Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#53


__ADS_3

Keadaan Vio sudah lebih baik, Vio pamit pergi ke kampus nya tanpa di antara oleh Dan. Ia tidak tega melihat sang suami masih lelah karena ulahnya sendiri.


Cup.. "Aku pergi yaa!", Vio berlalu tanpa ada balasan dari sang suami yang masih betah memeluk guling. Vio memandang seketika wajah tampan itu sebelum benar-benar meninggalkan kamarnya.


Entah apa arti dari tatapan itu, hanya Vio sendiri yang memahami nya. Vio melanjutkan langkah nya keluar dari apartemen yang membuat rasa sesak di hatinya.


Ia berjalan dengan gontai tidak ada rasa semangat yang tadi ia tunjukkan saat bersama suaminya. Vio benar-benar melepas semua topeng keceriaan nya, yang ia sengaja lakukan di hadapan Dan, firasatnya semakin kuat jika ada sesuatu yang di sembunyikan.


.


.


.


.


Sampailah di disini, di gedung kampus nya dia menatap nanar bangunan luas itu. Mengulas senyum kecil yang di paksakan, "Setidaknya aku harus lulus dan memulai kembali".

__ADS_1


Ketika Vio yang sedang melamun tak sengaja menabrak seseorang yang bertubuh besar, Vio tersadar tanpa menatap ke atas ia sudah ketakutan. Vio terjatuh dan berusaha menyeret tubuhnya sendiri, belum sampai di situ keterkejutan nya tubuh di hadapan nya memposisikan sama dengan nya, "Aarrrggghh..." ucap Vio menutup wajahnya karena takut.


"Haii peri nangis.... Segitu menakutkan nya kah aku? Aku rasa aku tampan tidak seperti badut yang harus kau takutin" ucap Nando.


Mendengar suara yang tak asing baginya, Vio memberanikan diri menatap ke arah depan dengan perlahan membuka kedua tangga nya yang menutupi wajah cantiknya.


''Si mulut api..." Vio langsung menyerang Nando tanpa ampun dengan tas yang di bawanya.


Nando yang mendapat serangan dadakan tidak dapat menghindar, "Aaawww sakit..." Nando meringis ngilu saat kaki Vio menendang aset berharganya.


"Shhhiiiiiitttttttt....", ucap nya kembali.


Suara deheman dari pengawal Nando menyadarkan mereka, "Maaf Tuan sudah waktunya kembali".


Vio langsung salah tingkah, dan mulai merapikan dirinya yang sudah berantakan karena kebrutalan nya sendiri. Vio yang tak enak hati langsung menghampiri Nando yang mulai ingin memasuki mobilnya. "Tunggu...." ucap Vio.


Nando menatap sebal karena ulah peri nangis nya, aset berharga nya berkedut nyeri dan masih ia tutupi dengan tangannya. Vio melihat ke arah bawah dan mendadak ngilu sendiri, "Aduh".

__ADS_1


Lirikan tajam Nando membuat Vio merasa bersalah, "Maaf aku tidak sengaja, tapi aku akan tanggung jawab" ucapnya tanpa ragu. "Maksudnya kita kerumah sakit untuk memeriksa nya, bagaimana? Aku yang akan bayar..", ralatnya kembali agar Nando tidak salah paham maksud tujuannya namun, tidak ada jawaban dari pria yang tak di kenalnya, Vio langsung menundukkan wajahnya ia benar-benar merasa bersalah dan hanya ingin bertanggung jawab, itu saja pikirnya.


''Masuk'', titah Nando dengan suara beratnya.


Vio mengangkat wajahnya bingung, "Masuk kee..kemana" jawab Vio gugup.


"Tadi bilang mau bertanggung jawab, yaa sudah masuk kalau berdiri terus kapan sampai rumah sakit nya" Nando dibuat gemas sendiri ingin rasanya ia tertawa tapi tetap di tahan.


"Oohh". Vio mengira yang tidak-tidak dan langsung nurut masuk ke dalam mobil, Nando tersenyum puas karena dia berhasil mengajak sang bidadari bertemu Eyang nya.


"Berhasil", ucap Nando bersorak ria membanggakan akting nya.


.


.


.

__ADS_1


.


______


__ADS_2