Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 21


__ADS_3

keesokan harinya. Huan sangat sibuk dengan kegiatan barunya yakni mengajar di sebuah universitas xx, ini hari pertamanya menjadi seorang dosen, walaupun pun dia sudah biasa mengajar tapi tidak dengan kali ini yang di ajar bukan lagi anak di bawah umur, yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, melainkan, sudah di bisa di bilang dewasa. ternyata baru pertama masuk Huan sudah mendapatkan sambutan dari mahasiswa yang kebanyakan perempuan, karena ketampanan, dan sikapnya yang ramah, dan Huan pun mudah berbaur dengan lingkungan sekitar, jadi sangat gampang buat Huan beradaptasi dengan baik. "pak aku padamu, ucap salah satu mahasiswinya, aku juga padamu, seloroh Huan membalas kecengan mahasiswinya, yang membuat mereka tergelak bersama".


dret dret dret, ponsel Huan berdering tanda ada panggilan masuk, tertera nomor baru, lalu Huan menggeser tombol hijau, assalamualaikum, tak kunjung di jawab lalu Huan mengucapkan salam lagi, sepertinya anda tidak mau bicara? masih tak ada jawaban, kalau masih tidak mau bicara, saya akhiri panggilannya, di kampus, ok setengah jam lagi aku akan sampai.


Yuna memegang ponselnya dia nampak ragu menghubungi seseorang, telpon tidak telpon tidak, telpon saja!. dalam kebingungan Yuna ada seseorang yang menyahuti, yah suara itu bukan milik Yuna melainkan milik Agnes, Agnes langsung merebut ponsel Yuna dan menekan tombol panggil, dan akhirnya terhubung, Agnes apa yang kau lakukan. Agnes hanya menyengir kuda.

__ADS_1


suara dari sebrang mengucapkan salam, cepat jawab salamnya, Agnes sangat gemas melihat temannya, tak juga membalas salam sang penelepon. Yuna dia memberikan salam cepat jawab salamnya. akhirnya Yuna menjawab salam sang penelepon.


"walaikum salam, jangan di matiin, kamu lagi ada di mana?, bisa ga ketemuan di cafe xx?, ok aku tunggu.


kamu tuh nyebelin ga sopan tau, ujar Yuna emosi eh Yun elo tuh seharusnya berterima kasih ama gue, bukanya ngomel, coba kalau gada gue nyampe jari loe kriting juga, ga bakalan kesambung tuh telpon. iya deh terima kasih, akhirnya Yuna mengalah".

__ADS_1


Yuna sudah berada di cafe tepat waktu, dia terus menunggu, tapi yang di tunggu tak kunjung tiba kemana dia? apa dia lupa, apa jangan-jangan kecantol perawan hingga lupa jalan menuju cafe ini, yuna sudah mulai kesal dia sudah menghabiskan dua gelas minuman yang lagi trend di Korea yaitu es Boba, kembung-kembung dah perut. gumamnya tak selang berapa menit akhirnya datang juga yang di tunggu tapi mood sang putri sudah hilang, mukanya di tekuk kaya baju ga di setrika.


assalamualaikum. Huan mengucapkan salam pada wanita yang sudah ada di depannya, walaikum salam!jawab Yuna dengan nada ketusnya. Huan yang melihat mimik wajah Yuna menahan tawa melihat wajah kesal Yuna, yang makin terlihat cantik, kamu sedang datang bulan, tanya Huan menggoda Yuna sambil dia mendudukan bokongnya, di kursi, karena wanita di depannya tak kunjung juga menyurunya duduk. Yuna menatap Huan dengan tajam, sudah datang telat bukanya minta maaf, malah ngomong yang enggak-enggak. ketus Yuna sambil tangannya bersedekap di bawah dadanya.


maaf yah aku datang telat, tadi aku liat ada wanita paruh baya terserempet mobil, huan menjelaskan mengapa dia terlambat. Yuna yang mendengar alasan Huan, langsung manatap pria tampan itu, apa wanita paruh baya itu tidak apa-apa? ujarnya penasaran dan khawatir. dia gapapa karena yang nyerempet sudah mau bertanggung jawab.

__ADS_1


sebeum Huan menuju cafe tempat dia dan Yuna mengadakan janji bertemu terjadi insiden kecil, tapi cukup menyita waktunya .


di jalanan yang lumayan padat dengan kendaraan, mengingat sebentar lagi waktu makan siang, Huan tak sengaja melihat wanita paruh baya terserempet mobil, kamu ga bisa nyetir apa? tanya wanita itu pada sang sopir, maaf nona, apa saya harus turun nona? tidak usah, jawab wanita itu. wanita itu terus memperhatikan lalu dia turun


__ADS_2