
Mama Meri tersentak ketika melihat kehadiran nenek tua yang dulu pernah menghampiri mereka sejak awal pindah kesini, ke daerah ini.
"ada yang bisa saya bantu?" ucap nenek tua tersebut sambil memegang bahu mama Meri untuk ikut berdiri bersamanya.
"bangunlah, nak berhenti menangis" nenek tua mencoba menenangkan mama Meri yang tak kunjung berhenti menangis.
"dimana anakmu?" tanya si nenek tua.
Mama Meri dibuat heran, "kenapa nenek ini seakan tau apa yang terjadi dengan putrinya" gumam mama Meri dalam hati. Mama Meri terus saja memandang wajah sang nenek yang nampak terlihat khawatir sama seperti dirinya.
"dimana anakmu?" nenek tua itu mengulang pertanyaannya lagi karena tidak mendapat jawaban sejak tadi.
"aaah iyaa ikut saya kedalam nek, tolong bantu anak saya, tolong kami, saya takut terjadi apa-apa sama Vio sejak tadi dia tetap saja tertidur dengan kondisi ketakutan" jelas mama Meri sambil menuntun sang nenek masuk ke kamar Vio.
Sang nenek tua melihat dengan mata tajam, dia terlihat marah setelah melihat kondisi Vio.
"tutup semua pintu" ucap sang nenek tanpa menoleh sedikitpun ke arah mama Meri.
__ADS_1
"baaa... baik" jawab mama Meri. Mama Meri tetap mengikuti arahan sang nenek tua tanpa menanyakan alasannya. dia tidak perduli dengan apapun yang akan terjadi asalkan anaknya bisa kembali sadar.
"sudah berapa lama ini terjadi?" tanya sang nenek tua.
"saya tidak tau tepatnya kapan nek, saya melihat Vio seperti ini ketika saya baru pulang bekerja siang tadi.
"jadi sudah lumayan lama, dia dibawa" ucap sang nenek dengan terus menatap tajam ke satu arah sudut kamar Vio.
"baiklah, kalau seperti itu, kita akan memulainya". sang nenek duduk di samping Vio dengan memegang tangan Vio erat, lalu sang nenek mulai memejamkan matanya.
"wahai sang kegelapan, hadirlah" ucapan sang nenek justru membuat kaget mama Meri, mata mama Meri terbelalak. "ada apa ini, kenapa seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi, ada kaitan apa Vio dengan dunia lain" ucap mama Meri dalam hatinya.
Mama Meri menyaksikan semuanya, menyaksikan hal-hal yang menurutnya tak lazim. Kebingungan melanda pikiran mama Meri rasa takut pun menyerukan dalam diri mama Meri. "yaa tuhan, ada apa dengan putriku, sesungguhnya hanya engkau yang dapat menolong anakku, tolong bantulah anakku keluar dari dunia itu, kembalikan kesadaran anakku yaa tuhan.. hamba tidak mengerti dengan apa yang hamba liat dihadapan hamba kini, entah apa yang selama ini tidak hamba ketahui tentang anak hamba, hanya engkau penguasa kehidupan, tolong anakku, aku mohon" ucap mama Meri yang terus menangis dan berdoa demi kesadaran putrinya kembali.
Mama Meri sungguh tak memahami kondisi ini.
________
__ADS_1
Lain hal dengan Vio berada sekarang. Vio mendengar suara nenek tua itu yang terus memanggilnya tapi Vio tak mampu untuk menjawabnya, Vio hanya menangis dan terus saja menangis.
Sang makhluk menyadari kehadiran seseorang di samping Vio. "siapa yang berani mengganggu ku?" makhluk itu mulai murka berteriak dengan amarah karena kesenangannya telah diganggu oleh seseorang.
"kembalikan anak itu, atau aku akan membuatmu menyesal telah mengusiknya" ucap sang nenek dengan amarah yang tak kalah hebat dengan si makhluk tersebut. Suara tawa pecah menggelegar kembali memekik pendengaran Vio. Vio memeluk lututnya hingga tubuhnya menjadi lemas dan terus gemetar karena tangis dan rasa takut menyeruak dalam dirinya.
🌼
🌼
🌼
Mohon dukungan kalian, maaf terlalu lama menghilang. Saya hanya penulis baru yang amatir hanya mencoba menuangkan sedikit kisah dari imajinasi saya.
Ini adalah novel pertama saya, entah kapan saya akan menyelesaikannya, saya harap kalian menyukainya.
Terimakasih untuk yang selalu mendukung saya untuk menyelesaikan novel ini, semoga saya mampu membuat cerita yang menarik untuk para pembaca, mungkin itu harapan yang terlalu tinggi.
__ADS_1
~gumawo~