan tujuh hari tujuh malam, mama Ratna terkekeh, papa Farouk yang ikut mendengar celotehan mama Ratna hanya bisa mengelengkan kepalanya. Yuna yang mendengarnya jengah, dia sudah tau akan menjadi bahan Bulian mamanya.


nak Arlando kerja dimana?, sekarang giliran papa Farouk yang bertanya, tadinya saya mengajar di sekolah menengah atas di kota B, tapi mulai besok saya mengajar di universitas xx, papa Farouk sedikit terkejut begitu juga mama Ratna dan Yuna, Yuna sedikit tertarik dengan pria di sampingnya, akhirnya dia memberanikan diri untuk melirik, yang dilirik prtama kali yaitu tangan si pria, kukunya udah pendek ga panjang udah di pangkas nih kayaknya, kulitnya juga putih, kayanya udah di suntik putih juga, lalu di melirik lebih atas lagi, dan tatapannya turun lagi, pakaiannya rapih cocok dengan celana yang dia pakai, sepatunya juga mengkilat, lalu Yuna menaikkan pandangannya karena penasaran terlihat jakunnya naik turun, pandangan Yuna makin naik dia melihat bibir seksi yang sedang tersenyum tipis, giginya ga runcing, Yuna makin penasaran, di telusuri terus wajah itu, hidungnya mancung, makin keatas ,akhirnya mata hazel Yuna besitap dengan mata coklat Huan, akhirnya Yuna membatu dia shock karena sudah di kerjain teman gada akhlaknya itu.

__ADS_1


"Yuna,, mama Ratna memanggil, tampan, jawab Yuna yang membuat papa Farouk dan mama Ratna terkekeh, mendengar ucapan sang putri , mom tau dia tampan tapi mau sampai kapan kamu menatapnya? ujar mama Ratna kembali terkekeh, Yuna baru sadar dengan kebodohannya, yang sudah memuji Huan di depan orang tuanya


tuan nyonya makan malam sudah siap, bi mina memberi tau,


ayo kita makan dulu baru lanjutkan ngobrolnya, lalu mereka semua berdiri, yuna mengambil duduk di samping sang mama, mereka makan dengan tenang sesekali Yuna melirik ke arah Huan. diakan cowok yang ada di kota B, kenapa bisa ada disini.

__ADS_1


__ADS_2