
Jacob yang merasa sudah tak ada lagi kesempatan untuk memiliki Yuna, sekarang dia merasa putus asa, setiap harinya dia hanya mendatangi bar untuk minum-minum, "Yuna aku mencintaimu", teriaknya
Melda yang mendengar itu sangat murka, dia menyuruh bodyguard bar untuk mengangkat tubuh suaminya itu masuk kedalam mobilnya.
hanya gara-gara perempuan itu kau menyia-nyiakan aku, lihat saja aku akan membalasnya. ujar Melda geram.
sedangkan Yanti sekarang sedang menemani para kolega bisnis bos-nya , untuk minum-minum, Yanti yang supel dalam bergaul membuat rekan bisnis perusahaan banyak yang menggunakan jasanya, untuk membuat kerjasama dengan perusahaan lain.
tuan Jhon, senang bekerjasama dengan perusahaan anda, lalu mereka berjabat tangan.
nona Yanti bisa kah aku mengundangmu, makan siang besok?, ujar tuan Kimura. tentu saja tuan, jawabnya dengan senyuman menggodanya.
karena sekarang tuan Jhon sudah tak berkutik, semenjak istrinya itu kembali dari Swiss, sedangkan Jacob akhir-akhir ini, tak pernah lagi menghubunginya. jadi pasilitas yang biasa Yanti dapat, sekarang mulai hilang!. dia tidak bisa lagi berbelanja barang-barang branded, seperti dulu walaupun dia sering melayani Jacob, tapi Jacob tidak se royal tuan Jhon, tapi Yanti tidak mengeluhkan hal itu, karena dia sangat puas dengan permainan Jacob, yang selalu membawanya ke puncak nirwana
sepertinya aku harus mendekati tuan Kimura ujarnya, sambil tersenyum tipis.
sedangkan di tempat lain, Huan sedang memarkirkan kendaraannya di depan bangunan 4 lantai itu. Huan lansung menujuju resepsionis.
selamat siang nona apa saya bisa bertemu dengan Anabella, tanya Huan pada sang resepsionis.
bisa tuan! Miss Anabella ada di ruangannya di lantai 4!, apa mau saya antar tuan, ujar resepsionis ramah
"tidak perlu, aku akan kesana sendiri, terimakasih", jawab Huan sambil tersenyum ramah.
lalu ia langsung menuju lantai 4 yang tadi sudah diberi tahu resepsionis.
sesampainya di lantai 4 Huan tak sengaja menabrak seseorang. maaf nona, Huan langsung membantu wanita yang hampir terjatuh karena sudah menabrak dada bidangnya. Arlando! hei kita ketemu lagi, kau masih ingat aku? tanyanya, tentu saja aku belum pikun bukanya kau Febiola, Huan melemparkan senyumnya yang membuat jantung Lola berdetak tak karuan.
aku sempat menelepon mu, tapi nomormu tidak aktif!, ujar Lola kecewa.
"maaf ponselku sempat hilang, makanya nomorku ga aktif. sesal Huan. boleh aku minta nomor kontak mu lagi?, tentu saja. lalu Huan mengetikkan nomor kontaknya ke ponsel yang tadi Lola berikan".
Yuna yang melihat interaksi, Huan dan Lola begitu akrab mengepalkan tangannya, ruangan Yuna hanya di lapisi kaca, yang terlihat dari luar seperti cermin, tapi tidak dengan yang di dalam, Yuna bisa melihat dengan jelas semua orang di luar ruangannya.
dasar suami ganjen suka tebar pesona, gerutunya.
lalu dia melanjutkan pekerjaannya kembali.
__ADS_1
tok tok tok, suara pintu di ketuk dari luar.
masuk, Yuna mempersilakan masuk orang yang ada di luar, yang dia ketahui adalah suami kontraknya itu.
"kau sibuk? tanya Huan setelah sampai di depan Yuna.
tidak terlalu, karena aku sempat melihat seseorang mengobrol diujung sana, ujar Yuna to the point".
Huan yang mendengar itu hanya menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan.
Huan yang melihat jari Yuna mengeluarkan darah, langsung menariknya!. ada apa dengan jarimu?, ujar Huan, Yuna yang melihat itu entahlah, Yuna langsung menarik lagi tangannya.
lalu Huan langsung mengambil telpon untuk menghubungi seseorang, Mira tolong ambilkan kotak obat. ujar Huan.
Yuna yang mendengar itu tampak tersenyum, tapi Huan tak menyadarinya.
ini tuan kotak obatnya, ujar Mira , "terimakasih", ujar Huan setelah menerima kotak obat itu.
Huan membersihkan luka Yuna.
tok tok tok, masuk; ujar Yuna. "Miss,, Lola mematung, melihat Huan yang sedang mengobati jari Yuna, Yuna melihat itu menarik sudut bibir. awww, sakit ujar Yuna manja! Huan yang mendengar itu langsung meniup-niupnya. seharusnya kau hati-hati, ujar Huan khawatir.
"terimakasih", aku tidak apa-apa hanya tergores. ujar Yuna
Arlando, sebaiknya di beri alkohol biar tidak infeksi, ujar Lola memberi saran dengan nada sangat lembut.
