
Yuna yang sedang bersantai bersama Agnes di sebuah kafe dikejutkan dengan kedatangan dua orang wanita, yang amat mereka kenal.
''ternyata kau disini pelakor?'' ucapnya sembari menyiramkan segelas jus ke tubuh Yuna! membuat Yuna basah kuyup!
Yuna yang tak terima dengan perbuatan Melda yang telah menyiramnya, menyambar kopi yang baru saja Agnes pesan lalu menyiramkan nya ke tubuh Melda, seketika itu juga Melda teriak kepanasan.
''panas, panas teriak Melda, iya sayang ayo kita ke dokter. dan kamu pelakor? lihat saja saya akan membalas semua yang kamu lakukan kepada putri saya dan melaporkan mu ke polisi.'' ancam Mama Mona, dan berlalu pergi
Yuna yang sedang bersantai ditaman belakang dikejutkan dengan kedatangan dua orang petugas.
"non,, teriak bi Mina menghampiri keluarga yang sedang bersenda gurau ditaman belakang.
''ada apa Mina?'' teriak-teriak apa kamu pikir ini pasar! ujar mama Ratna
"anu nyonya, di depan ada popolisi nyonya".
''mau ngapain polisi kesini? apa pak Ujang kena tilang?'' tanya papa Farouk
__ADS_1
''bukan tuan nyonya! pak polisi kesini mau cari non Yuna.''
''apa anda nona Anabella Maharani Sanjaya? tanya seorang petugas
iya saya sendiri! apa ada yang bisa saya bantu?'' tanya Yuna pura-pura tidak tahu dengan maksud kedatangan para petugas kerumahnya.
''kami menerima laporan! dari saudari Melda Georgina, tentang penganiayaan yang sudah anda lakukan dan menyebabkan korban saat ini sedang dirawat dirumah sakit.''
''saya harap nona Anabella Maharani Sanjaya bisa ikut dengan kami untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan anda bisa hubungi pengecara Anda?. silakan nona''
papa Farouk segera menghubungi pengecara keluarga. mama Ratna hanya bisa menangis di pelukan papa Farouk. "sabar mah, Yuna pasti bisa melewati ini semua!"
"mah, pah, bagaimana keadaan Yuna? tanya khawatir Arlando yang baru tiba di kantor polisi.
''Yuna sedang dimintai keterangan oleh polisi!''
''pak saya ingin bapak menghukum pelakor ini karena dia sudah melakukan tindakan kriminal.''
__ADS_1
''mengakibatkan putri saya harus dirawat di rumah sakit. dengan luka bakar.''
''ya tuhan tante! tante itu sudah tua? apa tante lupa siapa yang menghampiri ku dan menyiramkan jus ke wajahku?'' jawab Yuna tak mau kalah. karena memang dia tak merasa bersalah.
''tapi kau seharusnya membalasnya dengan jus juga bukan dengan kopi panas? geram Mama Mona tak terima."
petugas hanya bisa melihat dua wanita beradu argumen, karena mereka tak mendengarkan ucapan para petugas, agar bersikap sopan, akhirnya Mereka membiarkannya saja. sambil mendengarkan debat dua wanita didepannya.
''tante tolong pintar sedikit? aku sedang minum kopi, tentu saja aku akan menyiram pakai kopi! karena itu tindakan replek, tidak mungkin aku pergi ke meja lain mencari orang yang sedang minum jus yang sama, seperti yang putri tante siramkan kewajah ku.'' jawabnya telak membuat Mama Mona kehabisan kata-kata.
''asal Tante tau aku bukan pelakor! tante masih ingat bukan nama suami pertama ku siapa?, dan Tante masih ingat bukan apa yang diperbuat putri Tante, untuk memisahkan kami? semoga saja Tante masih ingat? agar aku tidak mengatakan tante itu pikun.'' cerca Yuna menusuk.
Mama Mona yang sudah kalah adu argumen, menatap kesal Yuna.
Yuna pun keluar dari ruangan interogasi. sayang! panggil Mereka bersamaan, bagaimana?
Mama Mona dan Mama Ratna berpapasan mereka sama-sama buang muka, Mama Mona berlalu pergi, dengan kekecewaan karena tidak bisa menjebloskan Yuna ke penjara.
__ADS_1