Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#57


__ADS_3

Vio terlelap setelah sekian lama menumpahkan segala rasa sakit nya. Mereka masih berada di halaman belakang kediaman Eyang. ''Akhirnya kamu tertidur juga'', Nando mengusah bahu Vio sebagai bentuk penyaluran energi alami yang dapat menenangkan si pemilik tubuh. ''Aku akan membalaskan dendam mu, membuat dia hancur-sehancur nya''.


Ada kenyamanan baru yang buat Vio begitu nyenyak nya, entah karena kelelahan menangis atau terlalu nyaman tertidur di pangkuan Nando seseorang yang dia tidak kenal sebelum nya. Kini tiba-tiba hadir begitu saja ingin mencuri hidup nya.


Vio sudah memutuskan untuk tinggal berasama mereka, tidak ada tempat juga yang Vio tuju, dia tidak punya siapa pun lagi selain diri nya sendiri. Saudara, membayangkan nya saja Vio tersenyum getir. Hidup nya sangat amat sempurna sampai tak akan ada yang mau menggantikan peran nya.


Segilir angin menerpa halus kulit wajah Vio, membuat helaian rambut itu tergerak mengikuti arah angin. Nando merapikan kembali anak rambut yang sedang bernari-nari mengikuti gelombang angin itu, justru aksi spontan Nando membangunkan si putri tidur, sentuhan hangat yang tak sengaja menyentuh wajah Vio membuat si pemilik membuka mata nya.


Pandangan mereka terkunci beberapa saat, sampai Vio membuang pandangan untuk menghilangkan rasa canggung nya.


''Jika masih ingin memandang ku, aku persilakan sepuas yang kau inginkan'', tutur Nando tergelak menahan tawa karena wajah Vio yang memerah karena nya.


''Jangan kepedean mulut api, aku hanya tidak sengaja tadi'', elak nya.


''Terus mau sampai kapan kamu berada di posisi ini, rasannya kedua kaki ku sudah mati rasa bukan lagi kram otot!'', sindir Nando.

__ADS_1


Vio yang loading otak nya lama untuk merespon di banding orang normal, hanya terdiam bingung sampai di detik akhir menjelang menit ia baru bangun dengan tergesa-gesa, malu tentu saja sudah di sindir tapi masih betah pikirnya.


Reaksi Vio tidak terlepas dari pantauan Nando, tentu saja hal unik itu jarang ia temuin bahkan mungkin belum pernah melihat orang yang ia kenal mempunyai otak loading yang sangat lambat merespon ucapan seseorang.


''Apa otak mu saya 1/8 dari orang normal?!''.


''Kok tau?'', polos Vio yang berhasil membuat Nando terbahak-bahak, lagi-lagi dia di buat takjub dengan sosok gadis yang di incar nya ini. Tidak menutupi malah mengakui dengan wajah yang sangat menggemaskan.


''Kau menertawakan ku?'', ucap Vio mata nya menyalang tajam dengan bibir mengerucut layak nya bibir bebek pada umum nya.


''Menyebalkan sekali....'', Vio bangkit dan berlalu meninggalkan Nando yang masih saja tertawa bahkan makin keras terdengar di telinga nya.


''Haii tunggu, apa kamu tau jalan masuk ke dalam?''.


Sejenak Vio menghentikan langkahnya. Dia melihat sekeliling nya yang begitu luasnya, arah mana yang akan membuat diri nya kembali ke dalam rumah. ''Cepatlah, jangan diam saja disitu, rumah ini masih asing buat ku, lagi juga kenapa bangun rumah seluas ini!'' teriak nya yang membuat Nando berjalan menghampiri wanita nya.

__ADS_1


''Makannya jangan sok tau, sini genggam tangan aku biar engga nyasar''.


''Kamu modus aja, aku aduin Eyang nanti''.


''Ya sudah jika tidak mau, jangan salahkan aku kamu akan tertinggal karena langkah kaki mu yang lambat sama kaya orang nya''.


.


.


.


.


______

__ADS_1


__ADS_2