Kawin Kontrak Dengan Janda

Kawin Kontrak Dengan Janda
part 40


__ADS_3

setelah semua keluarga pulang, Yuna dan Huan masuk kedalam kamarnya, Huan segera berlalu pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


sedangkan Yuna sedang sibuk dengan berkas yang dia pegang.


krekk suara pintu kamar mandi yang di buka, yang membuat Yuna mengalihkan pandangannya. Huan yang keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya, rambutnya yang masih basah menambah kadar ketampanannya, yang membuat Yuna menatap tak berkedip kearahnya, Huan yang merasa di perhatikan, mengulas senyum jahil.


sebaiknya tutup mulutmu dan lap air liurmu itu, Yuna yang mendengar itu replek langsung mengelap sudut bibirnya, yang ternyata tidak ada apa-apa.


menyebalkan, Yuna langsung membuang muka dan itu membuat Huan tertawa geli, dasar istri mesum, selorohnya lagi, dan Yuna semakin mencebikan bibirnya.


ahh Yuna kau itu bodoh sekali, kenapa kau malah mengaguminya, uhhh apa lagi roti sobeknya, Yuna menggigit bibir bawahnya, dia makin menggelengkan kepalanya yang makin liar itu.


Huan yang sudah selesai berpakaian, lansung menghampiri Yuna, yang sedang berada di balkon kamar.


Huan yang hanya memakai baju santai terlihat sangat cool, ini bacalah, lalu tanda tangani, yuna menyerahkan berkas kontrak, kepada Huan, Huan yang melihat itu sangat kecewa, Huan pikir Yuna takan melakukan ini di pernikahannya, ternyata dia salah.


lalu Huan mengambil berkas,. dan dia membacanya bait demi bait, yang membuat darahnya mendidih.

__ADS_1


Huan mengambil pena, dan langsung membubuhkan tanda tangannya, di surat perjanjian itu.


dan satu lagi jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku. dan aku juga tidak akan ikut campur urusan pribadimu.


lalu Yuna pergi meninggalkan Huan yang masih mematung disana. Huan menarik napas dalam-dalam, ide yang sangat gila pikirnya, gimana tidak gila, mereka akan tetap bersama sampai Yuna hamil dan melahirkan bayi nya nanti, setelah itu mereka akan berpisah.


"mom,, sayang dimana suamimu, ujar mama Ratna yang tak melihat menantunya itu ikut turun, "dad,, Yuna memeluk papanya. loh mana suami kamu ko belum turun. tanya papa Farouk. dia sedang mandi, jawab Yuna, singkat.


maaf dad, jadi menunggu tadi aku habis mandi, ujar Huan, sedangkan papa Farouk hanya tersenyum.


Yun, layani suamimu, ambilkan dia makan, ujar mama Ratna iya mom ini mau aku ambilin, sayang kamu mau makan apa, tanya Yuna perhatian, apa saja terserah kamu, terima kasih sayang setelah Yuna selesai mengambilkan makan. Yuna tersenyum.


maaf mom, dad, aku mau angkat telpon dulu.


mom, mana suamiku, tanya Yuna. yang baru datang dari dapur membawa minuman dan cake, di sedang mengangkat panggilan telepon.


Yuna langsung menyusul Huan yang sedang bercakap dengan seseorang di sebrang sana, dia menelpon siapa pake acara senyum-senyum lagi. batinnya

__ADS_1


ehemm, Yuna berdehem, tapi Huan pura-pura. tak mendengar, dia malah tambah asyik berceloteh, tanpa menghiraukan kedatangan Yuna. Yuna yang melihat itu semakin kesal, padahal Huan sudah tau kalau sejak tadi Yuna menguping percakapan nya, dan Yuna pun tidak tau kalau dari tadi Huan sudah selesai menelpon.


apa kau belum selesai menelpon?, ujar Yuna ketus. Huan yang mendengar itu lansung menghentikan percakapannya yang memang dari tadi sudah selesai, "ok Mariska nanti kita bahas lagi di kelas, assalamualaikum"!, ujar Huan . yang semakin membuat Yuna kebakaran jenggot, jadi dari tadi dia sedang berbicara dengan perempuan, pantasan saja, senyam-senyum sendiri, apa! tadi dia bilang apa?, dia akan bertemu wanita itu besok di kelas, belum sehari menikah dia mau selingkuh, lihat saja apa yang akan aku lakukan besok. gumamnya dalam hati.


lalu berlalu pergi meninggalkan Huan sendiri di taman.


Huan yang melihat istri kontraknya itu, ingin sekali tertawa tapi ia menahannya, karena melihat mimik lucu Yuna yang sedang kesal.


mana suami kamu Yun?, tanya mama Ratna, karena putrinya ijin mau menyusul suaminya kenapa dia malah datang sendiri dengan wajah yang di tekuk.


nanti juga kesini, ujarnya kesal. Huan menyusul dan duduk di samping Yuna. Yuna yang masih kesal tak menghiraukannya. mama Ratna dan papa Farouk hanya tersenyum melihat pasangan di depannya.


kamu mau kopi hem? ujar Huan menawari Yuna.


tidak "terima kasih". jawab Yuna, lalu Yuna beranjak dan berpamitan pada mama dan papanya di susul oleh Huan.


setelah sampai dalam kamar Yuna lansung mengganti bajunya dengan piama tidur. begitu juga dengan Huan.

__ADS_1


lalu Huan mengambil selimut dan bantal karena dia akan tidur di sofa, sedangkan Yuna tidak memperdulikan itu, karena dirinya sudah lelah karena acara tadi siang.


__ADS_2