Yuna yang mendengar temannya berkata seperti itu, entah mengapa hatinya terasa panas.
sepertinya kalian sudah saling mengenal? tanya Yuna yang penasaran dengan suami dan temannya itu.
"kami pernah bertemu, waktu mobilku menyerempet wanita paruh baya, tempo hari, ujar Lola menjelaskan. owh Yuna hanya ber o ria. ok terimakasih Lola". ujarnya mempersilakan Lola keluar dari ruangannya.
Huan yang melihat mimik wajah Yuna yang sedikit kesal, mencoba menghiburnya, kau jangan berpikiran macam-macam, aku tak ada hubungan apa-apa dengannya.
Yuna yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya, tanpa Huan sadari Yuna menarik sudut bibirnya.
apa kau mau ikut, aku akan membawa Lila ibu dan Zaskia ke mall apa kau ingin ikut? tanyanya,. Yuna hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
akhirnya mereka pergi ke mall setelah menjemput Lila, ibu dan Zaskia, dengan mobil Yuna.
wah mall nya gede banget kak, ujar Zaskia, ini mall terbesar di kota ini, ujar Yuna.
sayang, kita mau kemana dulu, ujarnya kepada Huan, ibu Rina dan Zaskia Nampak mengulas senyum, mendengar kata sayang yang di lontarkan Yuna untuk putranya itu.
"papa aku mau ke tempat permainan. ujar Lila antusias, iya baiklah princess nya papa", sedangkan Yuna ibu Rina dan Zaskia, sedang keliling mall berbelanja, kita ke toko pakaian dulu ujar Yuna, ibu dan Zaskia hanya mengikuti, ibu dan Zaskia pilih saja mana yang ibu dan Zaskia suka, lalu ibu dan Zaskia memilih pakaian yang mereka sukai tapi setelah melihat harga yang tertera, mereka bergidik," bu harganya mahal banget", ujar Zaskia kepada ibunya.
kenapa kalian tak mengambil apa-apa,. tanya Yuna bingung, kak, kami nanti saja belinya di pasar disini pakaiannya mahal-mahal, ujarnya polos
Yuna yang mendengar itu terkekeh. kamu jangan mikirin harga, kakak yang akan bayar, ujar Yuna
tapi kak, ujar Zaskia tak enak, kakak tidak suka di bantah, ibu juga sama, jangan membantah. ujar Yuna tegas
akhirnya mereka pun, menuruti kemauan Yuna.
sedangkan Huan nampak shock, karena dia bertemu dengan wanita yang selama ini tak ingin dia temui lagi.
mama,, Lila memeluk Yanti sangat erat, sayang gimana kabar Lila?, sehat kan putrinya mama, ujarnya lembut, Lila sehat mama, mama kemana saja? aku dan papa kangen mama, maafkan mama yah, soalnya mama sedang sibuk kerja!. mas gimana kabarmu? tanya Yanti terkesima karena melihat Huan yang semakin tampan, dan berkarisma. sepertinya sekarang mas Huan, sudah punya pekerjaan yang bagus, batinya.
Yuna yang sudah selesai berbelanja pamit ke toilet , sedangkan ibu Rina dan Zaskia lansung menuju ke tempat Huan berada. mereka sangat terkejut melihat wanita yang sedang menggendong cucunya itu.
"Yanti,, ujar ibu Rina. ibu gimana kabarnya?, tanya Yanti sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tapi bu Rina tak menerima uluran tangan Yanti, "ibu sehat", ujar bu Rina. Yanti yang mendapat penolakan dari bu Rina hanya tersenyum sinis.
Yuna yang sudah selesai dari toilet, langsung menuju dimana suami dan ibu mertuanya itu berada.
Lila yang melihat kedatangan Yuna langsung berlari menuju Yuna dan menarik tangannya. mama Yuna ayo, Yuna yang di tarik tangannya hanya tersenyum, iya sayang sebentar, Huan yang melihat putrinya menarik-narik lengan Yuna, Huan nampak tersenyum tapi sesaat dia melihat Yuna yang memakai high-heeled, senyumnya hilang.
"mama Yanti ini kenalkan ini mama Yuna, mama baru Lila ujar bocah 4 tahun itu, Yanti yang mendengar itu deg, sangat terkejut, mama baru!," ujarnya
" iya 2 minggu yang lalu kak Huan menikah, ujar Zaskia merasa puas melihat wajah terkejutnya Yanti".
kenalkan aku Yuna istri Huan Arlando sambil mengulurkan tangannya, Yanti menyambut uluran tangannya Yuna, aku Yanti mamanya Lila.
ternyata wanita sombong ini, setelah Yuna berhasil mengingatnya, dan begitu juga dengan Yanti, wanita sialan, yang sudah membuat mobilku rusak parah.
genggaman tangan mereka semakin erat dan sorot mata mereka seperti menabuh genderang perang.
__ADS_1
Huan yang melihat itu langsung melerai tautan tangan mereka yang sangat erat, setelah terlepas nampak terlihat tangan Yuna yang putih mulus menjadi merah begitupun dengan tangan Yanti.