
Sampailah di tempat tujuan untuk mengisi imunisi tubuh, Nando keluar dari dalam mobil dan langsung di sambut oleh manager resto mewah di kawasan jakarta.
"Selamat siang Tuan Muda" sapa sang manager menunduk hormat sama satu-satu nya cucu penerus.
Nando hanya mengibaskan satu tangannya, tanda bahwa iya tidak ingin di perlakukan istimewa. Mang Anto yang mengekor di belakang Nando tersenyum kaku, lalu membisikkan sang manager "Den Nando tidak suka di perlakukan istimewa pak, anggap saja kami pelanggan seperti orang-orang itu cuma bedanya den Nando tidak bayar" ucap lucu sang supir.
Manager resto pun menunduk membenarkan apa yang di ucapkan sang supir pribadi Tuan Muda nya, semua orang sudah tau tentang sosok mang Anto karena sudah dapat penjelasan sebelum memulai bekerja, semua akan di jelaskan siapa saja orang-orang yang dekat dan harus ikut di hargai oleh mereka.
"Silakan, semua sudah di siapkan di ruangan VVIP mang" ucap sang manager.
Mang Anto lalu menghampiri Aden nya, "Den, kata manager itu kita sudah di siapkan sajian makan siang nya di ruangan VIVI katanya" terang mang Anto dengan polosnya.
Mendengar itu Nando tertawa keras, betapa lucunya supirnya ini.
__ADS_1
"Sini mang, kita makan di sini aja lebih enak bisa lihat pemandangan di luar resto"
"Bukan VIVI, tapi VVIP" tambah Nando menjelaskan dengan ramah.
Nando yang sikapnya cuek dan semaunya tapi selalu menghargai orang-orang yang setia denganya. Maka itu Nando tidak pernah sekali pun membentak apalagi membedakan derajat antara mereka dan dirinya.
"Iya den, disini lebih nyaman" mang Anto menyengir sekaligus haru karena selalu di perlakukan baik dengan keluarga majikannya.
Mang Anto sudah bekerja cukup lama saat Nando belum lahir sampai sebesar sekarang, tidak ada sedikit pun sikap Tuan Muda nya yang menyakiti hatinya. Tutur kata yang ramah, perhatian yang selalu di tunjukkan untuknya dan pekerja lainnya yang setia mengabdikan diri di keluarga ini beserta gaji yang sangat-sangat besar. Kalau ada yang berniat meminjam uang keluarga ini tanpa berpikir panjang akan memberikan tanpa harus di kembalikan malah akan menambah gaji mereka, yang berarti semua pekerjanya tidak boleh kekurangan sedikit pun jika ada yang sudah meminjam berarti ia kurang memberi gaji, maka dari itu ia menambahkan nya, hal itu lah yang menjadi rasa syukur berkali-kali lipat ini adalah perkerjaan yang menyenangkan buat mereka.
"Bukan den, justru saya terharu saya bahagia bisa bekerja dengan den Nando" jelas mang Anto.
Nando pun memandang mang Anto dengan senyum menawannya, "Sudah, sekarang pesan apa pun yang mang Anto mau sekalian pesan juga buat keluarga mang Anto, nanti kita mampir mengantarkan makanan sebelum kembali ke rumah Eyang.
__ADS_1
"Tidak perlu den" tolak mang Anto.
"Jangan menolak rezeki, sekarang pesanlah"
Tak lama pesanan pun tersedia rapi, mang Anto begitu lahapnya masukkan makanan membuat Nando merasa bersalah karena lalai akan hal kecil seperti ini, supirnya rela menunggunya bangun sampai melewatkan jam makan siang.
.
.
.
.
__ADS_1
________