Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#31


__ADS_3

Kaca jendela di buka lebar agar sinar matahari masuk menggantikan pencahayaan dalam ruang. Sisil masih terlelap tanpa ada rasa terganggu sedikit pun, anak gadis yang pemalas ini mana bisa bangun pagi semua akan langsung tersedia dan siap setelah dia bangun jadi tak perlu repot menyiapkan ini dan itu.


"Pagi sayang, anak mama yang satu ini kenapa masih betah di bawah selimut bangun dong katanya kamu mau siap-siap ke kampus" Bunda Sisil mengusap lembut wajah sang anak.


"Pangeran kamu nanti keburu di patok sama gadis lain, mau ?" sedikit memberi ancaman karena hanya bualan itu yang mampu membuat anaknya langsung cepat bangun, entah pura-pura tidur atau pendengarnya yang tajam sampe menembus alam bawah sadarnya.


Bunda nya tertawa melihat tingkah gadis pemalasnya ini.. "Yaa tuhan kamu bener-bener yaa, apa segitu mempesona nya pangeran mu itu?"


Sisil hanya tersenyum malu dan langsung menghambur memeluk sang Bunda.


"Bisa di katakan sangat sangat sangat, ah Bun aku begitu jatuh hati, bagaikan hati Sisil ber bunga-bunga setiap kali melihat dia.. Pasti nanti Bunda juga akan menyukainya"


"Sebegitu nya kah sayang? Wah Bunda tidak sabar ingin mengenalnya, cepat ajak dia main kesini dan kenalkan sama kami" Tawar sang Bunda.


"Siap ratu hihihihi" deretan gigi putih itu nampak di senyum sang anak membuat hati Bunda nya bahagia.


.


.

__ADS_1


.


.


Dan terbangun ternyata sinar matahari sudah mengganggu tidurnya, pantulan cahaya itu menembus jendala kamarnya nampak Dan menoleh ke samping namun tak menemukan sang istri.


"Kemana Vio, apa dia masih marah ya?" argh Dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya ia sampai lupa kalau belum sempet meminta maaf dengan sang istri.


Dan bergegas ke kamar mandi membersihkan tubuhnya untuk siap-siap ke kampus waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 wib dan jadwal kelasnya pukul 09.15 jadi Dan masih ada waktu untuk bersih-bersih dan sarapan pagi.


Setelah selesai dengan segala ritual mandinya Dan pun langsung mengenakan pakaian yang santai tapi terkesan rapi menurut nya hanya kaos putih yang ngepas ke postur badan nya begitu menampakan otot yang akan buat siapa saja melihatnya akan meleleh dan dengan celena jeans yang compang-camping tak karuan di tambah hoodie yang melengkapi penampilan nya. Meski hanya seperti itu Dan mampu menjadi bintang di kampus nya banyak nya mahasiswi yang ingin dekat dengan nya tapi sayang sikap Dan yang dingin tak tersentuh membuat wanita-wanita itu menjadi segan menghampiri, hanya dengan berjarak jauh beserta informasi mengenai Dan yang bisa mereka curi diam-diam.


Dan menutupi satu hal itu dari keluarganya karena tidak mau membuat cemas atau pun khawatir akan anak satu-satu nya mereka ini.


.


.


.

__ADS_1


________


Dan keluar dari kamar mencari sang istri yang sejak ia bangun tidak ada di sampingnya sejujurnya Dan tak suka akan hal itu, Dia sudah terbiasa saat bangun selalu melihat wajah sang istri yang akan menjadi pengawal harinya.


"Viii kamu dimana sayang..." suara lembut Dan...


.


.


.


.


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


__ADS_2