
Tidak terasa Vio dan mama Meri bisa melewati semua ini, sekian tahun berlalu Vio sudah memasuk bangku sekolah menengah pertama sekolah yang begitu Vio impikan saat SD .
Sekolah yang jarak tempuhnya menghabiskan waktu satu jam setengah dari rumahnya .
Hal itu tidak menjadi hambatan untuknya, sekolah itu adalah sekolah yang di pilih mereka berdua saat SD .
Dan maupun Vio berjanji akan selalu bersama-sama .
Sejak perdebatan terakhir mereka, menjadikan mereka semakin lama semakin dekat .
Vio masih ingat bagaimana Dan, selalu mengikutinya hanya untuk berteman .
Awalnya Vio terus saja menolak karena bagi Vio teman tidak terlalu penting .
Vio lebih suka sendiri menghabiskan waktu tanpa membagi rasa terhadap orang lain .
Ada perasaan takut yang menghampiri, Vio takut saat mulai dekat dan tergantung pada orang lain, orang itu akan meninggalkan nya seperti kakak-kakaknya .
Tapi Dan selalu saja menyakinkan Vio tidak akan pernah pergi, janji dua orang bocah yang selalu mendukung satu sama lain apa pun pilihan di antara mereka nantinya .
Tepat hari ini mereka berjalan bersama menuju sekolah baru mereka, dengan bangganya mereka merasa diri mereka sudah dewasa .
.
.
.
.
''Vio nanti tunggu aku, jangan pulang sendiri ok ?! '' ucap Dan tegas .
''Iya, iyaaaa bawel banget sih .''
''Aku juga tau tiap hari selalu saja menunggu mu di depan kelas, karena ulah mu menulis sangat lama sekali .''
''Kalau kamu tidak ada perubahan aku mau pulang sendiri saja, aku bosan menunggu .''
''Oh yaa ampun teman ku ini perhitungan sekali .''
''Iya mulai hari ini aku tidak akan lama .''
''Kamu yakin ?'' tanya Vio ragu .
__ADS_1
''Iya .''
''Ok kalau begitu hayo kita masuk, kamu mau duduk dengan ku atau dengan yang lain hahahaha ... '' goda Vio .
''Udah deh jangan mulai meledek, mana mau aku duduk sama cewek lain selain sama kamu .''
''Kenapa begitu ?!'' tanya Vio penasaran .
Karena Dan tidak mau duduk dengan temen cewek mana pun selain dirinya .
''Ya aku tidak mau saja, mereka tidak menyebalkan diri mu hahahaha ...'' tawa Dan pecah .
Vio langsung pergi menuju kelas tanpa menghiraukan Dan .
''Hey tunggu.... '' kejar Dan .
''Aku tidak mau, duduk sama kamu .''
''Ahh jangan gitu dong Vio aku kn cuma bercanda, baikan yaa ?!''
''Tidak MAU ! ''
''Ayoooolah jangan gitu, maaf yaa .'' tulus Dan .
Dan tidak pernah bisa jika harus berjauhan dengan Vio .
''Iya aku maafin tapi kamu harus belikan aku makan siang hari ini, bagaimana ?'' tawar Vio .
''Baiklah, hanya itu saja kan !''
''Sama belikan aku coklat yang banyak, ya ya ya ..'' bujuk Vio memelas .
''Hmmm .''
Hanya itu jawab terakhir Dan .
Dan sudah hafal temen menyebalkan nya itu selalu banyak mau nya .
Vio akan menjadi manja dan tergantung saat dia sudah merasa nyaman pada orang itu .
Dan menyukainya .
Buat Dan hal itu yang dia harapkan .
__ADS_1
.
.
.
.
Dan memiliki kecerdasan di atas Vio .
Tapi kelemahan Dan yaitu menulisnya sangat lama, itu yang membuat Vio selalu kesal di buatnya .
Vio tidak ragu meminta contekan setiap kali Vio tidak bisa mengisi pertanyaan-pertanyaan di lembar ulangan .
Dan dengan senang hati memberikan nya .
Tentu saja tanpa sepengetahuan guru pengawas .
Seperti hari ini .
''Dan, nyontek ...'' jurus muka memelas andalan Vio .
''Iya, nih ... ''
''Awas ketahuan guru aku tidak mau ikut-ikutan di hukum sama kamu .'' jelas Dan dengan suara yang sangat pelan .
''Iya bawel .''
Vio langsung tersenyum memandang Dan .
Entah apa arti senyuman itu hanya Vio yang tau .
Tanpa menunggu lama Vio langsung cepat-cepat menyalin jawaban demi jawaban di lembar ulangannya .
''Akhirnya selesai juga .'' ucap Vio lega .
Dan, hanya melirik sinis temannya itu .'
Vio mengerti lirikan itu hanya untuk mengejeknya, Vio semakin paham sikap Dan yang dingin tapi selalu ada untuknya .
''Makasih Dan yang baik hati, teman terbaik ku .''
''Sebagai gantinya besok aku buatkan sarapan .'' ucap Vio sambil menunjukkan deretan gigi kelincinya .
__ADS_1
''Tawaran yang bagus .''
😉